Rabu, 03 Desember 2008 , 08:20:00 Seribu Tahar akan Ramaikan 1 Muharram Bandar : Ini Perintah Walikota<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=10310#>
SINGKAWANG-Tarian Seribu Tahar akan kembali dipertunjukkan di Kota Singkawang. Rencananya, kesenian ini menjadi sajian utama dalam peringatan tahun baru Hijriyah 1 Muharram, bertepatan dengan 29 Desember 2008. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Singkawang, Syech Bandar mengatakan, kemunculan tarian ini nantinya dalam perhelatan tersebut, merupakan perintah langsung dari walikota Hasan Karman. "Saya diperintahkan bapak walikota untuk menampilkan kembali Tarian Seribu Tahar itu. Ini kemauan walikota yang jauh-jauh hari sudah mengingatkan. Hal ini untuk lebih memeriahkan peringatan 1 Muharram dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Bandar didampingi Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kota Singkawang dan jajarannya kepada Pontianak Post kemarin di Singkawang. "Selama ini kita kurang persiapan karena terbentur waktu untuk penyelenggaraan event," tambahnya.Kendati demikian, tidak semua keinginan itu bisa terakomodir. Pasalnya, kata dia, walikota menginginkan tarian itu ditampilkan, seperti pada saat perhelatan MTQ XXII se-Kalimantan Barat di Kota Singkawang. Hal ini, karena terbentur dana penyelenggaraan. Solusinya, Dibudpar akan menampilkan tarian itu dalam bentuk parade. "Kita akan tampilkan dalam parade atau pawai pada 1 Muharram," jelasnya.Ia berharap, kepada 1000 personil Tarian Seribu Tahar untuk sukarela kembali bergabung. "Diharapkan juga partisipasi sekolah-sekolah untuk mengirim muridnya yang menjadi personil Tarian Seibu Tahar ini nantinya," harapnya.Dalam parade itu nantinya, selain tarian seribu tahar, juga akan ditampilkan pawai kesenian bernuansa Islam. Seperti tanjidor, kendaraan hias, dan pernak-pernik keanekaragaman seni bernafaskan Islami. Parade itu nantinya, tambah Bandar, akan dimulai di Stadion Kridasana Singkawang. Kemudian, akan dibawa keliling kota. "Dari Kridasana menuju Jalan Pelita, Jalan Diponegoro, Jalan GS Lelanang dan finishnya di Mess Daerah," ungkap Bandar.Selama berada di jalanan, akan dimulai dengan pertunjukan tanjidor. Lalu dibatasi dengan pawai mobil hias. Baru kemudian Tarian Seribu Tahar. "Nanti kalau berdampingan sulit dan tidak enak untuk disaksikan," katanya.Ketika sampai di Mess Daerah yang juga dikenal dengan Taman Burung ini nantinya, kata Bandar, sudah disambut dengan pentas hiburan. Berbagai kesenian dan aneka budaya juga ditampilkan disini. Tentunya yang bernuansa Islam. "Kita juga masih menimang-nimang untuk menggelar festival tanjidor," kata Bandar. * Dzikir Maulid * Sebelum perhelatan peringatan 1 Muharram, Disbudpar Kota Singkawang juga akan menggelar dzikir maulid. "Dzikir maulid dilaksanakan pada 14-15 Desember, masih dalam rangkaian peringatan 1 Muharram," tukasnya.Ia menambahkan, pihaknya akan berusaha membuat peringatan ini dengan lebih meriah. Untuk itulah, kata Bandar, Disbudpar akan berkoordinasi dengan Panitia Hari Besar Islam. "Beserta seluruh komponennya, karena ini terkait hari besar Islam," katanya. *(ody)*
