http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=159479
*Jumat, 6 Juni 2008* *Swasta Diminta Ikut Kelola Sampah Kota * *Tiru Yayasan Budha Tzu Chi* *Singkawang,-* Pengelolaan persampahan di Kota Singkawang hendaknya tidak terlalu tergantung kepada pemerintah. Pihak swasta seperti yayasan-yayasan dan elemen masyarakat dapat ikut berkiprah dan membantu. Demikian menurut Dwi Fitriyadi SH dari LSM Opini didampingi rekannya, Dedy Suryadi dan U Albert, kemarin. Berdasarkan hasil studi banding beberapa personil LSM didampingi Dinas Kesbangpora ke Yayasan Budha Tzu Chi, Jakarta beberapa waktu lalu, menurutnya ada beberapa hal yang bisa diadopsi oleh masyarakat Singkawang, terutama mengenai pengelolaan sampah. "Yayasan Budah Tzu Chi sudah cukup lama melakukan pengelolaan sampah secara swadaya membantu pemerintah. Yayasan menyediakan tempat sampah untuk masyarakat, kemudian yayasan pulalah yang mengangkutnya secara gratis," ungkap Dwi. Sampah-sampah tersebut lalu diangkut ke tempat penampungan dan dipilah-pilah antara sampah basah dan kering, organik dan anorganik, yang bisa didaur ulang dan yang tidak. Yayasan ini juga aktif mengumbuhkembangkan kesadaran sosial tentang pentingnya kebersihan. "Kiprah yayasan ini perlu ditiru. Alangkah baiknya jika pihak swasta atau yayasan di Singkawang juga seperti itu," ujar dia. Selama ini, menurutnya upaya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat di Kota Singkawang masih perlu ditingkatkan. Kebersihan di kota ini diyakini akan menjadi semakin baik jika upaya peningkatan kesadaran masyarakat lebih digencarkan dan swasta juga memainkan perannya. Informasi yang didapatkan saat kunjungan ke Yayasan Budha Tzu Chi tersebut dirasakan sangat besar manfaatnya. LSM Opini juga menyatakan salut dengan yayasan ini yang getol memberikan bantuan-bantuan sosial di seluruh Indonesia. Padahal, Yayasan tersebut awalnya hanya beranggotakan 30 ibu rumah tangga yang menyisihkan sejumlah kecil uang setiap hari. Dari berbagai sumber, saat ini Yayasan Budha Tzu Chi sudah menjadi salah satu dari tiga organisasi Buddha terbesar di Taiwan dan telah memiliki kurang lebih 10 juta anggota di berbagai negara di dunia. "Yayasan ini sudah beberapa kali membantu Kota Singkawang dengan menyalurkan beras miskin. Namun, dari hasil dialog kami, ke depan yayasan ini menyatakan tidak akan lagi membantu dalam bentuk beras miskin tetapi dalam bentuk pembukaan lapangan kerja. Mereka ingin memberikan kail, bukan ikan. Tetapi kita belum tahu bagaimana bentuknya," jelas dia. Selain mengunjungi Yayasan Budha Tzu Chi, tambah Dwi, pihaknya juga mendatangi Komisi IV DPR RI. Dari pertemuan tersebut, didapatkan pula informasi yang cukup penting bagi masyarakat di antaranya mengenai program pemerintah memberikan bantuan traktor gratis kepada petani. "Petani yang ingin mengakses bantuan tersebut bisa mengajukan ke dinas terkait. Nanti, dinas terkait akan menyampaikan ke pemprov dan ditembuskan ke Dirjen Sarana dan Prasarana Produksi di Departemen Pertanian. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2007," terangnya.(rnl)
