http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=14572\
1

Senin, 12 November 2007
Ekspos Pembangunan Bandara
Pemkot Diundang Dephub


Singkawang,-  Wali Kota, Drs H Awang Ishak MSi mengungkapkan, pemkot
telah mendapatkan undangan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
Departemen Perhubungan RI. Undangan ini terkait dengan rencana penetapan
tata ruang nasional sekaligus untuk ekspos tentang Pembangunan Bandara
di Kota Singkawang guna mendapatkan izin titik dari menteri.

"Mungkin besok, Senin (12/11) saya atau perwakilan pemkot akan berangkat
ke Jakarta untuk menghadiri rapat tersebut," katanya, kemarin. Pemkot
menurutnya optimis, izin titik akan diperoleh. Apalagi Pemprov Kalbar
sebelumnya telah memberikan persetujuan dan rekomendasi tentang
pembangunan bandara ini. Rekomendasi Gubernur Kalbar tersebut bernomor
550/4506/EKON.C tentang Rencana Penetapan Lokasi Bandar Udara Kota
Singkawang tanggal 30 Juli 2007.

Bahkan, Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Kalbar juga sudah
menindaklanjutinya dengan mengajukan Permohonan Penetapan Lokasi Bandar
Udara Baru di Kota Singkawang kepada Menteri Perhubungan RI. Di samping
itu, KAPET pun menurutnya sudah mengajukan kepada pemerintah pusat agar
di Kota Singkawang didirikan sebuah bandara. Dengan adanya rekomendasi
dari pemprov dan KAPET, diharapkan itu menjadi pertimbangan positif bagi
pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan saja rencana pembangunan bandara di Singkawang ini bisa
dimasukkan dalam rencana tata ruang nasional," ujar Awang. Jika berkaca
pada sejarah, menurutnya di Kota Singkawang juga pernah ada pangkalan
udara militer yakni di wilayah Sekip Baru (Singkawang I). "Jadi,
alangkah baiknya kalau pangkalan udara yang hilang itu kita hidupkan
kembali, cuma posisinya saja yang digeser," katanya.

Pada prinsipnya, tambah Awang, Departemen Perhubungan RI tidak keberatan
jika dibangun sebuah bandara. Apalagi dari hasil studi kelayakan, hal
ini sudah dipandang memenuhi syarat. Permasalahan yang ada, kata dia,
hanya tergantung soal investasi pembangunan bandara tersebut. Karena
itu, diharapkan pihak PT Angkasapura bersedia untuk bekerjasama.
Berbicara tentang dukungan pihak Angkasapura ini, Awang juga merasa
optimis.

Sebab, pemkot sudah menyiapkan lahan seluas 5 kali 5 kilometer di Sei
Rasau untuk bandara. Lokasi ini dinilai punya banyak keunggulan
dibanding bandara di Supadio yang kabarnya akan dipindahkan. "Di Supadio
lahannya relatif labil dan dekat dengan air pasang. Kabarnya bandara di
Supadio juga akan dipindah. Nah, di Sei Rasau lokasinya pas, jauh dari
laut. Jika izin titik Bandara di Singkawang nanti kita peroleh, tidak
perlu repot mencari lokasi lain, di Purun atau dimana," jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, lokasi pembangunan bandara telah
ditetapkan di wilayah Kecamatan Singkawang Utara tepatnya di Kelurahan
Sungai Rasau. Tahap awal dari pelaksanaan kerja bandara akan dimulai
dari tranportasi angkutan pesawat cargo. Bila semakin maju, akan
dilanjutkan ke pesawat penumpang. Pembangunan bandara ini akan
dikerjasamakan dengan investor. Berdasarkan hasil studi kelayakan yang
telah dilakukan pihak ketiga (consulting engineer) tahun 2005/2006 lalu,
pembangunan bandara di Singkawang telah dinilai layak.

Diharapkan pembangunan bandara ini nanti bisa memberikan dampak
signifikan bagi pembangunan Kota Singkawang dan sekitarnya. Sebab,
dengan adanya bandar udara di Kota Singkawang, maka arus barang dan jasa
akan semakin lancar. Hal ini dipandang akan sangat mendukung
perkembangan Kota Singkawang sebagai pusat perdagangan, pariwisata dan
agropolitan di kawasan Utara Propinsi Kalbar.(rnl)



Kirim email ke