SINGKAWANG-"Terus terang, dana yang kita peroleh untuk mengelola taman
di Kota Singkawang sangat kurang. Padahal, Kota Singkawang merupakan
Kota Pariwisata di Kalimatan Barat," kata Abdul Rahim, Kepala Bidang
Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Singkawang.

Pernyataan itu diungkapkan, melihat minimnya dana bagi pengelolaan
taman di Kota Singkawang. Apalagi sebagai kota yang memposisikan diri
sebagai Kota Pariwisata. Sudah semestinya, Kota Singkawang mempunyai
taman-taman kota yang tertata rapi.

Dengan kerapian yang dimiliki, dimungkinkan taman tersebut menarik
simpatik warga yang ingin melepaskan letih, atau sebagai tempat untuk
rileks. Akan tetapi kerapian taman sulit dilakukan bila pihak
pertamanan mengalami kendala pendanaan dalam pengelolaan.

Berdasarkan informasi yang diberikan Rahim, jumlah dana yang
dialokasikan pemerintah untuk mengelola taman pada 2008, hanya sebesar
Rp 500 juta rupiah. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dana yang
dialokasikan pada 2007, yang hanya mencapai Rp 300 juta.

"Walaupun jumlahnya lebih besar dari tahun sebelumnya, namun dana yang
kita peroleh masih sangat minim," kata Rahim.

Akibat minimnya dana untuk pertamanan, pihaknya harus teliti dan
memprioritaskan penggunaan dana.

Semua dana harus dibagi untuk merawat dan memelihra taman-taman di
Kota Singkawang. Jika penggunaan dana tersebut tidak ditangani dengan
baik, ia yakin taman-taman di Kota Singkawang tidak akan terjaga.  

Dengan kurangnnya dana tersebut, Rahim meminta kepada Pemerintah Kota
Singkawang, untuk tetap memperhatikan keberadaan taman. Terlebih lagi,
Kota Singkawang berdasarkan penilaian dari pemerintah pusat, sebagai
kota terbersih dan terteduh di Kalimantan Barat.

Selain minimnya dana, ada dua hal yang diakui Rahim sangat berat untuk
dihadapi pihak pertamanan. Sekarang ini masih banyak ditemukan kambing
milik masyarakat berkeliaran. Kambing-kambing itu dengan leluasa
merusak beragam macam bunga yang ditanam di taman.

Ia berharap, masyarakat yang mempunyai kambing dapat menjaga kambing
mereka. "Kami bukan pegawai untuk mengawasi kambing, tapi pegawai
untuk memelihara taman," kata Rahim.

Selain kambing, permasalahan yang tidak kalah penting adalah, masih
kurangnya kesadaran masyarakat untuk merawat taman.

Rahim mengatakan, satu bukti kurangnnya perhatian masyarakat adalah,
hilangnnya pohon-pohon hias yang sengaja ditanam pihak pertamanan di
Jalan Pasir Panjang beberapa waktu lalu.

"Pohon yang kami tanam di sana, paling lama berumur satu minggu," kata
Rahim.

Dari waktu satu minggu tersebut, kebanyakan pohon-pohon yang ditanam
hilang. Hilangnya tanaman itu karena dicuri oknum masyarakat yang
tidak peduli dan tidak mempunyai rasa tanggung jawab untuk memelihara
dan memiliki.

Karena masih kurangnnya kepedulian masyarakat tersebut, Rahim memohon
pada masyarakat untuk ikut peduli.

"Saya yakin, tanpa kepedulian masyarakat, taman-taman Kota Singkawang
tidak akan terwujud," kata Rahim.

SUMBER : www.borneo-tribune.net

Kirim email ke