Kamis, 27 November 2008 , 08:10:00
DAD Minta Pembangunan Patung Naga Diteruskan
*Tujuannya Angkat
Pariwisata*<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=9951#>

 SINGKAWANG -Pembangunan Patung Naga di persimpangan Jalan Kempol
Mahmud-Jalan Niaga menuai polemik. Ketua III Dewan Adat Dayak (DAD) Kota
Singkawang, Herman Buhing mengatakan, sebaiknya pihak yang mau membangun
tetap melanjutkan pekerjaannya.

"Kenapa harus takut. Bangun saja. Kalau kita bisa membangun apa yang ada
pada budaya kita sendiri, ya bangunlah," kata Herman kepada Pontianak Post
kemarin di Singkawang. Ia mengatakan, pembagunan terhadap patung naga itu,
tidak ada yang melarang. Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) Kota
Singkawang mendesak pengerjaan itu dihentikan dan diganti dengan lampu
warna-warni atau piala Adipura yang bisa membuat indah kota ini.

"Pembangunan harus juga memikirkan lainnya yang ada di Singkawang. Apalagi,
naga binatang mitos kepercayaan warga Tionghoa. Janganlah dibangun di ruang
publik," kata wakil ketua FPI Kota Singkawang, Bambang Prayogi.  Sementara
itu, Herman Buhing mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan patung
itu. Ia beralasan, semakin banyak yang dibangun, maka hal itu makin baik.

"Sekarang ini diharapkan masing-masing suku etnis harus bangga dengan seni
dan budayanya. Jangan antipati dengan lainnya," kata dia.

"Selagi itu (pembangunan patung naga) tujuannya baik, jangan ada yang
menghambat. Sekarang bagaimana juga kita bisa bertahan dengan seni dan
budaya kita," kata Herman setengah bertanya. Ia mengatakan, tidak ada
untungnya bagi pihak yang melarang pembangunan itu. Jika banyak yang
mengatur, tambah dia, maka pemerintah akan semakin dibingungkan.

"Jadi pemerintah akan bingung, apa maunya rakyat," terangnya.Ia
mengungkapkan, kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga
keharmonisan dalam hidup. Menurutnya, jika ada pihak yang sudah
mengkotak-kotakkan diri, maka tidak baik.

"Maukah negeri kita ini tidak aman. Kalimantan jangan disamakan dengan Pulau
Jawa," tegasnya.Menurut sumber Pontianak Post, pembangunan itu dibiayai oleh
salah satu pengusaha perhotelan di Singkawang. Bahkan, kata sumber tersebut,
pihak Dinas Pekerjaan Umum, sudah mengusulkan agar tidak dibangun kepada
pemkot Singkawang.

"Tapi usulan itu tidak digubris pemkot, dan pembangunan tetap dilaksanakan,"
kata sumber terpercaya tersebut."Kalau ini untuk tujuan wisata agar bisa
menarik wisatawan masuk ke daerah, tidak masalah. Kita harus menciptakan
suasana kota yang kondusif, jangan selalu berpolemik," timpal Rudi Harjana
pengamat masalah sosial di Singkawang. (ody)

Kirim email ke