http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=74689
*Rabu, 2 Juli 2008* *Pingsan Sembilan Jam, Ajukan Penangguhan * *Singkawang,-* Dju Nam tersangka penganiayaan Frans Tshai sempat pingsan selama sembilan jam di sel tahanan, Minggu (30/6) siang. Terpaksa ia dilarikan ke rumah sakit guna mendapat pertolongan medis. Alasan itu menjadi dasar keluarga mengajukan penangguhan. Begitu dikemukakan Tjieh Ket Bun, putra Dju Nam, Selasa (1/7) siang. "Kami mengajukan penangguhan sejak 25 Juni lalu. Ibu menjadi penjamin dan kiranya dapat dikabulkan aparat kepolisian," tandas Tjieh. Tjieh menyayangkan pernyataan Chai Ket Kiong alias Akiong yang menyebut kalau Dju Nam berbahaya. Ia memastikan ayahnya bukan teroris dan tidak pernah melarikan diri alias buron. "Akhiong tidak boleh intervensi terlalu jauh kinerja pihak kepolisian. Jauh lebih baik bila menjunjung tinggi azas praduga tidak bersalah," bebernya. Lebih lanjut Tjieh menuturkan keseharian ayahnya. Dju kerja di luar kota sebagai tukang bangunan dan pulang ke Kota Singkawang dua bulan sekali. Masyarakat Kota Singkawang juga sudah mengetahui perihal tersebut. "Kerja sudah selesai, sehingga dua bulan terakhir ini ayah kembali ke Singkawang. Kondisinya sakit-sakitan dan komplikasi penyakit jantung, maag, darah tinggi, dan sering pusing," tandasnya. Untuk tindak pidana yang dilaporkan Fran Tshai, secara terbuka diakui Tjieh. Berhubung pihak polisi memang pernah mendatangi rumahnya guna menanyakan keberadaan ayahnya. Hanya saja secara resmi Polres Singkawang tidak pernah menyampaikan surat panggilan ataupun surat penangkapan. Hingga Senin (23/6), kepolisian mendatangi rumahnya dengan membawa surat penangkapan. "Kebetulan ayah keluar rumah. Namun sore hari ayah secara kooperatif mendatangi Polres Singkawang guna meluruskan permasalahan Frans Tshai," timpalnya. Kepada Akiong, Tjieh mengingatkan seputar tanggungjawab bila ayahnya meninggal dunia di Polres Singkawang. Dan hak setiap tahanan untuk mengajukan penangguhan. Pengabulan permohonan menjadi otoritas kepolisian dengan segala pertimbangan yang rasional. "Kriteria Akhiong untuk keberatan terhadap penangguhan ayah saya sangat berlebihan dan asal bunyi," sesalnya. (man)
