PONTIANAK POST ONLINE
Sabtu, 9 Agustus 2008
Mobdin Baru, Kebutuhan atau Keinginan
Wali Kota Singkawang sebentar lagi akan menggunakan mobil dinas (mobdin) Toyota
Fortuner yang dibeli dari uang rakyat. Protes terus berdatangan dari sejumlah
elemen masyarakat. Menurut Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Singkawang Tengah, Dede
Hardi apakah membeli mobil baru itu merupakan kebutuhan atau hanya keinginan
wali kota.
Kalau kebutuhan itu bisa kita pahami. Itu pun jika kebutuhan yang mendesak.
Mungkin, bisa dilakukan apabila selama ini hanya naik becak atau sewa mobil
untuk utusan keluar kota dan numpang kepala dinas untuk ke lapangan. Tapi,
kalau sudah menjadi keinginan, agak sulit dicegah. Dia punya otoritas untuk
membeli. Dia bisa saja menutup mata, telinga bahkan mata hatinya sekali pun
untuk ngotot membeli mobil dinas tersebut,?kata Dede, kepada Pontianak Post,
kemarin.
Hasan Karman, bisa menutup mata semua kritikan dan melihat penderitaan yang
dialami rakyatnya yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Kata Dede, membaca di media massa terbitan 18 Desember 2007 sehari setelah
pelantikan, Hasan Karman dengan gagah dan idealis tetap menolak untuk
menggunakan mobil baru yang dipersembahkan untuknya.
a, mungkin, karena berlatarbelakang orang yang kaya, sehingga tak mau lagi
menggunakan mobil baru, atau karena dia aktivis sehingga idealis membangun
daerah dan tak mau neko-neko mungkin penyebab pernyataan itu
dikeluarkannya,?kata Dede mengira. Tapi, kata Dede, itu dulu dan sudah
dilupakan oleh Hasan Karman.
Dia tetap berkeinginan memperoleh mobil dinas Toyota Fortuner yang
dipersembahkan rakyat untuknya.
Semoga saja, wali kota bisa membaca klipingan koran, dan memutar kaset tentang
ucapannya akhirnya mengakui, kalau pernyataan menolak mobil baru itu, pernah
diucapkannya didepan sejumlah media cetak maupun elektronik yang
mewawancarainya, dan sudah diketahui masyarakat Singkawang keingingannya tidak
akan menggunakan mobil baru,?kata dia mengingatkan.
Dia pun tak habis pikir, mengapa wali kota begitu cepat berubah. ok, pikiran
wali kota cepat berubah ya. Ada apa sebenarnya,?kata Dede dengan nada bertanya.
Bila keinginan membeli mobil ini terwujud, kata Dede, bisa saja semua kepala
dinas menganggarkan untuk mobil operasional.
a, beli saja mobil baru untuk kepala dinas. Mobil Mitsubishi Kuda itu sudah
layak untuk di-dump. Dua mobil yang dipakai mantan pejabat juga mau di-dump.
Sekalian semua mobil itu di-dump. Biar tahun 2009 kembali dianggarkan untuk
pembelian mobil baru. Kan Pemkot Singkawang kaya, bisa beli mobil baru untuk
para pejabatnya,?kata Dede menyindir. (zrf)