Salam sejahtera ,
hari minggu 28 Oktober lalu sempat menyaksikan tayangan langsung pembacaan
ikrar tersebut di NewsDotCom. Acara yang digelar di gedung arsip Jakarta ini
begitu menggugah. Kebetulan menemukan isi ikrar tersebut di salah satu situs,
mudah-mudahan bermanfaat bagi kita bersama.
Selamat membaca, dan silahkan berkomentar jika ada.
Salam,
Rudi.
----------------------------------------------------------------------------------------
IKRAR KAUM MUDA INDONESIA
Indonesia lahir dari rahim perjuangan melawan ketidakadilan. Kalimat pertama
Pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan, bahwa sesungguhnya kemerdekaan
itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia
harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan
perikeadilan. Dari zaman ke zaman kaum muda menyumbang tenaga, pikiran dan
jiwa mereka untuk menegakkan cita-cita ini: bebas dari segala bentuk
penjajahan, oleh asing pun bangsa sendiri.
Saat ini kita semakin jauh dari cita-cita mulia ini. Sistem ekonomi yang
dipakai sekarang bertumpu pada rumus sederhana: kekayaan yang satu hanya
mungkin didapat dari kesengsaraan yang lain. Kesetaraan dan keadilan yang
pernah digariskan para pendiri bangsa sebagai landasan hidup bersama dianggap
sebagai nyanyian usang dari masa lalu. Kekayaan alam habis dikuras
meninggalkan kehancuran lingkungan yang tidak terbayar. Manusia Indonesia
seperti dihantui kutuk sejarah: menjadi bangsa kuli dan kuli di antara
bangsa-bangsa.
Reformasi politik 1998 yang mengganti kediktatoran Soeharto sempat memberi
janji bahwa perubahan akan segera datang. Presiden demi presiden berganti,
kabinet dibongkar-pasang namun keadaan tidak beranjak membaik. Justru krisis
semakin membelit: kemiskinan dan pengangguran merajalela, komunalisme bangkit,
kebencian etnik dan agama dikobarkan, di pusat dan daerah orang memperebutkan
lembaga negara dan menjadikannya sumber akumulasi kekayaan. Korupsi
memporak-poranda tatanan politik, tidak ada lagi adab dan nilai. Indonesia
terancam hilang dari pergaulan dunia.
Dalam keadaan ini kaum muda kembali terpanggil untuk bangkit. Republik ini
berdiri untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dan keadilan sosial. Inilah arah dan jalan keluar dari krisis kita sekarang.
Dan menjadi tugas sejarah kaum muda untuk mewujudkannya.
Di dunia kini bergema slogan kekuasaan lama: sejarah sudah berakhir. Kaum muda
Indonesia menolak jalan buntu ini. Zaman ini bukan akhir dari sejarah, tapi
awal dari sejarah baru. Saatnya kaum muda dengan visi pembaruan berhimpun
dalam pergerakan menghapus penjajahan dan menegakkan negara kesejahteraan.
Saatnya kaum muda memimpin!
