22 April 2008 13:25:06 WIB *MASUK TENTARA TIDAK DI PUNGUT BIAYA* 453 prajurit siswa Secata PK secara resmi dilantik menjadi prajurit baru dalam upacara penutupan Secata PK gelombang II tahap I TA 2007, yang dilaksanakan di Gombong, Kebumen, Senin (21/4). Upacara ini dipimpin langsung oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Pramono Edhie. Pada kesempatan ini turut hadir Bupati beserta anggota Muspida Kebumen, pejabat teras Kodam IV/Diponegoro serta para orang tua/wali prajurit tamtama yang dilantik.
Keberhasilan dalam merampungkan pendidikan tahap pertama ini menandai titik awal dari kehidupan dan pengabdian sebagai Prajurit TNI AD dengan pangkat Prada. Sebagai konsekuensi atas keberhasilan tersebut, sebagai prajurit baru dituntut agar segera merubah sikap dan mental dari masyarakat umum menjadi prajurit TNI yang dalam setiap perilakunya harus mentaati setiap peraturan atau disiplin militer. Himbauan secara tertulis dari Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Darpito Pudyastungkoro, S.IP., M.M. yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro diatas merupakan nasehat sekaligus perintah kepada para mantan prajurit siswa Secata PK agar dipedomani dan dilaksanakan dalam mengabdi di satuan yang baru nantinya. Lebih lanjut Panglima Kodam IV/Diponegoro mengharapkan, agar setiap prajurit baru harus mampu memberikan pengabdian yang total, sebagai pelaksana tugas di depan dan sebagai ujung tombak satuan. Oleh karena itu, dituntut untuk terampil dan mahir dalam olah yudha dengan didukung penampilan fisik yang prima, sehingga akan selalu siap bertugas dimanapun akan ditempatkan. Panggilan tugas merupakan kehormatan bagi seorang prajurit. Berikan yang terbaik demi Bangsa dan Negara yang kita cintai, meskipun nyawa sebagai taruhannya. "Dihadapkan pada kecenderungan semakin meningkatnya angka pelanggaran yang terjadi, khususnya kasus-kasus asusila, perkelahian, narkoba, pembunuhan, desersi yang melibatkan para prajurit muda, hal ini menjadikan keprihatinan kita semua. Sebagai prajurit yang baru saja dilantik, kalian tidak boleh sedikitpun melakukan kesalahan apalagi sengaja melanggar peraturan dan disiplin militer. Ingat dan hayati 7 pelanggaran berat TNI", tegas Pangdam. Sementara itu, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Pramono Edhie Wibowo menambahkan, dalam proses perekrutan atau seleksi prajurit TNI baik Tamtama, Bintara, maupun Perwira setiap calon prajurit tidak dipungut biaya sedikitpun. Tolak ukur yang dipakai hanyalah sejauh mana setiap calon mempersiapkan dirinya. Untuk itu, diharapkan kepada semua saja yang berminat untuk menjadi prajurit TNI agar mempersiapkan secara maksimal baik fisik maupun mentalnya dalam mengikuti seleksi. Untuk tahap selanjutnya ditempa menjadi prajurit TNI AD yang tangguh dan profesional. Disamping itu, Kasdam juga berpesan kepada seluruh orang tua mantan prajurit siswa Secata PK agar senantiasa memberi dukungan moril yang tinggi kepada putra-putranya dimanapun nanti mereka akan ditugaskan. Karena itu adalah janji setiap prajurit untuk siap melaksanakan tugas dimanapun ia berada. Sebagai kegiatan lanjutan, berikutnya Kasdam IV/Diponegoro menuju Rindam IV/Diponegoro dalam rangka meresmikan pengoperasian jaringan internet di lingkungan Rindam IV/Diponegoro. Wahana ini dinilai sangat penting dalam rangka pengembangan teknologi informasi seiring dengan semakin derasnya arus dimasa sekarang. Selain itu dengan dibukanya jaringan internet ini pembinaan sumber daya manusia khususnya prajurit TNI akan lebih optimal dalam rangka menjawab tantangan kedepan yang semakin kompleks. (Pendam 4/Dispenad/Gnr)
