*Permasis Sponsor Utama Tour de Singkawang 2008*
Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada
tanggal 5 Juni, Pengcab ISSI (Pengurus Cabang Ikatan Sport Sepeda
Indonesia) Kota Singkawang bekerjasama dengan Permasis menyelenggarakan
Tour de Singkawang 2008. Thema yang diusung panitia pelaksana adalah "Ubah
Perilaku dan Cegah Pencemaran Lingkungan dengan Bersepeda".
*Tujuan kegiatan ini diselenggarakan adalah:*
1. Untuk meningkatkan pengguna sepeda di kalangan pekerja,mahasiswa,pelajar
dan masyarakat di Kota Singkawang
2. Mendudukan sepeda sebagai moda transportasi pilihan utama dalam mendukung
program penghematan bahan bakar minyak dan program bebas polusi udara.
3. Mencari bibit-bibit pembalap usia dini di Kota Singkawang guna pembinaan
olahraga balap sepeda yang berkesinambungan.
4. Memperkenalkan dan mengangkat nama Kota Singkawang sebagai kota yang
sehat,bersih,tertib,aman dan ramah lingkungan kepada masyarakat Kalimantan
Barat pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Untuk mengetahui lebih detail tentang perlombaan balap sepeda yang pertama
kali diselenggarakan dalam kota ini, berikut perbincangan BP dengan M.Ivin
Artha, selaku koordinator panitia pelaksana. Wawancara dengan pria kelahiran
Selakau,2 Maret 1977 ini selain dilakukan melalui telpon, juga dilengkapi
dengan surat elektronik.
*BP : Apa maksud dan tujuan diadakan Tour de Singkawang ini?*
MIA : Sebagaimana tema yang diberikan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup,
dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-dunia, tema ini kami
terjemahkan kembali menjadi "Ubah Perilaku dan Cegah Pencemaran Lingkungan
dengan bersepeda".
Kegiatan kampanye sepeda yang diberi nama Tour de Singkawang ini mempunyai
maksud dan tujuan yang dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Secara Umum
- Meningkatkan pengguna sepeda di kalangan pekerja, pelajar/mahasiswa dan
masyarakat Kota Singkawang.
- Mendudukkan sepeda sebagai moda transportasi pilihan utama dalam
mendukung program hemat BBM dan bebas polusi udara.
Secara Khusus
- Menumbuhkan bibit-bibit atlet balap sepeda usia dini di Kota Singkawang
guna pembinaan olahraga balap sepeda yang berkesinambungan.
- Memperkenalkan dan mengangkat nama Kota Singkawang sebagai kota yang
sehat, bersih, tertib, aman dan ramah lingkungan kepada masyarakat Kalbar
khususnya, masyarakat Indonesia dan dunia pada umumnya.
*BP : Apa yang diharapkan dari kejuaraan ini?*
MIA : Secara umum kami mengharapkan adanya partisipasi dari masyarakat
khususnya masyarakat kota Singkawang untuk turut serta ikut pada kegiatan
Tour de Singkawang ini. Lebih khusus diharapkan munculnya bibit-bibit atlet
balap sepeda yang nantinya mampu mengukir prestasi mengharumkan Kota
Singkawang baik di kancah regional, nasional, maupun internasional. Tour de
Singkawang 2008 ini diharapkan dapat dijadikan bekal awal bagi pihak panitia
(ISSI Singkawang) untuk melaksanakan Tour de Singkawang tahun berikutnya.
Kami menargetkan agar Tour de Singkawang yang akan datang bisa masuk dalam
kalender event tahunan Pengurus Besar ISSI sebagaimana Tour de Indonesia.
Tentunya hal ini memerlukan dukungan semua pihak.
*BP : Mengapa cabang balap sepeda?*
MIA : Sebagaimana diketahui hampir setiap orang berapapun umurnya dapat
bersepeda. Kita menjumpai mulai dari anak-anak sampai usia lanjut, baik
untuk pergi ke sekolah, bekerja, refreshing, olahraga sampai untuk olahraga
prestasi. Sepeda mempunyai manfaat kebugaran bagi si pengendara dan sangat
ramah lingkungan. Salah satu keindahan dari bersepeda adalah dapat
memperkuat tubuh dan jiwa secara simultan. Kegembiraan dan kebugaran dapat
terbina secara bahu membahu.
