Bung Hendra, saya kira untuk acara CGM ini memang harus banyak
masukan,
kritik agar kedepan acara ini tidak kalah dengan MTQ yang saya anggap
fantastis.  Tanggal 20 Januari tahun 2000, saya mengundang sekitar
60 pemuka
Tionghoa di kantor Lurah Pasiran untuk membentuk Foket. Besoknya saya
kedatangan 2 orang tentara dari Kodim menanyakan hasil pertemuan
tersebut,
dengan kesadaran hak politik saya, saya tolak untuk memberikan info
apapun.
nah ini awalnya reformasi bagi etnis Tionghoa di Singkawang. Bulan
Februari
kita perjuangkan agar CGM tidak lagi diisolir di Vihara (Chai Thong)
Roban,
maunya kita di jl Sejahtera seperti dahulu kala. Tetapi tempat yang
kita
inginkan tersebut di blokir oleh Polisi dengan Water canon dan tenda
militer. Setelah protes keras dengan ancaman surat akan demo ke
Polres dengan membawa para Tatung dengan alat peraga tandu, akhirnya
Kapolres
memberi 2 alternartif, 1. di Lapangan Kridasana, 2. di Terminal Induk
akhirnya kami memilih Terminal Induk, so itulah awal CGM di Tahun
2000. Nah
4 kali berturut turut saya menjadi ketua panitia CGM. sehingga
memahami
betul anatomi CGM. Masalah friksi2 yang ada di tubuh warga "tokoh"
Singkawang saya anggap wajar, karena setiap orang punya kepentingan.
pengurus Foket saja terdiri dari berbagai unsur serta politisi dari
berbagai
partai sebagai contoh, saya dari PDIP, Bong Chi Nen dari Golkar,
Budiman
dari PBI pada saat itu. Nah utuk mengakomodir ke bhinekaan tersebut
dalam
salah satu pasal di anggaran dasar Foket di sebutkan  'Foket itu
politis
tetapi non partais' artinya Foket secara politis memperjuangkan
kepentingan Tionghoa tetapi bukan kepentingan partai tertentu. Nah
sampai
hari ini nampaknya filosofi pasal ini masih eksis. Sayangnya
perjuangan
politis Foket tidak didukung secara finansial oleh 'tokoh2' kita
sendiri,
sehingga akhirnya saya jadi apatis. Sehingga saya hanya
membantu 'the poor'
dengan fasilitas serta dana yang bisa saya upayakan sendiri. Nah
kembali ke
masalah CGM, kemungkinan besar untuk tahun 2009, CGM sudah bisa di
agendakan
sebagai event nasional. artinya kalau CGM menjadi agenda nasional
berarti
acara ini akan teranggar dalam APBN yang saya kira tidak akan kurang
dari 1
Millyar. Dan kalau demikian halnya maka kepanitian CGM bisa di
kelola oleh
EO (Event Organizer) secara profesionel! Jadi nantinya kita tidak
bicara
soal Foket, MABT dstnya lagi. artinya acara ini adalah acara
nasional dengan
nuansa etnis Tionghoa! seperti perayaan Cheng Ho tahun 2005 di
Semarang. Nah
saya kira itulah solusi untuk CGM kedepan. Demikian Bung Hendra yang
rupanya
juga Bong, hehehe, salam


On 6/6/08, Hendra Bong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear alumni semua,
>
> Salam sejahtera dan moga sehat selalu.
>
> Beberapa hari lalu saya sempat mengemukakan ide yang berlebihan,
edan,
> kekanakan dan asal bicara tentang kepanitiaan CGM. Memang benar ada
> ketidaksepahaman, tapi yang tidak sepaham sebenarnya hanyalah 1-2
orang
> saja dari LSM/ormas berbeda yang sesungguhnya tidaklah begitu
menjadi
> masalah atau kendala. Seharusnya ada solusinya dalam musyawarah
> kekeluargaan dan moga CGM bisa sukses besar, terutama menggaet
wisatawan
> luar daerah/mancanegara dan menambah income buat warga Singkawang
maupun
> Pemkot.
>
> Untuk ide saya yang berlebihan tersebut, saya harus minta maaf
terbuka
> bila ada pihak yang merasa keberatan dengan statement saya
tersebut. Di
> lain waktu tentunya saya harus lebih berhati-hati berkomentar,
tidak asal
> bunyi.
>
> Memang benar peribahasa ini, tiada gading yang tak retak. Setiap
manusia
> bisa berbuat kesalahan.
>
>
> Terima kasih.
>
> Salam,
> Hendra Bong.
>
>
>
> ------------------------------------
>
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Website: www.alumni-smpbruder.org
> Friendster: www.friendster.com/smpbruder
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

--- End forwarded message ---


      

Kirim email ke