http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Utama&id=70261
*Jumat, 22 Februari 2008* *Tatung Sihir Ribuan Pengunjung * *Cap Go Meh, Ajang Spektakuler * *Singkawang,-* Event tahunan yang dikemas apik, berjalan sukses. Warga dan wisatawan tumpah ruah. Singkawang semakin mantap wujudkan kota pariwisata. Perayaan Cap Go Meh 2008 di Kota Singkawang, Kamis (21/2) kemarin berlangsung spektakuler. Di sepanjang jalan utama dipenuhi ribuan pengunjung yang menyaksikan atraksi 400 tatung, 13 jelangkung, 12 patung shio dan naga. Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH berkenan melepas parade para tatung yang ditandai dengan penabuhan genderang. Jalan-jalan utama Kota Singkawang sejak pagi kemarin telah disterilkan dari kendaraan roda dua dan empat. Jalan Diponegoro, Jalan Budi Utomo, Jalan Hasan Saad, Jalan GM Situt dan Jalan Saman Bujang penuh dengan ratusan ribu manusia. Para pengunjung rela berjalan kaki hingga siang hari guna mengikuti pesta para lauya tersebut. Para tatung sepertinya mengerti hasrat dan kerinduan hati para pengunjung. Ditambah genderang yang ditabuh bertalu-talu, demikian juga asap dupa bertebaran memenuhi ruas jalan. Orang-orang 'sakti' ini mempertunjukkan ritual magis bercampur seni budaya yang sangat fenomenal seperti menusuk pipi dengan besi, menyayat kulit dengan pedang, menginjak mata tombak dan parang dengan kaki telanjang. Beberapa di antara para tatung itu terhitung berusia belia. Selain belajar mereka juga mengaku mendapat titisan kesaktian dari nenek moyang. Cornelis dari panggung kehormatan di Jalan Diponegoro saat pelepasan parade tatung menyebut perayaan Cap Go Meh sebagai pesta masyarakat. Seluruh warga layak mendapatkan penghargaan atas penyelenggaraan even ritual tersebut. "Kita wajib bangga menjadi warga negara Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika," ujar Cornelis. Cornelis mengakui Kota Singkawang sebagai kota pariwisata dan hendaknya sektor jasa terus digenjot demi mendukung perkembanganya. "Kita juga bersyukur bermukim di Kalimantan karena bertetangga dengan Malaysia dan Brunei Darussalam," ujar Cornelis. Wali Kota Singkawang, Hasan Karman, SH, MM menjelaskan even Cap Go Meh telah menjadi agenda pariwisata andalan Kota Singkawang. Event yang dilaksanakan setiap tanggal 15 Tahun Baru Imlek ini memiliki karakteristik tersendiri. Tatung, kata Hasan Karman menggelar acara ritual dengan atraksi sangat spektakuler dan itu diakui masyarakat. Buktinya, mampu menarik perhatian masyarakat Kota Singkawang bahkan wisatawan domestik dan mancanegara. Konsekuensi logis, menjelang perayaan Cap Go Meh setiap tahunnya Kota Singkawang selalu dibanjiri tamu dari luar sehingga hotel, rumah makan bahkan penginapan penuh. "Ciptakanlah hal yang berkesan sebagai simbol Kota Singkawang yang menarik bagi wisatawan untuk dikunjungi," tutur Hasan. Lebih lanjut, dia mengharapkan kualitas perayaan Cap Go Meh 2008 senantiasa ditingkatkan atau diperkaya agar tidak sekadar menjadi acara rutin belaka. Tetapi menjadi even yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan wisata Kota Singkawang di tahun-tahun mendatang. "Berharap perayaan Cap Go Meh dapat dijadikan karakteristik khas dalam pengembangan budaya di Singkawang. Untuk mendukung Kota Singkawang sebagai taman wisata Kalimantan Barat," urai Hasan Karman. Sementara itu, Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Singkawang 2008 Cian Miau Fuk menuturkan Festival Cap Go Meh turut mendukung program pemerintah khususnya Visit Indonesian Years 2008. Tujuan akhir adalah Kota Singkawang menjadi daerah wisata terkemuka di Kalbar maupun di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, anggota Dewan Pertimbangan Presiden DR Syahrir mengungkapkan kekaguman terhadap gawe ritual tersebut. "Sungguh luar biasa," decaknya seraya mendapat penghormatan dari para tatung yang berpawai di depan panggung kehormatan. Ditemui di tengah-tengah kerumunan massa, Drs Syehbandar MSi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Singkawang menegaskan Kota Singkawang sebagai pusat perayaan Cap Go Meh 2008. Para tatung dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya maupun Kabupaten Pontianak ikut berpartisipasi pada perayaan di Singkawang. "Semua berjalan sesuai harapan Pemkot dan panitia," kata mantan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Singkawang ini. Salah seorang warga Kota Singkawang, Pariaman SH MH menuturkan perayaan Cap Go Meh akan jauh lebih dahsyat jika didukung ramah tamah dan empati penduduk lokal terhadap pendatang. "Bali bisa maju karena masyarakat setempat sangat kreatif. Yakni dengan menghasilkan souvenir atau cenderamata menarik dan ciri khas Singkawang," ujar Pariaman yang juga pengacara kondang ini. Lydia, wisatawan asal Jakarta mengaku datang ke Singkawang khusus untuk menonton Cap Go Meh. "Ini kunjungan perdana. Dan saya sangat puas," urai wanita berambut pirang ini. Dari pantauan Equator, arak-arakan tatung berakhir sekitar pukul 15.00. Dilanjutkan dengan pelelangan barang-barang seperti keramik, jeruk dan minuman botol yang telah diberkati para tatung. Soal pengamanan, Polres Singkawang bekerja total. "Guna mencegah tindak kriminal, kita telah menahan tujuh pemuda yang dicurigai hendak mencopet," kata Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Sarjono. (man)
