Singkawang,- Kasat Lantas Polres Singkawang mengakui, jumlah kendaraan khususnya roda dua setiap bulannya bertambah mencapai 800-900 unit. Banyaknnya kendaraan tersebut, tidak diimbangi dengan infrastruktur jalan yang ada. Bertambahnya kendaraan tersebut, tidak diikuti kesadaran pengendara untuk taat berlalu lintas sehingga terjadi kecelakaan. Menurut catatan kepolisian, akibat kecelakaan di jalan raya lebih dominan ditentukan oleh manusianya (pengendara motor), sehingga terjadilah kecelakaan.
"Pengendara motor lalai, ditambah lagi faktor kendaraannya. Untuk itu, kita terus melakukan kampanye bagaimana berkendaraan yang baik dan benar, dengan istilah safety riding," kata Kasat Lantas Polres Singkawang, Ajun Komisaris Polisi Rahmat Tri Haryadi SIK kepada Pontianak Post, dua hari lalu disela-sela kampanye safety riding bersama Club Tiger Singkawang, sebelum berkeliling kota. Faktor kendaraaan, kata Rahmat, seperti sistem pengereman, kaca spion, helm standar dan sebagainya, juga penentu. Faktor teknisnya, kata Rahmat juga mempengaruhi diantaranya, kebiasaan pengendara yang tidak menggunakan lajur kiri saat berkendaraan di jalan raya. Soal pengunaan lajur kiri ini, kata Rahmat, pihaknya akan memberlakukannya mulai hari ini, pukul 16-18.00 WIB di lokasi yang akan ditentukan kemudian. "Nanti dijalan tersebut akan kita pasang traffic corn. Nanti, pengendara motor harus menggunakan jalur tersebut. Anggota lantas akan memberitahukan hal tersebut. Pengendara jangan takut, karena ini merupakan kampanye." Kampanye tersebut, kata dia, bertujuan agar pengendara terus menerus menggunakan jalur kiri ketika berkendaraan di jalan raya. "Diharapkan, tiga atau empat tahun mendatang semakin padatnya Kota Singkawang, pengendara motor akan terbiasa. Sekarang ini, banyak motor yang menggunakan jalur kanan dan itu sangat rawan kecelakaan," kata Rahmat. Rahmat juga mengemukakan soal rambu-rambu lalu lintas. Di Kota Singkawang sendiri, diakuinya masih kurang. Diharapkan, intansi memasang rambu-rambu lalu lintas yang harus ditaati oleh pengendara. Tak hanya itu, Rahmat mengakui, di Kota Singkawang seharusnya ada dewan lalu lintas. Dewan lalu lintas ini, kata dia, harus dilibatkan ketika akan dilakukan perencanaan pembuatan jalan guna memberikan masukan. "Kita sudah melayangkan surat ke pemkot dua kali agar dewan lalu lintas ini dibentuk. Semoga saja, dalam waktu dekat terbentuk dewan lalu lintas yang terdiri dari orang yang paham dengan lalu lintas," katanya. (zrf) Source : http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=162739
