*Trik Sukses Mendongengi Anak*

Berdasarkan penelitian yang diadakan terhadap para ibu di Indonesia,
terungkap bahwa mereka memiliki satu kata yang paling mereka sukai, tapi
justru dibenci anak-anak, yaitu kata 'jangan'. "Ibu suka melarang anak
jangan main air, jangan lari-lari, jangan pegang-pegang, dan sebagainya.
Sementara, ayah memperbolehkan semua hal," ujar Putri Suhendro, pendongeng
cerita anak dalam acara pameran Indonesia International Motor Show di
Jakarta Convention Center, Jumat (18/7).

Kata 'jangan' dan berbagai nasihat lainnya, menurut Putri, sering diselipkan
para ibu saat mendongeng. Akibatnya, anak seringkali bosan mendengar
berbagai nasihat ini. "Padahal, otak anak sudah berkembang jadi jutaan sel,
jadi cara berpikirnya sudah mulai nalar, tahu bahwa ia harus hati-hati kalau
lantai licin, dan sebagainya," lanjut Putri.

Agar acara mendongeng bisa sukses, Putri menyarankan untuk membagi anak-anak
yang akan didongengi dalam dua kelompok umur, yaitu umur 4-6 tahun dan 7-10
tahun. Berikut ini trik mendongeng untuk kedua umur tersebut.

*1. Usia 4-6 tahun *
- Lama bercerita cukup lima menit. Lebih dari itu, konsentrasi anak akan
buyar dan ia akan mengalihkan perhatian pada hal lain.
- Cukup menampilkan 1-2 tokoh dalam cerita yang Anda berikan, agar ia tidak
bingung membedakannya.
- Pandang mata mereka satu per satu, agar mereka merasa mendapat perhatian
yang adil dari Anda. Jadi, mereka tidak mencari ulah untuk mendapatkannya.

*2. Usia 7-10 tahun *
- Lama bercerita cukup tujuh menit.
- Maksimal tokoh yang ditampilkan adalah empat tokoh.

Putri menambahkan, jangan memberi kesimpulan cerita di akhir dongeng. Sebab,
mendongeng bukan berarti memberi nasihat. Kalaupun ingin menyelipkan pesan
mendidik, orangtua bisa memancingnya. Misalnya dengan mengatakan, "Aku mau
makan sambil berbunyi seperti gajah, ah. Boleh, enggak ya?" Kalau anak
menjawab tidak, itu berarti pesan yang Anda sampaikan sudah diterima
olehnya.

Kalau anak berulah saat Anda didongengi, kalau memungkinan untuk memangku
atau menggendongnya sambil bercerita, lakukanlah. Pangkuan, gendongan dan
pelukan orangtua amat berarti bagi anak, dan membuatnya selalu dekat dengan
Anda. "Pinjam nama si anak untuk dijadikan nama tokoh cerita, atau beri ia
tugas, misalnya untuk memegang boneka yang sedang diceritakan," tuturnya.

Soal waktu bercerita, fleksibel saja. Misalnya, buat kesepakatan untuk
mendongeng setiap hari Senin. Agar anak lebih terlibat dan penasaran pada
hari-H, Anda bisa merahasiakan dulu topiknya. Lalu, beberapa hari sebelum
hari-H, katakan bahwa topiknya adalah tentang gajah, dan minta ia
mengumpulkan semua gambar tentang gajah.

Kalaupun ekspresi Anda datar saat bercerita, Putri menyarankan untuk tidak
berkecil hati. Sebab, anak-anak akan memaklumi. Yang penting, Anda harus
berani untuk memulai mendongeng, sambil mengingatkan diri sendiri, yang Anda
lakukan ini akan memberi manfaat besar bagi anak.

"Selain itu, jangan ambisius untuk mendongeng dalam waktu lama. Masih ada
waktu 365 hari untuk melakukannya, kok," kata penyiar radio ini. Jika di
rumah anak juga diasuh oleh babysitter atau pembantu, sebaiknya cari tahu
dulu bagaimana latar belakangnya. Sebab, bagaimana pun, sebagian besar waktu
anak dihabiskan bersamanya.

"Beritahu pada pengasuh agar tidak memberikan cerita yang menakut-nakuti.
Sebab, ada pengasuh yang senang bercerita agar anak takut pada setan,
satpam, atau bahkan jijik pada berbagai hal. Tujuannya, agar dia bisa tenang
nonton sinetron atau tak perlu repot membersihkan tangan anak," papar Putri
sambil menambahkan, anak sudah bisa didongengi sejak masih dalam kandungan.

*LIL*

Kirim email ke