*HK-EY: Kampanye Door-to-door*
Tidak seperti biasanya pasangan Hasan Karman, SH, MM<http://www.singkawang.us/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=34>dan Drs. H Edy R Yacoub, M.Si selalu dilakukan secara terbuka. Namun, dalam kampanye dialogisnya, pasangan nomor urut tiga tersebut mendatangi rumah-rumah warga di kelurahan Setapuk Kecil dan Setapuk Hilir Besar Kecamatan Singkawang Utara. Gaya kampanye dialogis melalui *door to door *disambut baik warga Singkawang Utara. Mereka merasa lebih dekat dengan calon pemimpinnya dan bebas berkeluh kesah selama menjalani kehidupan di Singkawang Utara. "Saya dan Pak Edy sengaja melakukan silaturahmi kepada masyarakat supaya lebih dekat. Pada dasarnya tidak ada bedanya pemimpin dengan masyarakat. Justru akan lebih baik kalau kita saling kenal dan mengetahui apa yang dirasakan masyarakat. Dengan demikian, kami akan mengetahui apa yang harus dilakukan setelah mengetahui kendala yang terjadi dalam suatu wilayah di Kota Singkawang," kata Hasan. Warga Setapuk Hilir Besar, Evi merasa terharu dan bangga bisa menerima tamu besar yang bakal menjadi pemimpin Kota Singkawang. Apalagi dirinya bisa bercerita panjang lebar tentang kehidupannya kepada calon orang nomor satu di Singkawang. "Saye merase bangge Pak Hasan dan Pak Edy mau bekunjong ke rumah saye. Mudah-mudahan ajak kalau Pak Hasan dan Pak Edy nanti jadi walikota tetap tadak lupak dengan saye di Setapuk Besar tok ee. Pemimpin yang kayak gitok seharusnya dipileh oleh masyarakat Singkawang. Udahlah endaan sombong, ramah agek dengan rakyatnye," kata Evi. Ketiga berhadapan dengan Hasan karman dan Edy R Yacoub, Kardi warga Setapuk Kecil banyak bercerita dengan figur pemimpinnya bagaimana kondisi masyarakat setempat. Ternayta, Kardi dan warga lainnya menaruh harapan besar kepada Hasan Karman dan Edy R Yacoub agar bisa memberantas pengangguran serta mengaspal jalan tembus antara Setapuk Kecil ke Sekip Lama. "Bagoslah calon walikota langsung terjun ke lapangan. Biar die tahu bagaimana kondisi Setapuk Kecil ini sebenarnya. Saye dan warga sitok yakin akan memileh Hasan Karman apabila nantinya mau mengaspal jalan ke Sekip Lama dan memberantas pengangguran. Anak mude sitok banyak yang nganggur. Jangankan yang endaan sekolah, yang udah jadi sarjana pon banyak yang endaan dapat kerje. Kasian mereke endaan diperhatikan pemerentah," kata Kardi. Buruh bangunan yang hanya mendapatkan upah Rp 40 ribu perhari tersebut mengatakan sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena minimnya penghasilan. Bukan hanya Kardi, masih banyak lagi masyarakat Setapuk Kecil yang ekonominya menengah ke bawah. Penghasilan mereka rata-rata dari upah buruh dan petani. "Jangankan nak kaye, kamek di Semelagi Kecik tok ee dapat duit sehari abes hari itok juak. Macam mane bise nyekolahkan anak," keluhnya. Asnan yang juga warga Setapuk Kecil mengharapkan pemimpin Kota Singkawang bisa membangun lapangan pekerjaan. Paling tidak, anak cucunya bisa mendapatkan pekerjaan tetap, meskipun swasta. "Kite mau Pak Hasan Karman bise bangun pabrik di Setapuk Kecik. Katenye, Pak Hasan Karman banyak punye kawan pengusaha. Kite akan pileh die jadi walikota. Kamek hanya mintak, kalau bangon pabrek jangan di daerah laen jak, tapi juga bangon di Setapuk Kecik tok ee, biar anak cucuk kamek bise bekerje," kata pria umur 62 tahun itu yang sehari-harinya bekerja sebagai krenet truk bawa sayur dari Singkawang ke Sambas. (amk) Sumber: Equator
