SINGKAWANG--MI: Kota Singkawang yang juga dikenal sebagai kota 'Seribu Kelenteng' siap menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2560 dengan menyiapkan sejumlah kegiatan.
Jadwal yang diperoleh dari Singkawang, Senin, menyebutkan bahwa kegiatan pertama yang akan digelar, yakni Festival Lampion untuk kategori rumah tinggal, rumah toko dan lingkungan pada Minggu (25/1) pukul 19.00 WIB. Kemudian, pada malam menjelang Imlek yang diperingati Senin (26/1) akan ada pesta kembang api. Acara berlanjut pada panggung hiburan dan budaya serta pesta kembang api yang akan digelar selama tiga hari mulai 6 - 9 Februari 2009. Bazaar, pameran cinderamata dan wisata kuliner makanan khas Singkawang terutama dari warga keturunan Tionghoa dijadwalkan pada Sabtu (7/2), pukul 19.00 WIB. Selain Festival Lampion, ada juga Pawai Lampion yang digelar Minggu (8/2) malam dengan start di halaman Kantor Wali Kota dan finish di Gedung Happy Building. Pawai Lampion menampilkan berbagai bentuk dan ukuran seperti naga, barongsai, serta miniatur vihara dengan rute mengelilingi jalan-jalan utama di Kota Singkawang. Cap Go Meh atau hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, menjadi puncak kegiatan. Tahun 2009, Cap Go Meh bertepatan dengan tanggal 9 Februari. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tatung" dari masing-masing vihara akan memulai kegiatan pada pukul 07.00 WIB. Perayaan Cap Go Meh di Singkawang juga menjadi bentuk akulturasi dengan budaya masyarakat lokal. Menurut sejarah, ketika pertambangan emas di Monterado, Kabupaten Bengkayang yang terletak di sebelah timur Singkawang, terkena wabah penyakit. Sementara masyarakat meyakini penyebabnya adalah roh atau mahluk jahat. Untuk mengatasi itu, 'Tatung' atau 'Louya' turun ke jalan keluar masuk kampung diiringi genderang dan pembakaran gaharu yang tidak putus-putusnya, sehingga serangan roh atau mahluk jahat dapat dilawan dan perkampungan menjadi tentram. Saat ini perayaan Cap Go Meh berupa parade Tatung atau Louya pada hari ke-14 turun ke jalan-jalan seputar kota Singkawang yang bermakna melakukan pembersihan kampung. Sedangkan puncak perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15 dimana ratusan Tatung atau Louya dari seputar Singkawang melakukan parade sepanjang jalan utama. Selama parade, Tatung atau Louya menunjukkan kemampuannya dengan berbagai atraksi seperti berdiri diatas senjata tajam, wajah maupun badan yang kebal ditusuk dengan senjata tajam. Nuansa magis menjadi sangat terasa pada perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang seperti pada peringatan-peringatan sebelumnya. (Ant/OL-06) Sumber : http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=NTY3NTQ=
