Masalahnya bukan tionghoa atau non tionghoa. Persoalannya adalah tidak adanya aturan yg jelas tentang pembentukan panitia capgome. Gak jelas siapa yg punya hak utk memilih panitia, bagaimana per tanggungjawaban panitia,dll. Beberapa tahun terakhir ini,selalu ada pro dan kontra thd panitia. Tahun 2009 juga demikian,pasti ada yg pro dan ada kontra,itu demo kratis. Yg terpenting panitianya sudah bekerja sesuai aturan. Tahun ini capgome dimeriahkan di beberapa daerah di indonesia , kalo mau menarik wisatawan,panitia harus membuat acara yg unik, misalnya kompetisi keserasian tari barongsai (3-5 barongsai).Kalo barongsai di atas tonggak,itu sudah umum dan bisa disaksikan di mal. Kalo pesertanya cukup banyak,semua barongsai bisa dikumpul kan di satu tempat,syukur kalo bisa masuk muri. Tidak perlu mendatangkan penyanyi dari luar daerah, dimana mana kalo ada perayaan bernuansa budaya,selalu ditampilkan potensi daerah setempat,berilah kesempatan pada penyanyi atau seniman lokal utk menunjukkan kebolehannya. Siapa tahu,suatu saat nanti mereka bisa mengharumkan nama Skw. Salam.
-- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Salam sejahtera saudara sekampung halaman di manapun berada, moga sehat selalu dan penuh damai sejahtera. > > Sebentar lagi akan dibentuk panitia capgomeh 2009 walau event masih lama. Harapannya tentu agar persiapan bisa lebih matang dan mantap, apalagi menyangkut sosialisasi ke luar daerah dan sponsorship. > > Menurut Anda, apakah lebih baik memakai tokoh nonTionghoa untuk menduduki pos Ketua Panitia mengingat susahnya menyatukan perbedaan pendapat tokoh-tokoh Tionghoa? Memang susah menyatukan pendapat para tokoh Tionghoa semeja. Sebagai perbandingan, Ketua Umum MTQ ke-22 kemarin adalah dari tokoh nonmuslim dan hasilnya luar biasa, sukses besar. > > Terima kasih. > > Salam, > Hendra Bong. > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT >
