secara kebetulan saya mendapatkan artikel dibawah ini.
Apa betul ya . . . pelik & rumit distribusi BBM di Indonesia ini ?
Salam Hormat,
HB.
Peliknya
arus BBM di Indonesia
Menyediakan
BBM buat masyarakat yg dilakukan pemerintah cq Pertamina serta partner-partner
baru yg baru saja masuk Indonesia (Shell, Petronas dll) menarik utk dilihat.
Banyak yg memiliki kepentingan
dengan BBM ini. Masyarakat tentunya ingin agar BBM itu murah (walopun saya
lebih cenderung menyatakan “terjangkau”) dimanapun mereka berada. Pengusaha
menginginkan harga bersaing serta ketersediaan BBM secara kontinyu. Dipihak
lain pemerintah mengingkan pertamina menjadi sumber penghasilan serta sebagai
stabilisator harga minyak diseluruh teritorial negara . Sangat jelas bahwa
menyediakan BBM murah (terjangkau) bukan hal yg mudah tentusaja. Beberapa
kedalanya utama antara lain harga minyak dunia yang tidak selalu stabil bahkan
cenderung naik, sumber minyak dalam negeri yg cenderung menurun akhir-akhir
ini, keterpurukan ekonomi Indonesia yg sedang menuju peneymbuhan, serta kondisi
kondisi alam Indonesia yang
geografis terdiri atas beribu pulau. kerumitan serta keunikan ini menjadikan
distribusi BBM menjadi sangat rawan terhadap penyelewengan yg mudah
dimanfaatkan pula untuk menganggu stabilitas poleksosbud dalam negeri.
Darimana saja BBM itu berasal ?
Gambar ini menunjukkan kondisi tahun 2005, Digambar ini terihat bagaimana
minyak mentah yg sebagian diperoleh dari dalam negeri dan sebagian lain
diperoleh dari impor, ya dari impor. Sebenarnya sudah sejak lama Indoensia ini
mengimpor minyak untuk diproses di kilang-kilang dalam negeri. Hal ini karena
kualitas minyak yg dapat diproses di kilang dalam negeri membutuhkan kualitas
minyak-minyak yg ada dalam minyak import. Selain itu juga ketika dibangunnya
kilang-kilang ini disesuaikan dengan harga dimana harga minyak saat itu lebih
menguntungkan seandainya Indonesia mengimpor minyak.
Distribusi dari BBM ini dikontrol
oleh Pertamina hilir seperti dalam gambar ini.
Pola
distribusi BBM ini tentunya tidak mudah, karena ada tugas-tugas dan kendala yg
harus dipenuhi yaitu harga BBM harus “seragam”. Bagaimana harus seragam kalau
lokasi-lokasinya sendiri tidak sama jaraknya dari lokasi pengilangan ?
Disinilah akhirnya dilakukan subsidi-subsidi silang antar satu lokasi dengan
lokasi yang lain, antar satu jenis BBM dengan jenis BBM yang lain. Sebagai
tugas pemerintah tentunya harus mampu menyediakan BBM untuk rakyatnya dimanapun
mereka berada dari ujung Merauke sampai Meulaboh.
Nah,
setelah dengan kendala harus ada kesetaraan harga serta adanya harga minyak yg
berbeda-beda di pasaran dunia, juga kondisi geografis yang tidak seua darat dan
juga tidak semua harus melalui laut maka distribusi BBM menjadi lebih rumit
lagi.
Gambar ini hanya menunjukkan untuk salah satu lokasi di Kalimantan dan
sekitarnya, dimana BBM berasal dari kilang di Balikpapan.
KItapun
tahu yg disebut dengan BBM tidak hanya minyak tanah, tidak hanya bensin premium
namun juga ada diesel, avtur (kebutuhan pesawat) dan lainnya. Tentunya tidak
semua jenis BBM ini di sebarkan atau didistribusikan ke seluruh nusantara.
Tergantung dari kebutuhan lokal. Selain kebutuhan transportasi, juga kebutuhan
industri serta kebutuhan energi. Sebagai informasi kebutuhan listrik di
Indonesia ini
masih didominasi degan pembangkit listrik dengan BBM.
Penyediaan BBM memang bukan hal sepele, BBM merupakan tulang punggung negara
karena sebagai energi disitulah letak dasar strategis pembangunan, kekuatan
serta dengan tolok ukurnya produktifitas Indonesia.
Penyediaan
BBM untuk masayarakat ini memang bukan tugas mudah bagi Pertamina Juga bukan
berarti pertamina boleh meminta fasilitas segalanya, karena disisi lain
Pertamina dituntut kemandirian untuk menjadi Perusahaan Terbatas (PT) yg
orientasinya ke profit. Dualisme kebutuhan “profit serta pelayanan”, juga
dualisme “kemandirian dan kontrol pemerintah” menjadikan Pertamina sering
menjadi bahan bulan-bulanan diantara masyarakat yg mendambakan pelayanan,
Industri yg membutuhkan energi, juga pemerintah yg mendambakan sebagai sumber
penghasilan negara.
Pemerintah saat ini sudah mulai
membuka investor-investor asing untuk penyediaan BBM untuk masyarakat. Langkah
terobosan inipun tidak kalah sengitnya mengundang pro-kontra. Siapa yg nantinya
yg berkepentingan mempersiapkan, menyediakan, serta mengontrol suply BBM untuk
masyarakat ?
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/