http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=70256

*Rabu, 20 Februari 2008*
*Jelang Cap Go Meh, Tatung Mulai Pawai Keliling Kota
*
*Singkawang,-*  Puluhan tatung dari berbagai kelenteng di Kota Singkawang
mulai berpawai keliling kota, Selasa (19/2) siang. Tiap-tiap tatung
dilengkapi dengan tandu, umbul-umbul, serta diiringi belasan pengikutnya.
Demikian juga aroma dupa turut tersebar dengan keberadaan parade tersebut.

Para tatung ini senantiasa mengunjungi beberapa kelenteng besar guna meminta
izin. Aciau, salah satu pengurus Kelenteng Fuk Tet Chi di Jalan Kalimantan
menyebut, kedatangan tatung tersebut juga sebagai wujud penghormatan. "Para
tatung tersebut berasal dari kelenteng yang lebih kecil dibanding Kelenteng
Fuk Tet Chi," tandasnya.

Walaupun prosesi sembayang tersebut singkat, namun ruas jalan di sekitar
kelenteng macet dan dijejali dengan puluhan kendaraan roda dua dan empat.
Demikian juga para pejalan kaki, turut terpancing dan bergairah menyaksikan
ritual keagamaan tersebut. Sehingga konsentrasi massa semakin berjubel. "Ini
juga sebagai perwujudan pembersihan kota dari roh-roh jahat," tandas Aciau
yang diaminkan oleh beberapa rekan kerjanya.

Terlihat semua tatung kebal terhadap pisau, pedang maupun ujung tombak yang
tersedia di tandu. Kaki mereka pun berdiri dengan pongah di mata pedang.
Kepala para tatung pun bermahkotakan parang, dengan tangan yang meraba-raba
ujung tombak yang demikian tajam.

Para tatung semakin menjadi-jadi tak kala gendang dengan semangat ditabuh
secara terus menerus. Mengatasi kemacetan jalan, maka sebagian besar aparat
keamanan sibuk mengatur lalu lintas. Dan menjelang magrib, parade tatung
secara teratur berhenti. Vihara Tri Dharma Bumi Raya seperti tahun-tahun
sebelumnya, kembali menjadi lokasi yang paling banyak disinggahi para
tatung. (man)

Kirim email ke