Singkawang,- Mardani, Kasi Askes Sosial PT Askes Cabang Singkawang mengungkapkan, proses pemilahan data peserta Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat/pengganti Askeskin) untuk Kota Singkawang hampir rampung. Bahkan, sebagian besar Kartu Jamkesmas telah dicetak.
"Kira-kira 80 persen data sudah masuk ke kami dan sekitar 78 persen kartu sudah dicetak. Sekarang pun kita masih melakukan pencetakan," katanya, Jumat (25/7) sore. Pria yang merangkap sebagi Kasi JKPBI PT Askes tersebut juga mengungkapkan bahwa hingga kemarin, hanya tinggal satu kelurahan yang datanya belum masuk dan dua kelurahan lain masih melakukan pemilahan peserta Jamkesmas yang ditanggung pemkot dan Jamkesmas yang ditanggung oleh Depkes. Dalam waktu dekat, data tersebut akan disampaikan ke PT Askes. Pihaknya menargetkan, distribusi Kartu Jamkesmas sudah akan rampung pada akhir Juli. Sementara menunggu proses pencetakan selesai seluruhnya, kartu-kartu yang telah tercetak akan didistribusikan terlebih dahulu. "Sekarang kartu yang sudah dicetak sedang kita kemas. Kalau sudah selesai langsung kita salurkan," ujarnya. Mardani juga menyebutkan bahwa sebagian data peserta Jamkesmas sudah diserahkan ke rumah sakit atau unit-unit lain yang melayani Jamkesmas. Sebagaimana diberitakan beberapa hari lalu, quota peserta Jamkesmas dari Depkes untuk Kota Singkawang mencapai 63.899 jiwa. Sementara, jumlah warga miskin yang diajukan untuk mendapatkan program ini jauh lebih besar. Pemkot menyatakan hanya sanggup menanggung kelebihan dari quota sebanyak 2.021 jiwa. Mengingat adanya dua macam Jamkesmas inilah, maka pihak kelurahan harus melakukan pemilahan terhadap warganya, mana yang menjadi peserta Jamkesmas Depkes dan mana peserta Jamkesmas yang ditanggung oleh pemkot. Ada perbedaan pelayanan antara Jamkesmas yang dibiayai oleh Depkes dengan yang dibiayai oleh pemkot. Kalau Depkes, layanan rujukannya lebih luas bahkan sampai ke Jakarta. Sedangkan Jamkesmas yang dibiayai pemkot hanya berlaku di tingkat lokal. Selama kartu baru Jamkesmas belum diterima oleh peserta Jamkesmas, kartu Askeskin dan SKTM masih tetap berlaku sampai 1 September 2008. Ini sesuai dengan Surat Edaran Pelaksanaan Penyelenggaraan Pelayanan Jamkesmas 2008 dari Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.(rnl) Source : http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=162637