Jakarta, 28 Oktober 2007
Pergerakan Kaum Muda Indonesia
Yang menandatangi
Sukardi Rinakit, Faisal Basri, Yudi Latif, Chalid Muhammad, Ray Rangkuti,
Effendi Ghazali, I. Sandyawan Sumardi, Anies Baswedan, Budi S. Tanuwibowo,
Beny Susetyo, Budiman Sudjatmiko, Hilmar Farid, Benny S, Saifulloh Yusuf,
Fajroel Rahman, Maruli Gultom, Farid R Faqih, Rieke Diah Pitaloka, Franky
Sahilatua, Bima Arya S, Agung Putri, Bondan Gunawan, Andrinof A. Chaniago,
Radhar Tri Baskoro, Pdt. Saut Sirait, Isra Ramli, Jakobus E. Kurniawan, Benny
G Setyono, Judil Herri Justam, Soedaryanto, Chris Sinerkey Timu, Moh. Jumhur
Hidayat, Stanley, Sri Palupi, Thung Ju Lan, Saeful Tavip, Faisol Riza, Syarif
Bastaman, Yudhie Haryono, Ridaya Laodengkowe, Jahartap Yustin Pasaribu, Siti
Aisyah, Armida, Goklas Nababan, Dedy Rachmadi, Hermanus Tadon, Djumri
Soekardi, Djatmiko Wibowo, Sunarko, Kusfiardi, Aam P, Asrori, A. Mahromi,
Sukardi Hasan, Poltak Sinaga, Cecep Handoko, Arifin RM, Ulung Rusman, Herdi
Sahrasan, Affanulhakim, Kristo. P, ViviWidyawati, SereidaTambunan, Isnu
Handono, Victor T. Parantean, Indah Nataprawira, Wilson, Sinnal B, Ria
Esterita, Elisabeth Koesrini, Alwis Rustam, Andry Indardy, Dimas Purnama, Rudy
Gani, Dhika Y, Muslim Hafidz, Firdaus, Moenamho, Boy Syahbana, M.T Nataly
Situmorang, Fajar R Zulkarnaen, Jailani, Ferry Jauhari, Reza P. Topobroto,
Lalu Hilman Afriandi, M. Zuhri, A. Irfan, Maeda Yoppy, Khairul Anwar, Gigih
Guntoro, Dani Setiawan, Iwan Dwi Laksono, Deddy Ratih, Alexander Spinoza,
Mixilmina Munir, Syaiful Bahari, Wayan Sudane, Juliwanto, Eko Nugroho R, Ardy,
Pradikta Dwi Anthony, Ery Prasetyo, Faisal, Chapunk, Garda Sembiring, Nancy
Sunarno, Enrico, Teddy Kroen, Mohammad Hilal Tawakkal, Iwan Gunawan, Adi
Prasetyo, Lie Dharmawan, Chairil Syahbana Tarigan, Iwan, Azwar Zulkarnaen,
Syafiq Jawad, Ferdinandus Rendu, Sebastian Kia Suban, Mining Ismail, Tommy
Jematu, Sl. Asal Gusna, Reyhan Mazary, Harry Mulyono, Irenda Radjawali,
Hendra, Rosa, Lukman Hakim, Dicky Hadi. W, Azman Muchtar, Sahrin Hamid,
Asep Supri, Alghiffari Aqsa, Ade Iwan Nurachman, Dani Susetiawan, Mamet,
Johan, Fernandez, Agung W. H, Marthin Sinaga, Ahmad Tandjung, Aris Prasetyo,
Bachrowi, Benny, Ya Asurandi, Budiana Irmawan, Akbar Faizal, TB. Ace Hasan
Dzasali, Sri Rusminingtyas, Hazelia Margaretha, Melody Muchransyah, Edmond
Leonardo. S, Saiful Haq, Saeno M Abdi, Asnawi Ihsan, Bonnie Triyana, Bilven,
Job R. Purba, Ajianto Dwi Nugroho, Cornelia Istiani, M. Teguh Surya, Oeban
Hadjo, Yuni Asriyanti, Sefnath Manuel, Rudy Hartono, Ismett Inoni, R. Thamrin,
Haris, Alie, Emelia, Welas, Suhud Ridwan, Victoria Fanggidae, Deni Renoptri,
Harlans M Fachra, Ahmad Hambali, Mahfud Masuara, Dwitho Frasetiandy,
Mearisqie, John Hutabarat, Daniel Johan, Johny S Mundung, Agus Wahyudi, Buya
Abdul Aziz Aru Bone, Kiagus Amir, Erik Yosafat, Arief Arbianto, Andrias Hans,
Din Saja, M. Riza Damanik, Gusti Nurpansyah, Andi Tan, Agus Hartono, Usin
Abdisyah Putra.S, Djayadi Hanan, Nasrul Azwar, Andreas Iswinarto,
Chairil Syah, Hendri T.W. Asworo, Vinsensius Santoso, Alexander Ferry
Widjaja, Chairil Syah, Zen Smith, Gomar Gultom, Abdul Hamim Jauzie, Eka Fitti
Paldi, Ranto Sibarani, arief budiman, Arief Candra,S.Hut, Pandji R. Hadinoto,
M. Erwin Usman, Adji Alamsyah, Andre Andreas, Hendra Rumahorbo, Theodorus
Arif Harjono, Abdul Hadi Lubis, Nurul Khawari
sumber : http://www.berpolitik.com/ikrarpemuda.pl
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com