http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=74393
*Rabu, 25 Juni 2008 Sinka Zoo, Diantara Bukit dan Pantai Sabtu dan Minggu Dipenuhi Ribuan Pengunjung * *Singkawang,-* Kehadiran Sinka Zoo semakin memantapkan Kota Singkawang sebagai ikon kota pariwisata terkemuka Kalbar. Walaupun terhitung baru, namun Sinka Zoo telah mampu menarik ribuan pengunjung dari segala penjuru. Bahkan setiap hari Sabtu dan Minggu, sedikitnya lima ribu pengunjung menikmati wisata alam di sana. Demikian dikemukakan pengelolah Sinka Zoo, La Husein, Sabtu (23/6) siang. "Sinka Zoo memiliki keunikan tersendiri. Ini kebun binatang satu-satunya di dunia yang berada di perbukitan dan pantai," tandasnya. Pertama kali tiba di pintu gerbang Sinka Zoo, para pengunjung disuguhkan panorama pantai yang sangat eksotis. Daerah itu dulunya dikenal dengan sebutan Teluk Mak Jantu. Setelah membayar tiket, para petugas Sinka Zoo dengan sigap mengarahkan pengunjung duduk di bus. Dengan kendaraan berdinding terbuka, perjalanan mengitari seluruh sudut Sinka Zoo dimulai. Suasana semakin bergairah, tatkala bus menaiki lereng bukit dengan kecepatan rendah. Pemandu dengan sigap menjelaskan seputar data satwa yang dilewati. Tepat di pertengahan bukit, bus berhenti. Pengujung dipersilahkan untuk melihat dari dekat koleksi reptil Sinka Zoo. Binatang melata berbagai ukuran dan warna tersebut terkurung dalam ruangan berkaca. Sehingga penonton terjamin dari pagutan binatang berbisa. Sederatan nama, antara lain Mollurus Albino dari Brazil serta Teremesulus Wagleri dari Kalimantan terpampang. Merasa puas, pengunjung kembali naik ke bus untuk melanjutkan wisata alam terbuka tersebut. Husein memastikan para pengujung terpuaskan dengan koleksi-koleksi satwa di Sinka Zoo. Tercatat 63 spesies menjadi penghuni tetap. Diantaranya, orang utan sebagai binatang appendix I. Artinya untuk memelihara harus mendapat izin dari Presiden Republik Indonesia. Demikian juga beruang madu yang masuk satwa appendix II. "Sinka Zoo merupakan lembaga konservasi. Sesuai izin menteri maka hewan apa saja bisa diterima di sini," tukasnya. Luas lahan Sinka Zoo di Kecamatan Singkawang Selatan mencapai 28 hektar. Selain dokter hewan, kebun binatang terkemuka di Kalbar tersebut juga telah memiliki pawang-pawang handal alias kiper yang bertugas memantau kondisi hewan di sana. Mereka ini juga berkesempatan mendapat pelatihan di luar Kalimantan supaya semakin lihai menghadapi bintang ganas lagi berbahaya. Husein membeberkan, baik jumlah koleksi hewan maupun luas lahan akan terus bertambah serta berkembang. Bahkan seluruh koleksi di Kebun Binatang Pontianak mencapai 51 ekor satwa secepatnya dipindahkan ke Sinka Zoo. "Sebagian sudah sampai di sini. Yaitu buaya, beruang madu dan bangau tontong," paparnya. Kebijakan pemindahan satwa Kebun Binatang Pontianak ke Sinka Zoo diakui Husein terkesan mendadak. Sehingga pihaknya cukup kelabakan. Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) sudah memberi rekomendasi Sinka Zoo layak menjadi habitat satwa. Keunikan alam bukit dan pantai cukup mempengaruhi perilaku awal para binatang di sana. Khususnya, perubahan cuaca yang begitu cepat dan tak menentu. Hanya saja setelah beberapa lama, semua satwa penghuni Sinka Zoo mampu beradaptasi. "Sinka Zoo merupakan aset daerah yang harus kita jaga dan hargai," timpalnya. (man)
