Teman teman milist , kita patut berbangga dengan Ibu mentri kita yang hebat hebat ini, apa yang bisa kita perbuat ? Minimum kita bisa berdoa untuk beliau beliau yang sudah berusaha keras memperjuangkan keselamatan 220 juta penduduk negri ini.
Salam Melly kiong ----- Forwarded Message ---- From: Mampu ono <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, December 1, 2008 12:54:51 PM Subject: [Klub Guru Indonesia] Terimakasih Ibu Sri (Anak guru yang baik) Dari milis sebelah ... ... Catatan dari seorang teman,Hari ini menghadiri investor summit (kesempatan gratisan dengerin pidato menkeu), saya sangat sangat terkesan dengan karakter dan sikap ibu Mentri Keuangann kita, Sri Mulyani Indrawati. Beliau tidak hanya cerdas dan punya track record yg proven, tapi juga sangat kentara terlihat memiliki nasionalisme yang kuat, sensitifitas, bisa membaca psikologi publik, punya komitmen dan pendirian yg jelas, tahu kapan perlu bicara dan kapan sebaiknya diam, dan paham kebutuhan audience. Sungguh, ini kali pertama saya terpesona dg isi dan gaya pidato pejabat publik pemerintah kita. Sangat bersahaja, sangat apa adanya, tanpa tedeng aling-aling, masuk detil ke persoalan, dan tidak berjarak dengan audience-nya. Beliau membawa oleh-oleh dari G-20 di Sao Paulo kemaren, menyatakan dg lantang betapa di forum tahunan para Menkue kali ini, para Menkeu dari negara maju - yg biasanya berwajah 'angel'yang seolah siap membantu dunia ketiga - kali ini membawa wajah kecut, humble, harus mengakui kesalahan demi kesalahannya, dan menetapkan pada diri mereka bahwa mereka harus "do this and that" yang dalam forum2 G-20 sebelumnya mereka "pesankan" pada dunia ketiga untuk menjadi PR yg perlu mereka perhatikan. Kali ini, mereka sadar bahwa mereka juga tidak bikin PR selama ini. Untuk pertama kali saya mendengar statement yg kuat dari bu Menkeu SriMulyani, adagium seperti "Indonesia and the rest of the world ..... " sedikit arrogant ? Mungkin ... Tapi bangsa yang kelamaan minder ini mungkin memang perlu dikejutkan dengan shock2 therapy seperti itu, agar adrenalinnya mulai naik dan ada gairah untuk bergerak, bermanuver ! Membuka mata tentang realitas dunia hari ini, dan berbuat yg terbaik untuk bangsanya. Jujur, saya merasa ada sisi pribadi saya yang perlu stimulus untuk "dibangkitkan" dengan gaya bu Mentri ini. Selama ini telinga saya terlalu familiar dengan statement2 spt "United State and the rest of the world ..... " seolah yang ada hanya USA , dan lainnya itu adalah "sisanya dunia". Beberapa kali, ribuan audience, beragam latar dan ekspektasi, menggemuruhkan tepuk tangan mendengar kata-kata Menkeu yg sangat inspiratif, menyengat, membangkitkan harkat martabat Indonesia, dan - dengan data kuantitatif keuangan dan fakta kondisi ekonomi terkini - melawan mainstream global yang selalu mendewakan Amerika. Beliau menunjukkan bopeng2nya wajah neraca APBN Amerika, dan dengan ringan beliau menyatakan betapa tidak logisnya jika US dollar melambung terhadap hampir semua mata uang dunia. "Dari ekonom yang sekolah di ruko sampai Eropa juga tahu bahwa masing-masing mata uang ini sedang mencari equilibrium baru, termasuk US dollar" kata beliau. Pilihan kata-katanya sangat sehari-hari, logika berpikirnya sangat rasionil. "saya meninggalkan text books" katanya lagi, "karena reality dictates us " dan kita harus menghadapinya dengan pikiran yang jernih. "Sering saya harus belajar membeningkan hati, sebelum membuat keputusan" ...... Beliau