www.depdagri.go.id / SINGKAWANG, KAMIS - Genangan banjir setinggi 50-70 centimeter di sejumlah pasar tradisional di Kota singkawang, Kamis (18/12), membuat pedagang sayur enggan berjualan. Minimnya persediaan sayur di pasar membuat harga komoditas tersebut mulai merangkak naik. Pantauan di Pasar Baru, Pasar Turi,dan Pasar Beringin, serta pusat pertokoan di Jalan Niaga, Sejahtera, dan GM Situt, ketinggian genangan banjir masih berkisar 50-70 centimeter. Sebagi an besar los, kios, dan toko di sana masih tutup. Sementara sebagian kecil pedagang sayur memilih memindahkan tempat berjualannya di sepanjang ruas Jalan Diponegoro.
Kenaikan harga sayur-mayur dikeluhkan salah seorang warga Jalan Gusti Situt bernama Karsiah. Menurutnya, sawi yang sebelumnya dijual Rp 2.000 tiap ikat, sejak ada banjir harganya menjadi Rp 3.000 tiap ikat. K acang panjang yang semula Rp 6.000 tiap kilogram, naik menjadi Rp 10.000 tiap kilogram. "Sayuran sulit dijumpai karena pedagang pasar masih banyak yang tutup. Kalau pun ada, harganya sudah naik," katanya. Sumber : Kompas
<<134300p.jpg>>
