Singkawang, Anggota DPRD Kota Singkawang Tambok Pardede SH secara
tegas menolak pembangunan museum. Mengingat, masih banyak warga Kota
Singkawang yang tinggal di rumah tidak layak huni dan begitu
menumpuknya kebutuhan mendesak lainnya.

"Jauh lebih baik dana Rp 3 miliar lebih tersebut diperuntukkan untuk
membangun rumah warga miskin. Tidak harus semua, tapi bisa juga
dianggarkan selama lima tahun. Pada akhirnya tidak ada lagi warga yang
tinggal di rumah memprihatinkan," ujarnya.

Lebih jauh Tambok menyatakan, di Kecamatan Singkawang Selatan, Timur,
Utara, Tengah dan Barat terlalu banyak warga hidup dibawah garis
kemiskinan. Siapa pun dipastikan merasa iba dengan pemandangan
tersebut. Dana yang sudah dialokasikan untuk pembangunan museum sebut
dia, bisa saja dialihkan mengikuti mekanisme yang berlaku. Bila Dewan
dan eksekutif sepakat, maka sangat memungkinkan dibahas dalam APBD
Perubahan. "Sekarang tinggal kemauan kita untuk membantu warga
miskin," tandasnya, Senin (15/9) siang.

Sebaliknya, dukungan pembangunan museum di Kota Singkawang datang dari
aktivis pemuda Dedi Mulyadi. "Dana pembangunan museum sudah
dialokasikan pada APBD 2008 sebesar Rp 3,5 miliar. Sehingga museum
selayaknya diwujudkan di Kota Singkawang," tandasnya, Minggu (14/9) siang.

Dedi memastikan, sudah lama mengemuka aspirasi pembangunan museum
kepada DPRD Singkawang. Salah satu penggagasnya adalah almarhum Drs
Fahadi BZ. "Keinginan tersebut sudah waktunya diwujudkan. Terlebih
legislatif dan eksekutif setuju dengan pembangunan tersebut," tandasnya.

Kepada warga yang menolak pembangunan museum, Dedi menilai pemahaman
mereka masih sangat dangkal dan minim pengetahuan terhadap keberadaan
sebuah museum. Kota Singkawang tegasnya, sejak dahulu banyak menyimpan
situs-situs sejarah. Terlebih dahulu dikenal sebagai daerah kongsi
dagang. "Usul pembangunan gedung kesenian maupun pusat informasi
pariwisata sah-sah saja. Namun cerita pembangunan museum adalah
terpisah dan tersendiri," tegasnya.

Dedi memastikan, banyak benda-benda sejarah yang bisa dihimpun di
museum. Diantaranya, keramik, foto-foto yang menggambarkan Kota
Singkawang tempo dulu dan para pemimpinnya. "Jika benda-benda
bersejarah tersebut dimasukkan ke museum, maka anak-cucu akan banyak
paham sejarah Singkawang. Contohnya, senapan lantak yang digunakan
warga untuk berjuang," ujarnya seraya menyebut pihak ketiga yang saat
ini menyimpan benda tersebut pasti bersedia menyerahkan.

Kepala Museum Negeri Pontianak jelas Dedi sudah menyetujui dan
merekomendasikan pembangunan museum di Kota Singkawang. Museum
tuturnya, akan memajukan atmosfer pariwisata di Kota Singkawang.
"Sudah sangat jelas museum bisa menjadi objek wisata," paparnya.

Sementara beberapa warga menganjurkan, pembangunan museum dibicarakan
lagi secara mendalam. Pembicaraan tersebut dengan melibatkan para
pemangku kepentingan di Kota Singkawang. (man) 

SUMBER : www.equator-news.com

Kirim email ke