TANTANGAN Pemerintah Kota (Pemkot) ke depan makin berat. Ini terjadi karena derasnya globalisasi yang berdampak pada meningkatnya urbanisasi. Gubernur Jateng Ali Mufiz, dalam welcome dinner Munas III Apeksi di Balekambang, Selasa (22/7), mengatakan, pada tahun 2015, bakal terjadi migrasi besar-besaran dari desa ke kota.
Konsekwensi dari meningkatnya urbanisasi itu adalah tuntutan kebutuhan manusia yang terus bertambah. Kebutuhan itu bukan saja soal pendidikan, ekonomi, kesehatan, jasa, atau lainnya, tapi juga keterlibatan kota sebagai penggerak utama kabupaten-kabupaten di sekitarnya. "Karena itu, Munas Apeksi bisa menciptakan tatanan pemkot yang lebih baik dan matang dalam menantang arus global," tandasnya. Selain dampak negatif, dia juga mengakui adanya hal positif dari arus urbanisasi tersebut. Menurutnya, urbanisasi akan memicu masing-masing kota untuk berkompetisi satu sama lain. Di sini, antara kota dan kabupaten saling berlomba untuk menemukan inovasi baru. Meski berkompetisi, namun kerja sama antarkeduanya juga harus tetap dijaga. Soal regulasi dalam Munas III Apeksi, Ali Mufiz juga melontarkan perlunya gagasan baru soal hubungan pemkot dengan pemkab. "Semestinya soal regulasi ini sudah mulai dibahas sejak dulu, sebab antara pemkot dan pemkab ada perbedaan yang signifikan." Barometer Menurut Wali Kota Singkawang Hasan Karman, selama ini kota menjadi magnet bagi kabupaten-kabupaten yang ada di sekitar. Kota menjadi barometer kabupaten-kabupaten. Bahkan apa yang didapat kabupaten tidak terlepas dari tetesan kemajuan pembangunan dicapai kota. "Maka tidak mengherankan jika pembangunan di kabupaten selalu tertinggal jauh dibandingkan kota," tandasnya. Wali Kota Singkawang itu sependapat dengan Ali Mufiz. Menurutnya, dengan posisi yang lebih tinggi dari kabupaten tersebut, maka tanggung jawab kota menjadi lebih tinggi. Karena itu, regulasi-regulasi yang dihasilkan pemkot harus lebih baik dibanding pemkab. "Demikian juga dengan penataan kota, pelayanan kesehatan, dan pelayanan pendidikannya," ujarnya. Menurut Hasan Karman, banyak hal yang didapat para wali kota se-Indonesia melalui forum Apeksi, baik dalam munas maupun rakernas. Selain menghasilkan beberapa rekomendasi, dalam forum itu, para wali kota bisa membagikan pengalaman dalam melaksanakan pembangunan kota. "Seperti penataan PKL, revitalisasi pasar tradisional, serta pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu yang dilaksanakan Pemkot Surakarta," ujarnya. Sementara itu ketika membuka munas, Mendagri Mardiyanto menandaskan, Apeksi diminta berperan aktif dan optimal dalam menciptakan peluang setiap kota untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Baik dengan cara menarik investor dari dalam maupun luar negeri atau melalui kunjungan wisata lokal. (Langgeng Widodo-50) Source : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=24233
