Singkawang,- 27-28 Juni 2009 mendatang, SMP Pengabdi/Suster Kota Singkawang akan menggelar reuni pesta emas 50 tahun. Menyukseskan pelaksanaan reuni tersebut, para alumni sudah berkumpul dan membentuk kepanitiaan.
Rosita Nengsih SH ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana Reuni Akbar Pesta Emas 50 tahun SMP Pengabdi/Suster Kota Singkawang. Rosita atau biasa dipanggil Neneng, agenda reuni ini adalah seminar tentang pendidikan, peran akte perkawinan bagi warga Tionghoa, anjangsana, wisata, jalan santai dan sebagainya. "Reuni ini tidak terbatas pada angkatan. Semua angkatan semuanya bisa mengikuti reuni tersebut," kata Neneng, yang juga aktivis pembela hak-hak perempuan, kepada Pontianak Post, kemarin. Dia berharap, para alumni bisa mendaftarkan diri ke panitia pelaksana untuk pendataan. Dia berkeyakinan, alumni Suster sudah tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri. "Saya berkeyakinan, alumni banyak berada di luar Kalbar dan juga luar negeri. Nanti akan kita bentuk sekretariat, guna mempermudah alumni memperoleh informasi. Sekarang saja, banyak yang sudah menanyakan soal reuni. Kayaknya, mereka tidak sabaran. Dibentuk kepanitiaan lebih awal, karena untuk mendata para alumni ini," kata Neneng. Ditanya soal seminar akte perkawinan bagi warga Tionghoa, Neneng mengakui, karena sering kali bermasalah soal ini. Misalnya, kata Neneng, karena tidak memiliki akte perkawinan, maka pada akte kelahiran anak tidak akan disebutkan identitas bapaknya. "Akte dibuat dan hanya menyebutkan identitas pribadi ibunya. Bapaknya sendiri tidak disebutkan dalam akte kelahiran itu. Bila ada masalah misalnya perceraian, maka secara hukum formil anak tidak bisa mengikuti bapaknya, karena tidak tercantum pada akte kelahiran. Begitu juga bila bapaknya untuk mengasuh anak tersebut, tentu tidak akan bisa," katanya. "Karena itulah, kita akan menggelar seminar pada reuni akbar ini, semoga mereka memahaminya,"kata Neneng. (zrf)
