Kamis, 04 Desember 2008 , 07:56:00
*Pornografi Semakin Mengkhawatirkan
<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=10388#>*

 SINGKAWANG -- Perkembangan pornografi di media massa sudah menyeluruh dan
menyentuh semua lapisan masyarakat. Tidak hanya di perkotaan, melainkan juga
remaja di daerah-daerah. Akibat pornografi, pelajar saja ada yang
memperkosa. Alasannya ingin mencoba apa yang ditonton di film porno
tersebut. Ini membahayakan dan mengkhawatirkan sekali," kata Darmadi, warga
Singkawang kepada Pontianak Post kemarin di Singkawang.

Ia menambahkan, tak jarang, gambar-gambar atau film porno banyak disimpan di
handphone dengan fasilitas kamera."Karena untuk *mendownloadnya* bukan hal
yang sulit. Apalagi dengan kemajuan tekhnologi sekarang ini, semuanya serba
mudah," katanya.Mudahnya mengakses internet, kata dia, juga salah satu
penyebab anak-anak semakin dekat dengan pornografi. Tak jarang, tambahnya,
situs-situs di dunia maya itu, masih saja memperlihatkan, adegan tak wajar
layaknya suami istri. "Bahkan banyak juga film dan gambar porno yang
dilakonkan oleh pelajar sekolah," terangnya.

Ia menambahkan, majalah-majalah dengan gambar vulgar yang berbau pornografi,
tak jarang sangat mudah ditemukan di pinggir jalan. Bahkan, sambungnya,
lebih parah lagi, VCD porno juga gampang diperoleh dengan harga murah.
"Walau mereka tidak menjual secara terang-terangan," katanya.Akibatnya, kata
dia, banyak para pelajar ataupun mahasiswa yang rentan terhadap prilaku seks
bebas. Secara sederhana, tambah dia lagi, cara berpakaian anak gadis saja
saat ini, sudah tidak mencerminkan budaya timur."Pakaiannya sangat sensual.
Terkadang ada juga dengan sengaja mengenakan pakaian sexy dan
mempertontonkan aurat. Sepertinya bagi mereka itu adalah suatu kebanggaan,"
katanya.

Di lain sisi ia melihat, dengan cara berpakaian yang menantang itu, bisa
menciptakan tindak kriminal maupun perbuatan tidak menyenangkan. Seperti
pelecehan seksual, bahkan sampai pada yang paling buruk, pemerkosaan. "Sadar
atau tidak sadar, hal itu sangat berbahaya karena memancing kejahatan,"
ungkapnya.

Ia mengungkapkan lagi, untuk mengatasi masalah pornografi itu diperlukan
kerjasama dan kesadaran dari semua pihak. Termasuk masyarakat, guru,
orangtua dan pemerintah. Guru bisa melakukan razia untuk melihat barang
bawaan murid-murid dan isi handphone mereka. "Handphone merupakan media
terbesar anak dalam mengakses pornografi," ungkapnya.Peran orangtua, kata
dia, dalam hal ini juga sangat dibutuhkan. Seperti membatasi anak-anak
menonton film dewasa dengan adegan vulgar. Pun demikian dengan mudahnya
akses internet. "Selalu diimbau untuk tidak membuka situs porno bila
mengakses internet," jelasnya. Lebih jauh dia mengatakan, untuk orang tua
yang mempunyai anak-anak perempuan, harus diperhatikan cara putri mereka
berpakaian. "Jangan mentang-mentang merasa beli baju pakai uang sendiri,
jadi bisa seenaknya. Walau itu merupakan hak pribadi orang, tapi kita tetap
berpegang terhadap budaya timur yang penuh dengan sopan santun," pungkasnya.
(ody)

Kirim email ke