Selakau,-  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Provinsi
Kalbar meminta pemerintah daerah lebih serius menggalakkan keluarga
berencana.

"Memang diakui sejak otonomi daerah program KB mengendor, sehingga
kesadaran masyarakat pentingnya KB menurun, padahal ledakan penduduk
sudah didepan mata," ujar Perwakilan BKKBN Kalbar Drs Gun Djamani
seusai kegiatan TNI manunggal KB-Kes di halaman Kantor Camat Selakau,
Jumat (29/8) kemarin.

Dia mengakui hal tersebut dikerenakan kebijakan masing-masing daerah
dan persepsi terhadap keluarga berencana. Selain itu, masalah keuangan
daerah turut menjadi pertimbangan.

"Sehingga ada pemerintah daerah yang KB dibuat badan atau dinas
tersendiri, karena kalau pemerintah daerah memiliki lembaga tersendiri
berarti memiliki kewajiban untuk mendanani lembaga tersebut," unhgkapnya.

Dia mengingatkan pentingnya KB selain mengantisipasi ledakan penduduk,
program ini dapat mengentaskan kemiskinan sehingga tercipta keluarga
sehat, makmur dan sejahtera.

"Tahun ini BKKBN Kalbar menargetkan 26.100 akseptor KB baru, saat ini
baru 51% tercapai dari target yang direncanakan," ungkapnya. Dia
menambahkan pertumbuhan penduduk rata-rata 1,6 persen di Indonesia
termasuk provinsi ini, jika tidak KB maka ledakan penduduk akan
tinggi. Kemudian, soal pengentasan kemiskinan, dengan KB masyarakat
diajak mengatur gerak ekonomi keluarga. Misalkan, kata dia, sebuah
keluarga memiliki jumlah tanggungan banyak sedangkan sumber mata
pencaharian hanya bapak seorang. Dalam kasus ini, banyak kebutuhan
dasar tidak tercukupi seperti akses pendidikan maupun taraf hidup
keluarga.

"Oleh sebab itu jumlah anak sesuai rekomendasi pemerintah dengan
mengatur jarak kelahiran 2 tahun untuk per kelahiran," ujarnya. Selain
itu dia menyarankan kepada ibu-ibu usia produktif untuk beralih dari
KB pil dan suntik ke pemasangan inplan.

Bupati Sambas Burhanuddin A Rasyid pada kesempatan itu mengatakan
perlu secara menyeluruh pada upaya peningkatan kepedualian dan peran
serta masyarakat melalui batas usia perkawinan, pengaturan kelahiran,
pembinaan (pendidikan) ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan
keluarga.

Sementara itu, Dandim 1202 Singkawang Letnan Kolonel infantri
Sudarmadi, mengatakan sasaran umum Kegiatan TNI manunggal adalah
keluarga berencana, kesehatan produksi, imunisasi, kesehatan ibu dan
anak dan komunikasi dan informasi dalam bidang kesehatan.

"Ini merupakan salah satu bakti dan tanggung jawab TNI dalam memajukan
masyarakat dengan penyadaran pentingnya KB," ungkapnya. Dia
mengharapkan masyarakat dapat secara aktif menjalankan program KB. (har)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke