Istri Wakot Pontianak Siap Ikuti Pemilihan Wakot
 Sabtu, 19 April 2008 | 12:00 WIB

*PONTIANAK, SABTU* - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Sri Astuti
Buchary (Istri Walikota Pontianak, Buchary Abdurrachman, periode 2003-2008)
menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Pemilihan Walikota dan Wakil
Walikota Pontianak periode 2008-2013, Oktober mendatang.

"Bukti kesiapan, kita sudah menyiapkan baik dari segi mental dan spiritual,
atau siap massa, partai dan peluru (uang-red)," kata Sri Astuti Buchary, di
Pontianak, Sabtu.

Ia mengatakan, hingga saat ini sudah beberapa partai politik yang ia lamar
untuk mengusungnya pada Pilwako mendatang, diantaranya, PPP, PDIP, Partai
Demokrat dan lain-lain.

"Hingga kini kita masih belum memastikan akan menggunakan partai politik
mana," katanya.Ada beberapa program yang akan dilanjutkan dalam pembangunan
Kota Pontianak, seandainya ia terpilih, di antaranya akan melanjutkan
pembangunan di bidang pendidikan wajib belajar sembilan tahun yang kemudian
dilanjutkan menjadi 12 tahun.

Sri Astuti Bucahry menjelaskan, seandainya terpilih nanti, sebagai kaum
perempuan, ia akan memperjuangkan hak-hak perempuan di bidang politik yang
menurut Undang-undang mempunyai kuota 30 persen, serta menekan seminimal
mungkin KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang selama ini banyak dialami
oleh perempuan dan anak-anak.

"Sebagai seorang perempuan, saya  bercita-cita akan mengembangkan usaha
kecil dan menengah (UKM) yang banyak menyedot tenaga kerja, terutama ibu
rumahtangga sebagai penghasilan tambahan," kata Sri Astuti Buchary.

Kemudian, yang penting agar tercipta iklim pemerintahan yang bersih, maka ia
akan menciptakan iklim pemerintahan yang transparan, sehingga tidak ada
kecurigaan di kalangan masyarakat terhadap pembangunan yang telah
berlangsung.

Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof.
Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie mengatakan, tidak akan lahir seorang pemimpin
yang sesuai pilihan rakyat, selama sistem pencalonan harus melalui partai
politik.

"Karena yang akan maju dan dicalonkan oleh partai politik dalam pemilu
pilkada pasti orang yang mempunyai uang untuk menggerakkan sistem di
parpol," ujarnya.

Syarif Ibrahim mengatakan, sudah menjadi rahasia umum, seseorang yang akan
maju dalam pemilihan umum baik, pemilu presiden, gubernur, bupati, hingga ke
tingkat lurah, selalu menggunakan uang untuk melakukan kampanye dalam
menarik hati masyarakat agar memilih mereka.

Apa mungkin bisa tampil seorang pemimpin sesuai hati nurani rakyat, kalau
pemimpin yang hendak pilih nanti harus membayar sejumlah uang kepada parpol
yang akan mengusung dirinya untuk maju dalam pemilu Pilkada.

Jumlah pemilih berdasarkan daftar pemilih tetap yang ada saat ini sekitar
396.260 pemilih dengan jumlah penduduk sekitar 530.669 jiwa. Itu artinya
sekitar 74,67 persen penduduk yang terdata atau ada peningkatan delapan
hingga sembilan persen.

Diperkirakan akan ada sekitar 800 TPS (Tempat Pemungutan Suara) dalam
pemilihan walikota mendatang. nama-nama figur yang diperkirakan maju dalam
pemilihan walikota Kota Pontianak saat ini sudah bermunculan dalam jajak
pendapat di media koran daerah.

Mereka di antaranya, Ketua DPRD Kota Pontianak Gusti Hersan Aslirosa, Ketua
PKK Kota Pontianak, Sri Astuti Buchary, Wakil Walikota Pontianak,
Sutarmidji, Kepala Bapedalda Pemprov Kalbar, Tri Budiarto, Direktur STAIN
Pontianak, Haitami Salim, dan sejumlah nama lain yang terdiri dari kalangan
pengacara, pengusaha, tokoh masyarakat, hingga pembalap.

Kirim email ke