meminta dukungan dari semua hadirin untuk punya kesadaran membantu Indonesia, "jangan lakukan pembelian dollar untuk tujuan spekulatif ...karena - at the end of the day - anda berkontribusi atas rusaknya ekonomi negeri ini. Anda harus membantu kami disini....saya pertaruhkan seluruh reputasi dan harga diri saya untuk menjaga kondisi ekonomi negeri ini. Kalau ada di antara anda, kepentingan kelompok anda, yang melukai kepentingan publik, saya tidak akan segan-segan mengejar anda sampai kemanapun" ....... Ini dia, puji Tuhan. Indonesia, hari ini, masih punya pejabat seperti ini. Alhamdulillah. Seorang wanita besi yang beberapa pekan lalu diberitakan sedang digoyang kursinya di kabinet, karena menjadi satu-satunya mentri yang menolak "saran" (baca : tekanan) dari segenap pejabat dan kelompok bisnis yang berkepentingan untuk membantu sebuah grup bisnis swasta yang (seolah) sedang terancam imperium usahanya. Alhamdulillah beliau masih tetap duduk di sana. Di atas semua itu, beliau berterima kasih pada semuanya. "Saya menerima doa anda, harapan anda. Saya tahu dan bisa merasakan itu semua. Doa dan dukungan anda. Saya sangat berterima kasih atas itu semua". Beliau punya kepekaan tertentu, saya melihatnya. Dan saya malu karena selama ini tidak pernah - berniat pun - mendoakan pejabat publik yang baik dan amanah untuk Allah beri kekuatan menjalankan tugasnya dengan baik bagi republik. Ingatan saya melayang ke sebuah kejadian, beberapa bulan yang lalu. Ketika sedang antri di kasir sebuah toko roti, saya merasa mengenal wajah seorang ibu yang sedang antri di belakang saya. Saya menoleh. Mencoba mengingat. Menatapnya kembali. Dan ternyata benar, Sri Mulyani Indrawati, Mentri Keuangan sedang antri beli roti. Pertamakali dalam hidup saya menyaksikan pejabat publik yang sangat baur seperti beliau, sangat orang biasa, tanpa pengawalan standar pejabat publik, dan ketika harus tampil peran ibu rumah tangganya, beliau seperti tidak merasa bahwa dirinya seorang Mentri, sangat tidak berjarak dengan kita-kita, publiknya. Saya bersyukur hari ini kita punya 2 ibu bernyali laki-laki di kabinet, ibu Menkeu dan ibu Menkes. Insya Allah, saya niatkan Al Fatihah untuk beliau. Mungkin saya, anda, kita semua, tidak merasakan secara langsung apa-apa yang beliau "putuskan" yang sebenarnya mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan kita sehari-hari. Tapi berada dalam posisi sebagai pengambil keputusan puncak untuk urusan ekonomi dan keuangan di negera dengan penduduk lebih dari 220 juta, jelas bukan posisi yang ringan, bagi seorang pejabat publik yang amanah. Beliau adalah orang yang harus punya penciuman tajam atas apa-apa yang bisa mengancam kelangsungan ekonomi negeri ini, dari dalam dan luar negeri, dan menetukan langkah2 antisipatif dan mitigasi yang pas. Kalau perlu melawan arus. Kalau perlu melawan kepentingan kelompok kaya yang menjadi penyandang dana partai berkuasa. Tentunya juga termasuk melawan musuh yang tidak kelihatan, semisal kiriman parsel santet, karena tidak bisa menggoyang pendirian sang mentri secara lahiriah. Al Fatihah untuk ibu Menkeu ..... Warmly yours Mampuono ____________ _________ _________ _________ _______ English Teacher of SMPN 18 Semarang - Central Java -Indonesia Head of Bilingual ICT Class Program Mobile: (024)70378565 http://www.mampuono .6te.net/ http://www.smpn18- smg.sch.id/ htttp://www. mampuono. multiply. com ._,___ ________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
