Walaupun rakyat Kota Singkawang masih banyak miskin, Hasan menegaskan
jauh lebih baik Wali Kota menggunakan mobil dinas sesuai standar
protokoler. "Bupati Jembarana silahkan saja pakai mobil dinas butut.
Walaupun kita terpuruk namun tidak harus mengenakan pakaian
compang-camping," ujarnya.
 
Dear All, 
Hanya ada 2 pertanyaan, yaitu ,
Anda lebih suka atau respect thd orang yang:
1. Orang yg Kaya Raya tapi Low profile, hidup sederhana, peduli terhadap 
sesama, rendah hati,tidak suka memamerkan kekayaannya,
2. Orang yang Miskin tapi gengsian dan berlagak kaya,Biar miskin yg 
penting gaya gitu loh, suka memakai barang mewah walaupun  barang tersebut 
didapatkannya mungkin dari cara ngutang/pinjam dll, intinya semua orang tahu 
bahwa dia miskin, tapi dia tidak pernah mau mengakuinya bahkan demi membeli 
barang mewah maka dia rela mengorbankan uang tabungan utk biaya sekolah 
anak2nya, uang makan satu keluarga, uang berobat keluarga, uang tabungan untuk 
memperbaiki rumah mereka yg sudah reot dan hampir tumbang dan sudah bocor 
dimana2 dll, demi mengejar barang mewah yg dia inginkan.
 
Ayo Pilih hehehe
 
Regards, 
Eugenia



----- Original Message ----
From: united.singkawang <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, August 14, 2008 10:06:27 AM
Subject: [Singkawang] Equator - Pemkot Takut Tarik Mobil Jabatan dari Mantan 
Wako

Harrier Dipastikan Dum
Singkawang, Mantan Wali Kota Singkawang Drs Awang Ishak MSi boleh
berbangga diri atas keengganannya mengembalikan mobil jabatan Toyota
Harrier yang bukan haknya. Pasalnya, Wali Kota Hasan Karman SH MM
berdasarkan telaah para staf lebih memilih menyetujui permohonan dum
yang diajukan Awang Ishak. Skenario tersebut terungkap dari pertemuan
Wali Kota beserta jajarannya dengan Komisi A DPRD Kota Singkawang di
ruang Sidang Utama, Selasa (12/8) siang.

"Saya tidak suka dan tidak perlu cara kekerasan. Terlebih, saya juga
respek terhadap pendahulu yang terhitung sudah orang tua. Untuk
menarik kembali mobil jabatan adalah tugas Sekda dan Asisten," tutur
Hasan.

Terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan setiap aset harus
kembali dan dikuasai Pemkot, Wali Kota memastikan tetap melaksanakan.
Langkah konkritnya, memerintahkan Asisten Administrasi dan Umum Kota
Singkawang Ramzi Nurdin SSos segera menyurati Awang Ishak. Isinya,
meminta mantan wali kota tersebut mengembalikan mobil jabatan Toyota
Herrier senilai Rp 600 juta pada pembelian tahun 2002 kepada Pemkot. 
"Kalau mobil jabatan hendak di-dum boleh saja seperti permohonan
Awang. Asal kita ikuti aturan yang berlaku. Pemerintah punya wibawa
demikian juga legislatif. Jika semua sudah tidak ada wibawa alamat apa
kata dunia," ujarnya.

Ramzi yang dikenal dekat dengan Awang juga mendapat wejangan dari
Hasan agar tidak perlu sungkan dan menghilangkan rasa subjektif.
Pastinya, proses dum berjalan setelah mobil jabatan lebih dahulu
kembali kepada Pemkot. Dibuktikan dari kehadiran Toyota Harrier di
Kantor Wali Kota Singkawang. "Prosedur harus tetap berjalan dan
peraturan harus ditegakkan terlebih dahulu. Tidak bisa semau-mau aku.
Bagaimana mau jadi legislatif kalau mobil dinas saja tidak
dikembalikan," tegas anggota DPRD Bong Cin Nen.

Lebih lanjut Bong membeberkan kepala daerah sesuai ketentuan hukum
diperbolehkan menggunakan tiga jenis mobil dengan status yang
berbeda-beda. Yakni, mobil jabatan, mobil operasional dan mobil rumah
tangga. "Kepada Wali Kota silahkan membeberkan mobil apa saja yang
saat ini dipergunakan," tukasnya.

Terhadap tanggapan itu, Hasan membeberkan hanya dua unit. Yaitu, X
Trail sebagai mobil operasional dan mobil PKK untuk Emma Hasan Karman.
"Penggunaan mobil Toyota Fortuner menyangkut wibawa wali kota sebagai
symbol daerah. Selama ini dalam kunjungan kerja ke Gubernur di Kota
Pontianak hanya Wali Kota Singkawang yang mengendari X Trail.
Sementara kepala daerah lain menggunakan Fortuner," terangnya.

Walaupun rakyat Kota Singkawang masih banyak miskin, Hasan menegaskan
jauh lebih baik Wali Kota menggunakan mobil dinas sesuai standar
protokoler. "Bupati Jembarana silahkan saja pakai mobil dinas butut.
Walaupun kita terpuruk namaun tidak harus mengenakan pakaian
compang-camping," ujarnya.

Sementara Ketua Komisi A Paryanto mendesak Asisten Administrasi dan
Umum menyatakan batas waktu pengembalian mobil jabatan dari Awang
Ishak. Mengingat niat baik dari mantan wali kota tersebut sudah tidak
ada. "Ini sudah pertemuan kedua membahas pengembalian asset daerah
yang ada sama Awang Ishak. Bila rumah dinas sudah tuntas sekarang
mobil dinas. Karena waktu tujuh bulan sudah cukup panjang maka perlu
kejelasan batas waktu pengembalian," tandasnya.

Paryanto juga menyatakan kekecewaan dengan kinerja eksekutif yang
stagnan menindaklanjuti permohonan dum dari Awang Ishak sejak Mei
2007. Sementara permohonan dum yang ditujukan kepada wali kota cq
sekda tersebut perlu kejelasan. Ditolak atau disetujui. "Barang itu
harus diletakkan di Pemkot karena sudah lama hilang. Sekarang, Asisten
berani atau tidak mengambil kembali mobil jabatan tersebut," sambut
Wakil Ketua Komisi A Agustinus Y Palen.

Menanggapi hal tersebut, Ramzi menyatakan sebagai staf tetap berusaha
secepatnya. Tanpa target waktu sehingga tidak membebaninya. "Karena
jelas prosedur permohonan pengambilan kepada Awang Ishak minim respon
maka kita lebih memilih menempuh jalur memproses permohonan dum. Dan
segera akan kita bentuk panitia penghapusan dan panitia penaksiran
asset mobil jabatan tersebut," timpalnya. (man)

Source : http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=5143



------------------------------------

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Yahoo! Groups Links




      

Kirim email ke