Singkawang, Karnaval memperingati hari kemerdekaan RI ke-63 di Kota Singkawang, Senin (18/8) siang berlangsung sangat meriah. Ribuan peserta, dari anak-anak hingga orang tua turut ambil bagian. Mereka mengekspresikan keberadaan dirinya dengan penuh kreativitas dan kaya imajinatif.
Ratusan ribu penonton yang tumpah-ruah ke bahu badan terpukau dan enggan beranjak dari posisinya. Sementara, sebelum Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM mengangkat bendera start sekitar pukul 14.00, baik para peserta maupun penonton sudah lebih dahulu berjemur di bawah teriknya matahari. Bahkan 30 menit setelah karnaval berlangsung, hujan yang mengguyur Kota Singkawang serta sekitarnya tidak mampu membubarkan mereka. Karnaval tetap berjalan sesuai dengan rute yang telah ditentukan. Dimulai dari Lapangan Sepakbola Tarakan Jalan Sudirman menuju Jalan Nusantara, Jalan Setia Budi, Jalan Diponegoro dan berakhir di panggung kehormatan yang berdiri di halaman Mess Daerah. Selain berjalan kaki, para peserta juga banyak mengendarai sepeda engkol hias serta mobil. Nuansa perjuangan dengan bambu runcing, senjata api, tank serta pakaian tempur sangat kental. Bahkan berkali-kali meriam karbit didentumkan dan cukup mengejutkan para penonton. Beberapa pelajar juga banyak yang membawa foto-foto para pahlawan nasional. Mulai dari Ir Soekarno, Drs Mohammad Hatta dan Kapitan Pattimura. Demikian juga berbagai perkumpulan di Kota Singkawang turut berpartisipasi. Antara lain kuda lumping, tatung hingga band anak muda Kota Singkawang. Selanjutnya, beberapa sekolah di Kota Singkawang turut menurunkan marching band masing-masing. Alunan musik penuh semangat tersebut cukup membangkitkan gelora perjuangan. Semuanya tampak senang serta bergembira. Rakyat Kota Singkawang benar-benar berpesta dan berbahagia. Sampai pukul 17.00, aspal Jalan Merdeka penuh sesak. Beberapa penonton mengaku datang dari luar kota. Tujuan utama aku mereka, selain menyaksikan karnaval akbar sekaligus berbelanja di Kota Singkawang. "Bagaimanapun karnaval meriah hanya ada di Singkawang," tutur Joni yang berasal dari Bengkayang. Lebih lanjut dia mengatakan, sudah hadir di Singkawang sejak pagi hari. "Toh hari ini libur," tandasnya. Dari pantauan Equator, pedagang kaki lima (PKL) musiman juga banyak muncul di tepi jalan lintasan karnaval. Rata-rata komoditas dagangan laris manis. Terlebih minuman pelepas dahaga. "Ini kesempatan sekali setahun. Dan saya setiap 17 Agustus pasti berjualan minuman. Hitung-hitung nambah penghasilan," ujar Tini. Sampai karnaval berakhir, semua berjalan dengan lancar dan aman. Kalau pun ada kendala teknis, dapat diatasi panitia dan petugas keamanan di lapangan. Demikian juga pasukan kuning (UPT Kebersihan, red) segera bekerja membersihkan setiap sampah yang berserakan di jalan. "Merdeka, merdeka, merdeka," seru peserta. (man) Source : http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=5237
