Jumat, 8 Agustus 2008 Kemiskinan Turun Pengangguran Naik Dorong Kegiatan UKM
Singkawang,- Walau kemiskinan menurun tapi angka pengangguran Kota Singkawang meningkat. Demikian diungkapkan Asisten Kebijakan Pemerintah Kota Singkawang, Drs Sofian Fahri Msi belum lama ini, di sela seminar pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah di Singkawang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Singkawang tahun 2007, angka kemiskinan menurun, tahun 2006 terdapat 17.176 Kepala Keluarga miskin atau 39,76 persen dari total penduduk yang berjumlah 172.784 jiwa. Sedangkan tahun 2007, terdapat 16.790 kepala keluarga miskin atau 38,40 persen dari total penduduk 174.958. Untuk penganguran, tahun 2006 jumlah penganguran di Kota Singkawang sebanyak 5.537 orang atau (7,2 %), angka tersebut menjadi 5. 879 tahun 2007 atau 7,57 %. Hasil tersebut merupakan selisih jumlah angkatan kerja 77.670 dan kesempatan kerja 71.791 (tahun 2007) Dia mengatakan Pemkot Singkawang terus mengupayakan pengentasan kemiskinan, selain menggerakkan ekonomi masyarakat , pemerintah menjalankan program sosial dan kesehatan. Seperti Bantuan Tunai Langsung (BLT). "Program pusat ini cukup mengurangi kemiskinan, termasuk pemberian jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) bagi mereka tidak mampu," ujarnya. Dengan program tersebut, pemerintah bisa meminimalisir angka kemiskinan. Disamping itu, pemkot akan mendorong kegiatan unit usaha menengah (UKM) masyarakat. "Dengan programam pembinaan ekonomi berbasis rakyat yakni usaha kecil, menengah, maupun koperasi, kemiskinan dan penganguran dapat ditekan," timpalnya oleh sebab itu, pemerintah terus menggalakkan peningkatan kemampuan masyarakat seperti softskill, sehingga masyarakat dapat mandiri. Hal yang sama, kata dia, akan diupayakan kepada siswa maupun mahasiswa. Para siswa, papar dia, harus diberikan keterampilan khusus untuk bekal hidup di masyarakat. Tidak hanya keterampilan, Sofian mengatakan arah pembangunan ekonomi masyarakat harus dimulai dari perubahan pola pikir. "Masyarakat maupun mahasiswa jangan terpaku berorientasi pada pegawai negeri semata,karena banyak lapangan kerja lain yang dapat diupayakan, bahkan kalau bisa masyarakat mandiri, atau bukan lapangan kerja baru," tegasnya Memang diakui lapangan kerja terbatas, namun apabila masyarakat memiliki kemampuan dan kreatif, maka lapangan kerja akan bisa diciptakan sendiri. Oleh sebab itu, pelaksanaan program pengentasan kemiskinan dan penganguran membutuhkan proses. "Karena membangun manusia tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan proses dan perencanaan yang strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya (har) Source : http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=163384
