Yang mana benar nih karena berita hari ini di PP juga memuat kalimat walikota 
yang bertentangan dengan berita dibawah. 

bingung saya 



United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Kamis, 04 Desember 2008 , 08:03:00
             Izin Wako Bukan Patung Naga
Pengusaha BS Melanggar
 
                                                                    
SINGKAWANG-Wali Kota Singkawang Hasan Karman telah mengeluarkan izin untuk 
mendirikan tugu berornamen lampu sebanyak lima buah. Namun, kenyataannya, 
pengusaha yang mengajukan usulan itu menyalahi gambar yang telah disetujui oleh 
Dinas PU Singkawang. "Sebetulnya bukan patung naga yang dibangun di situ, tapi 
tugu berornamen lampu lima buah. Entah bagaimana patung naga yang dibangun. 
Padahal, dari gambar yang diberikan Dinas PU ke pengusaha tersebut, tidak ada 
bentuk naga," ujar sumber Pontianak Post, sembari memperlihatkan gambar yang 
digambar oleh seorang arsitek Dinas PU. Awalnya, salah satu pengusaha hotel di 
Kota Singkawang, BS mengajukan surat permohonan mendirikan tugu dipersimpangan 
Jalan Kempol Machmud-Niaga. Surat itu langsung ditujukan kepada wali kota 
tertanggal 30 September 2008.
 "Surat itu ditandatangani langsung oleh BS. Alasannya, untuk membuat tugu dan 
menjadikan daya tarik Singkawang sebagai kota pariwisata," kata sumber 
itu.Setelah masuk ke tangan wali kota, Hasan Karman membalas surat tersebut 
tertanggal 13 Oktober 2008 dengan nomor 671/547/PU-ESDM/A bersifat penting, 
perihal persetujuan. "Surat itu ditujukan kepada BS lagi. Isinya, wali kota tak 
keberatan untuk dibangun tugu. Dibagian akhir surat itu, wali kota minta dalam 
pelaksanaan di lapangan agar saudara tetap memperhatikan arahan teknis yang 
memberikan oleh Dinas PU Kota Singkawang," katanya mengutip surat wali kota itu.
 Dinas PU, kata sumber itu, mengeluarkan gambar rancangan tugu yang akan 
dibangun oleh pengusaha, BS. Mengherankan, dalam gambar rancangan tersebut 
terselip sebuah gambar patung naga yang tidak pernah digambar oleh Dinas 
PU."Yang menjadi pertanyaan, siapa yang menyelipkan gambar patung naga? 
Padahal, tidak ada sama sekali gambar rancangan yang diberikan oleh Dinas PU," 
kata sumber itu. Seharusnya, kata dia, Dinas PU meminta kepada wali kota atau 
langsung berkoordinasi dengan Dinas Trantib Kota Singkawang atau dinas terkait 
untuk merobohkannya, karena telah menyalahi gambar rancangan.
 "Kita heran juga, pemkot diam saja. Begitu juga dengan wali kota. Sudah tahu 
menyalahi gambar, kok dibiarkan dan menjadi polemik," katanya. Bila terjadi 
masalah atau konflik, banyak pihak yang bertanggungjawab. Pertama, kata wali 
kota, karena sudah mengetahui menyalahi izin kok tak dihentikan.Selanjutnya, 
Dinas PU yang membiarkan itu terus terjadi dan pengusaha BS juga harus 
bertanggungjawab, karena membelokkan gambar yang diberikan. Sumber ini 
berjanji, akan memfotocopikan gambar yang sebenarnya dan bisa dipublikasikan.
 "Insya Allah, besok (hari ini) saya berikan dan bisa dipublikasikan, sehingga 
masyarakat luas mengetahui yang sebenarnya," kata sumber kredibel ini. 
Sementara itu, banyak pihak yang minta untuk tidak dilanjutkan pembangunan 
patung naga tersebut, yang bisa memicu konflik horizontal. Ketua MWC NU 
Kecamatan Singkawang Utara, Anam Amri mengungkapkan, alanglah baiknya 
pembangunan patung naga tersebut dihentikan yang lebih banyak mudarat atau 
negatifnya ketimbang positif.
 "Jangan ambil resiko terburuk. Pemkot harus bersikap. Jangan sampai hanya 
persoalan patung naga ini, konflik antarmasyarakat terjadi. Itu harus 
dipikirkan oleh wali kota berserta stafnya," kata Anam yang juga Ketua Dewan 
Adat Dayak Kecamatan Singkawang Utara, kemarin. Dia juga minta kepada FPI dan 
FPM yang mendeadline agar patung ini dirobohkan, untuk tidak melakukannya.
 "Serahkan saja ke pemerintah untuk merobohkannya. Kepada anak-anakku FPI dan 
FPM untuk tidak melakukan tindakan anarkhis," kata Anam yang juga Sekretaris 
PKB versi Gusdur, kemarin. Ketua DPC PBB Kota Singkawang, Zainal Abidin juga 
mengatakan demikian. Pemerintah, hendaknya menghentikan pembangunan ptung naga 
tersebut, demi terciptanya situasi yang kondusif di Kota Singkawang."Jangan 
dipaksakan pembangunan, bila adanya penolakan dari masyarakat," kata Zainal, 
kemarin. (zrf)
           
 
     
                                       

       
---------------------------------
 Berbagi foto Flickr dengan teman di dalam Messenger.
  Jelajahi Yahoo! Messenger yang serba baru sekarang! 

Kirim email ke