Waduh bangga rasanya Singkawang bisa berhasil seperti itu dalam waktu yang cepat. Kalau saya boleh berikan saran, pertahankan kedinamisan hidup bermasyarakat yangkitapunyai dengan melibatkan semua komponen bangsa tanpa pandang bulu. Saatnya kita tunjukkan kalau di kota tercinta kita tidak mengenal yang namanya minoritas atau mayoritas. Perbedaan tetap kita lihat sebagai suatuhal yangbaik dalam membangun demokrasi. Justru keunikan dan pembauran orang Singkawang yang membuat saya bangga menjadi orang Singkawang, saya baru sadar kalau keunggulan itulah yang membuat selalu lebih bijaksana dalam menyikapi persoalan. Mari kita satukan tekad untuk membawa nama baik bagi Singkawang kita. Sekedar saran lagi, mungkin dalam rangka memersiapkan panitia Cap Go Meh yang akan datang sebaiknya dijadikan moment untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan ke kota kita yang tentunya akan membantu sumber kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat tentunya.Berikan motivasi, dan short training mengenai bagaimana melayani, bisa melibatkan seluruh komponen anak anak muda. Rumah rumah masyarakat yang bisa dijadikan tempat penginapan yang tentunya terkoordinasi. Kalau perlu jual budaya kebersamaan dan keramah tamahan masyarakat kita, mungkin bisa lakukan studi banding ke Bali, bagaimana membangun budaya pariwisata. berdayakan pembuatan souvenir khas daerah yang bisa dijual dan banyak lagi yang bisa kita gali. Waduh maaf banget yah jadi ikut meramaikan saja. Saya pribadi lagi mencoba mengharumkan nama Singkawang lewat program "Peduli Anak Bangsa " yang saya kampanyekan lewat buku tulisan saya yang ternyata dapat apresiasi yang sangatbaik dari masyarakat luas.Buku dengan judul" Siapa Bilang Ibu bekerja tidak bisa mendidik anak dengan baik " terbitan Elex Media Komputindo ( Gramedia Group ), dalam waktu yang cukup singkat sdh mau memasuki cetakan ke dua. Mari , siapapun kita berjuanglah untuk Singkawang dan berjuanglah untuknegara kita Indonesia. Salam Peduli Anak Bangsa Melly kiong