*BP : Koq Permasis yang digandeng? *
MIA : Saya melihat adanya kesamaan beberapa hal yang melatarbelakangi Tour
de Singkawang dengan visi dan misi Permasis seperti: Meningkatkan SDM,
persamaan derajat, harkat dan martabat masyarakat Kota Singkawang. Kita
ingin mengisi pembangunan di bidang olahraga khususnya sepeda dengan
menjadikan Tour de Singkawang sebagai salah satu agenda wisata Kota
Singkawang. Alasan lain tentunya karena cara kerja Permasis yang sangat
rapi dan profesional, saya sudah melihat banyak peran serta Permasis di Kota
Singkawang.
*BP : Target jumlah peserta kejuaraan ini?*
MIA : Kami mempunyai tiga kategori target, di antaranya :
- Untuk Kampanye sepeda santai kami mengharapkan peserta bisa
mencapai lebih dari 500 orang.
- Untuk peserta lomba kami menargetkan bisa mencapai 300 peserta.
- Untuk perwakilan kabupaten/kota se Kalimantan Barat kami
menargetkan 6 Team Kabupaten/Kota bisa ikut bersaing merebut gelar Tour de
Singkawang tahun ini.
*BP : Mungkin ada kendala yang panitia hadapi?*
MIA : Secara jujur kami akui, permasalahan dana menjadi salah satu kendala
dalam penyelenggaraan (kejuaraan) ini . Namun dengan dukungan berbagai pihak
kami yakin hal ini dapat teratasi. Masalah lain yang juga cukup merisaukan
adalah ketidaksiapan team-team dari kabupaten/kota lain. Kami telah mengirim
undangan pada awal bulan Mei, namun hingga sekarang masih belum ada team
dari kabupaten/kota lain yang menyatakan benar-benar siap, walaupun mereka
menyatakan keinginannya untuk ikut serta. Rata-rata mereka terbentur dengan
jumlah atlit sebanyak 7 orang sebagaimana yang dipersyaratkan panitia.
Mereka lebih menginginkan jika Tour de Singkawang dibuat open, artinya
pembalap manapun bisa ikut serta tanpa harus mewakili kabupaten/kota.
Sebenarnya jumlah pembalap di Kalbar cukup banyak, namun sebagian besar
adalah pembalap Kota Pontianak. Saya sudah rapatkan masalah ini dengan
panitia dan kami tetap pada keputusan untuk tetap mensyaratkan setiap
kabupaten/kota hanya bisa ikut jika jumlah atlet mereka dalam satu team
adalah 7 orang. Sebenarnya di AD/ART ISSI, Pengcab ISSI Kabupaten/kota baru
bisa terbentuk
jika memiliki minimal 2 klub di mana masing-masing klub minimal 4 pembalap.
Artinya minimal ada 8 pembalap yang dimiliki oleh kabupaten/kota. Tapi ini
bukan masalah, ini sekaligus pesan untuk semua pengcab ISSI se-Kalbar agar
terus berbenah dan bersiap-siap sehingga pada Tour de Singkawang 2009 ke
depan mereka bisa lebih siap. Jika memungkinkan, Tour de Singkawang 2009
akan dilaksanakan dalam 7 etape, tentunya ini memerlukan kerja keras dan
dukungan banyak pihak.
*BP : Sejauh mana kesiapan panitia?*
MIA : Secara teknis kami sudah cukup siap, mulai dari aturan lomba,
kepanitiaan termasuk team kesehatan, perijinan, publikasi,
perlengkapan, maupun pengamanan rute lintasan lomba. Hingga saat ini kami
terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait khususnya masalah
pengamanan rute lomba, kita akan berupaya maksimal karena ini merupakan
syarat utama yang diminta PB ISSI jika Tour de Singkawang ingin masuk dalam
kalender event nasional. Pengamanan rute lomba juga termasuk kondisi jalan
raya yang cukup baik sehingga tidak membahayakan pembalap. Namun ukuran
keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari kesiapan panitia, tetapi
juga adanya dukungan dan partisipasi masyarakat kota Singkawang. Tanpa
adanya dukungan dan partisipasi masyarakat ini ibarat bertepuk sebelah
tangan. Kami sudah secara proaktif mempublikasikan kegiatan ini, namun
hasilnya baru akan kita ketahui pada saatnya nanti.(ns).