http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=73852

*Rabu, 11 Juni 2008*
*Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2008 Digelar
* *Wujud Syukur dan Solidaritas*

*Singkawang,-*  Pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Wali Kota Singkawang
Hasan Karman SH MM di halaman kantornya, Selasa (10/6) siang, menjadi
pertanda pembukaan Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2008. Gawai
berlangsung selama enam hari dengan berbagai kegiatan. Antara lain pawai
karnaval, pangkak gasing, nyumpit, busana Dayak serta malam kesenian rakyat.


Wali Kota mengakui makna Gawai Dayak Naik Dango demikian mendalam dan bijak.
Filosofi Naik Dango sebagai wujud bersyukur, baik hasil panen kecil, sedang
dan besar. "Ini harus diteruskan pada generasi berikutnya. Tidak hanya
sebatas senang-senang namun bersyukur kepada Tuhan," ungkapnya.

Kota Singkawang sebut Hasan, bangga telah sukses menyelenggarakan MTQ XXII
Tingkat Kalbar. Semua kabupaten/kota mengakui keberhasilan tersebut.
Demikian juga anugerah Adipura yang berhasil diraih Kota Amoy. Sebab
keduanya cukup membanggakan, walaupun Kota Singkawang sudah beberapa tahun
berdiri. "Mari kita ciptakan suasana kondusif bagi Kota Singkawang. Menuju
masyarakat modern dan ikon pariwisata terkemuka di Kalimantan Barat,"
ajaknya.

Hasan menginginkan Singkawang terus maju dan berkembang. Seluruh komponen
masyarakat Indonesia dapat hidup di sini serta mendapat perlakuan yang sama.
"Warga Singkawang diberdayakan bukan diperdayakan," ucapnya.

Ke depan, Hasan berpengharapan Gawai Dayak Naik Dango lebih massal dan
semarak. Bahkan dia mengusulkan penyelenggaraan melibatkan semua
kabupaten/kota di Kalimantan Barat. "Jika Gubernur menyetujui, Kota
Singkawang mengajukan menjadi tuan rumah pertama," tandasnya.

Semangat kebersamaan dan penciptaan suasana kondusif disebut Hasan sangat
dibutuhkan. Dengan menekankan musyawarah dalam menyeselesaikan permasalahan.
Konflik horizontal memakan biaya teramat mahal serta memerlukan waktu
panjang untuk memulihkan. "Mari bersama-sama mewujudkan Kota Singkawang
sebagai miniatur Indonesia. Yang sangat menjunjung kemajemukan sehingga
dapat jadi contoh terhadap daerah lain," imbuhnya.

Hasan juga secara terbuka memberi apresiasi kepada Dewan Adat Dayak (DAD)
Kota Singkawang yang bersedia menyelenggarakan Gawai Naik Dango 2008,
setelah pelaksanaan MTQ XXII tingkat Kalimantan Barat. Langkah tersebut
sebagai bukti sikap toleran dan kemampuan mendahulukan.

Naik Dango menurut salah satu tokoh Dayak Singkawang, Ambrosius SH sebagai
upacara adat wujud syukur atas hasil sawah yang dilaksanakan setiap tahun.
Dango berarti lumbung padi terangnya. "Intinya, berdoa oleh seorang iman
dalam lumbung padi penyelenggara pesta," bebernya.

Masyarakat Dayak di kampung-kampung melaksanakan upacara Naik Dango lengkap
dengan empat kegiatan. Salah satunya makan bersama dengan kue, cucur dan
lemang. Lalu makan nasi dan lauk pauk ditambah dengan kopi. Pada hakekatnya
Naik Dango memiliki tiga aspek mendasar. Pertama, masyarakat kehidupan
agraris. Kedua masyarakat kehidupan religius. Ketiga, kehidupan
kekeluargaan, solidaritas dan persatuan. "Naik Dango pada saat ini dilakukan
dengan menambah unsur hiburan tanpa menghilangkan aspek dasarnya," ujar
Ambrosius.

 Senada, Ketua Panitia Gawai Dayak Naik Dango Kota Singkawang 2008, V Rudi
Adi menyebut, seluruh rangkaian kegiatan bertujuan menggali adat istiadat
dan hukum Dayak. Bertujuan sebagai filter terhadap globalisasi yang dapat
mengancam kerusakan moral generasi muda. "Kita memberi apresiasi tinggi
terhadap dukungan semua etnis. Sehingga Kota Singkawang tetap harmonis. Juga
berharap terciptanya masyarakat Kota Singkawang sejahtera," tandas Ketua DAD
Kota Singkawang Aloysius Kilim SAg.

Lebih lanjut Aloysius mengajak semua masyarakat untuk memanfaatkan secara
maksimal potensi pertanian di Kecamatan Singkawang Timur, Singkawang Selatan
dan Singkawang Utara.

Pembukaan kemarin dihadiri para sesepuh, temenggung, rohaniawan, tokoh
masyarakat, agama dan para ketua LSM. Demikian juga Ketua DPRD Kota
Singkawang H Zaini Nur, Dandim 1202/SKW Letkol Inf Sudarmadi, Waka Polres
Kom Pol Riduansyah serta pejabat lain. Wali Kota juga turut melepas karnaval
ratusan mobil dan sepeda motor yang telah dihias dari berbagai paguyuban.
Bahkan para pejalan kaki juga turut mengiringi kendaraan tersebut melalui
jalan-jalan utama Kota Singkawang. (man)

Kirim email ke