http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=14595\ 8
Rabu, 14 November 2007 Data Kacau, KPU Singkawang Didemo Pemilih Singkawang,- Akibat data pemilih yang kacau balau, kurang lebih lima ratusan warga Singkawang, Selasa (13/11) siang sekitar pukul 09.00 WIB mendatangi Kantor KPUD Singkawang Jalan Dr Soetomo. Ratusan warga tersebut memprotes lantaran sampai aksi mereka lakukan, belum memperoleh kartu pemilih dan tak terdaftar sebagai pemilih. Warga yang ditemani oleh elemen mahasiswa peduli pemilu, merasa hak politiknya telah dikebiri karena tak dapat memilih pasangan calon yang maju dalam pemilu gubernur dan Wali Kota Singkawang. Menggunakan kendaraan roda dua dan ratusan massa langsung merangsek masuk ke halaman gedung KPU dan membentangkan kertas karton. Karton itu bertulisan, KPU mandul, KPU = Komplotan Penipu Ulung, Pemilu ditunda, KPU jangan bodohi warga dan lain-lain. Para orator, meminta kepada KPU Kota Singkawang agar memberikan izin kepada pemilih di Kota Singkawang yang tak terdaftar dalam DPT agar dapat menggunakan hak pilihnya. "Dengan mengunakan KTP dan KK hendaknya warga yang tak masuk dalam DPT dapat memberikan hak pilihnya," katanya. Massa menyambut yel-yel dan meminta agar di halaman Kantor KPU dibuatkan TPS khusus bagi mereka. KPU Juga diminta membuat surat edaran kepada KPPS untuk memberikan izin kepada para pemilih yang telah terdaftar untuk menggunakan hak suaranya. Disela-sela aksi, perwakilan massa dipersilahkan bertemu dengan anggota KPU. KPU tetap pada aturan, yang tidak terdaftar tidak bisa memberikan hak suara. Sementara warga yang tidak memperoleh kartu pemilih dan terdaftar boleh mencoblos dengan menunjukan identitas diri seperti KTP atau KK. Salah seorang anggota KPU, mereka disarankan untuk mendatangi Dinas Sosdukcapil. Warga pun bergerak ke Kantor Sosdukcapil. Di dinas tersebut, perwakilan warga diterima oleh Kasi Pendudukan, Bambang Feryanto. Karena tak dicapai kata sepakat, massa hanya sebentar lalu menuju gedung DPRD. Perwakilan warga diterima oleh anggota dewan, Ridha Wahyudi SH, Agustinus Falen, Nicolaus Unung, Nurhasanah S Ag Msi dan Nur Indrawati SH. Iwan Gunawan, seorang perwakilan warga meminta kepada dewan untuk membuat kebijakan terkait soal data pemilih. Bahkan Dedy Mulyadi meminta kepada kepada dewan untuk menunda pemilu Kota Singkawang sampai KPU betul-betul siap. (zrf)
