http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Utama&id=70217
*Rabu, 20 Februari 2008* *Pawai Lampion Terangi Kota Singkawang * *Cap Go Meh, 400 Tatung Beraksi * *Singkawang,-* Kota Singkawang, Selasa (19/2) malam terlihat meriah. Arak-arakan lampion dan puluhan mobil hias berkeliling kota. Ribuan pasang mata menyaksikan rangkaian event kolosal perayaan Tahun Baru Imlek 2559 dan Cap Go Meh tersebut. "Kami menyambut baik pawai lampion sebagai kegiatan wisata layak jual. Maksud hakiki pawai ini mungkin sebagai penerang jalan bagi arwah para leluhur untuk turun ke bumi, guna berkomunikasi dengan para tatung saat perayaan Cap Go Meh," kata Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM saat melepas peserta pawai lampion, di halaman Kantor Wali Kota Singkawang. Terlihat hadir Wakil Wali Kota Drs Edy R Yakoub MSi dan Ketua DPRD H Zaini Nur dalam pawai yang berakhir di Happy Building itu. Tak hanya warga Singkawang yang menonton, para wisatawan dalam dan luar negeri pun tak meninggalkan moment menarik dan spektakuler itu. Berjubelnya pengunjung ke 'kota amoy' tersebut seiring rangkaian Tahun Baru Imlek 2559 dan Cap Go Meh berlangsung selama 15 hari mulai Kamis (7/2) lalu. Panitia Festival Cap Go Meh Singkawang 2007 yang diketuai Cin Miaw Fuk telah selesai menggelar Malam Imlek dan Pawai Lampion. Masih tersisa dua kegiatan lagi yakni Pentas Budaya Cap Go Meh, Jumat (20/2) malam. Serta aksi 400 tatung pada puncak perayaan Cap Go Meh, Kamis (21/2) lusa. Para lauya bergerak dari eks Bioskop Kota Indah, Jalan Budi Utomo, Jalan Hasan Saad, Jalan Saman Bujang, Jalan Kepol Mahmud, Jalan Niaga dan berakhir di Jalan Sejahtera. Atraksi sarat magis tersebut mampu menyedot perhatian masyarakat domestik maupun internasional. Wakil Ketua Panitia Abdul Hadi SE MSi menyebut seluruh acara sudah dipersiapkan sedemikian rupa. Bahkan para tatung sudah mendapat bayaran sesuai dengan ketentuan. "Kota Singkawang menjadi pusat pelaksanaan Cap Goh Meh. Karena punya roh dan paling spektakuler," jelasnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs Syech Bandar MSi menyebut Cap Go Meh sebagai even nasional dan internasional. Karenanya dipersiapkan semaksimal mungkin agar berlangsung sukses dan meriah. "Masyarakat non Tionghoa diharap turut menghargai perayaan ini. Tanpa harus mengikuti dan masuk pada kegiatan ritualnya," tandas mantan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Singkawang ini. Dengan kehadiran wisatawan menjadi rahmat bagi Kota Singkawang. Pasalnya parawisata erat kaitan dengan ekonomi. Bandar menyebut telah mengkoordinasikan para PKL, penjaja souvenir maupun seluruh masyarakat agar menyambut baik para wisatawan. 'Beri wisatawan empati. Bila perlu informasi jelaskan dengan baik," imbaunya. Seputar permasalah hotel yang sudah habis dipesan sejak dua bulan lalu, Bandar telah memiliki alternatif program home stay. Yakni, masyarakat diperbolehkan menjadikan rumah sebagai penginapan. "Semuanya dalam koordinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata," ujarnya. (man)
