http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=14526\
6

Kamis, 1 November 2007
Calon Masih Gelar Kampanye Dialogis

Singkawang,-  Memasuki hari kedua masa kampanye, lima calon Wali Kota
dan Wakil Wali Kota Singkawang masih senang melakukan kampanye dialogis
dibanding terbuka. Sejak hari pertama masa kampanye, hanya Hasan
Karman-Edy R Yacoub yang menggelar kampanye terbuka di Kecamatan
Singkawang Utara.

Empat calon lainnya, Suyadi Wijaya-Bong Wui Khong, Syafei Djamil-Felix
Peryadi, Darmawan-Ignatius Apui dan Awang Ishak-Raymundus Sailan masih
melakukan kampanye dialogis yang hanya dihadiri oleh ratusan warga.
Ketua Pokja Kampanye Komisi Pemilihan Umum Kota Singkawang, M Yani SPd
kepada Pontianak Post menyerahkan sepenuhnya kepada calon apakah
melakukan berkampanye terbuka, dialogis, terbatas dan lain sebagainya.

"Terserah calon. Kalau memang mau kampanye terbuka dan dialogis. Yang
terpenting adalah koordinasi dengan kepolisian sehingga memudahkan pihak
keamanan dan Panwaslu untuk memantau pelaksanaan kampanye itu sendiri,"
kata Yani. Yani juga menjelaskan, KPU hanya menetapkan jadwal kampanye
mulai pukul 09.00-16.00 WIB dari tanggal 29 Oktober hingga 11 November,"
katanya.

Yani melanjutkan, Pemerintah Kota Singkawang menyediakan tempat untuk
melakukan kampanye, walaupun sampai saat ini banyak yang belum
menggunakan tempat tersebut. Yani menyebutkan, di Singkawang Barat
misalnya, sudah disediakan tiga tempat yakni di lapangan sepak bola
jembatan Pelangi Kuala, lapangan sepak bola kompleks Pasar Baru dan
Samping Happy Building. Di Singkawang Tengah, kata Yani, disediakan di
Terminal Induk, lapangan sepak bola dekat golf dan lapangan sepak bola
Tarakan.

"Di Singkawang Selatan yang disediakan adalah, lapangan sepak bola
Sedau, lapangan sepak bola Sijangkung dan lapangan bola Kaliasin serta
di Marhaban. Di Singkawang Utara ada tiga tempat yang disediakan, yakni
di lapangan sepak bola Setapuk Hulu, Sungai Bulan dan Setapuk Besar
Hilir. Sementara di Singkawang Timur, adalah di Bagak Sahwa, Tainam
Nyerungkop dan Mayosofa," kata Yani memberikan penjelasan. (zrf)



Kirim email ke