Mungkin anda adalah salah satu penggemar keramik dan gemar melalang buana...? Meskipun hanya sekedar ingin menambah koleksi guci keramik anda.
Nampaknya anda harus menjelajahi pabrik keramik di Desa Sakok Singkawang Timur, Kalimantan Barat. Konon desa tersebut dikenal sebagai desa penghasil keramik tertamu jenis guci besar bermotif naga. Menurut cerita yang berkembang. Guci jennis ini pertama kali dibuat oleh pandatang dari China. Selain motif naga, ada pula motif-motif lainnya seperti bunga Mei Hwa, bunga mawar, serta delapan dewa. Sedangkan bebagai jenis bahan baku yang dipergunakan untuk membuat keramik adalah tanah lempung yang mempunyai jenis baerwarna putih, dan tanah tersebut oleh penduduk setempat biasanya disebut kaolin. Proses pembuatan keramik antara lain gumpalan tanah tersebut (kaolin) dibentu guci oleh orang yang sudah mahir, setelah terbentu sesuai jenisnya kemudian gucu tersebut diberi hiasan dengan berbagai motif dan dibiarkan sampai kering, setelah itu gusi tersebiut di beri warna. Setalah proses menghias dan mewarnai barulah guci tersebuut dibakar dalam tungku naga dengan api bersuhu mencapai 1.000 derajat celcius. Setiap harinya pabrik ini memproduksi keramik tersebut dan mengirimnya keluar kota bahkan keluar negeri. Keramik ditempat ini sangat tersohor dengan keunikan seperti gaya keramik ditaman Dinasti Ming. Konon banyak yang mengira bahwa keramik Sakok merupakan peninggalan dari Dinasti Ming.(Ndh) Source : http://www.berita8.com/news.php?cat=9&id=3513
