http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Pilkada&id=145965
Rabu, 14 November 2007 Tinta Diharapkan Efektif Atasi Coblos Dua Kali Kartu Pemilih Belum sampai ke Pemilih [DISTRIBUSI : Petugas siap mendistribusikan surat suara. Foto Mudjadi/Pontianak Post] Pontianak,- Sehari menjelang Pemilu Kalbar dihelat, daftar pemilih tetap (DPT) menjadi masalah serius. Tak hanya menjadi keluhan di lapangan, tapi juga di "komplain" di kantor KPU Propinsi Kalbar. Nama pemilih yang diduga tercatat double pada TPS berbeda, Nazirin mengingatkan nanti petugas akan mencoret salah satu nama. Tak perlu khawatir, kata dia, karena mengantisipasi pencoblosan dua kali, tinta ditangan diharapkan efektif. Jika menemukan indikasi pencoblosan dua kali, diminta petugas juga segera mengamankan. "Setelah mencoblos, pemilih harus menggunakan tinta, minimal 30 detik sampai kering sebelum meninggalkan TPS," kata Nazirin anggota KPU Kalbar. Aida Mokhtar, Ketua KPU Kalbar mengatakan, pihaknya tidak bisa mengakomodir penduduk yang tidak terdata. Tetapi jika sudah dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dan tidak memperoleh kartu pemilih dan undangan, tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Ini bisa dilakukan dengan petugas di TPS meminta kartu identitas, baik KTP, SIM, maupun lainnya untuk kepentingan mencocokan nama yang bersangkutan. "Menghilangkan hak pilih seseorang dengan sengaja merupakan pelanggaran, silakan laporkan ke Panitia Pengawas," ucap Aida Mochtar. Penegasan Aida Mochtar itu menjawab pertanyaan dari perwakilan tim kampanye calon Gubernur maupun berbagai elemen yang datang ke KPU, Selasa. Masih adanya masyarakat yang belum mendapat kartu pemilih, ketua KPU Kota Pontianak yang ditemui di gedung KPU Kalbar dengan diplomatis mengatakan keliruan di lapangan bisa saja terjadi. "Biasalah, pesta kawin saja ada piring dan gelas yang pecah, apalagi ini pesta demokrasi se Kalbar," ucap Hefni Supardi dengan diplomatis. Bukan hanya kartu pemilih yang belum sampai ke tangan pemilih. M.Sabrani didampingi Drs Dede Junaidi mengungkapkan adanya data pemilih yang double di TPS berbeda. Temuan itu terjadi di Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Pontianak. DPT baru didapat RT, kata M.Sabrani pada Senin malam. Sedangkan DPS (Daftar Pemilih Sementara) tak pernah diumumkan. "Saya ini juga pejabat RT, tetapi nama saya tidak terdaftar, malah adik ipar saya terdaftar di dua TPS, ini ada ada," ujarnya. Ditambahkan Drs Dede Junaidi ada yang sudah meninggal ternyata juga masih terdata. Dede yang juga coordinator tim kampanye Akil Moctar kabupaten Pontianak mengaku ternyata tak terdaftar dalam DPT. Padahal, kata dia, pada Pemilu legislative dan Presiden mereka juga terdaftar. Adanya kecurigaan itu mereka juga mendatangi kantor desa. Masih versi mereka, aparat desa terkesan lepas tangan dan menyarankan ke KPU. Karena itulah, mereka ke KPU Kalbar. Saat di KPU Kalbar, masalah daftar pemilih menjadi sorotan tajam. Baik dari forum mahasiswa pemuda mencari keadilan maupun tim kampanye pasangan calon. Masih seputar Daftar Pemilih Tetap (DPT), sampai pukul 14.00 WIB, anggota KPU harus menghadapi perwakilan masyarakat. Sementara itu, sampai tadi malam masih banyak warga Kota Pontianak yang belum dapat kartu pemilih. "Banyak warga yang belum dapat, justru yang dapat anak-anak kecil," kata sumber Pontianak Post. (ndi)
