Hotel Singkawang Penuh Jelang Cap Go Meh        
        
        
        
                        
                                                   
                           
                                 
                                                                                
                
                                        Banjarmasin Post/Kaspul Anwar           
                                        Umat
Tiong Hoa melaksanakan ibadah di Kelenteng Tri Darma Soetji Nurani,
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada malam perayaan Cap Go Me, Rabu
(20/2). Meski sempat diguyur hujan deras, namun perayaan yang diisi
dengan hiburan parade barongsai di halaman keleteng tetap berlangsung
meriah.
                                  
                                  
                                                
                        
            
            
            /                        
                                                        
                                        Artikel Terkait:
                                        Krisis, Perayaan Imlek Tetap 
MeriahHotel Di Bandung Sajikan Makanan Khas Imlek  Jelang Imlek, Kelenteng dan 
Rupang Mulai Dibersihkan Olga Lydia: Imlek Makin Meriah Setelah ReformasiImlek 
Identik dengan Pesta Pora? 
                                
                                                
                        
                        
                                                            
                        
        Rabu, 21 Januari 2009 | 11:15 WIB
        
                SINGKAWANG, RABU - Wakil
Ketua Perhimpungan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang,
Mulyadi Qamal menyatakan tingkat hunian hotel dan penginapan di kota
tersebut mencapai 100 persen mulai lima hari menjelang Cap Go Meh 2560
yang bertepatan dengan 9 Februari 2009.

"Pemesanan sudah
dilakukan satu bulan sebelumnya terutama oleh tamu-tamu dari Jakarta,"
kata Mulyadi di Singkawang, Rabu (21/1) seraya menambahkan di
Singkawang terdapat 14 hotel dan penginapan. 

Ia mengatakan,
minat warga keturunan Tionghoa maupun masyarakat lainnya untuk
menyaksikan kegiatan Cap Go Meh di Singkawang lebih tinggi dibanding
perayaan Tahun Baru Imlek. Salah satunya adalah atraksi tatung yang
mendemonstrasikan kemampuan kebal terhadap senjata tajam sambil
menyusuri jalan-jalan utama di kota berjuluk "Seribu Kelenteng" itu.

Menurut
dia, meski krisis keuangan tengah melanda seluruh dunia, namun hal itu
tidak mengurangi minat warga keturunan Tionghoa untuk merayakan Imlek
dan Cap Go Meh.

"Antusiasme warga tidak berkurang bahkan
kegiatan Cap Go Meh tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu," kata
Mulyadi Qamal yang juga mengelola Hotel Khatulistiwa Singkawang.

Lama
hunian di hotel maupun penginapan pada perayaan Cap Go Meh umumnya
berkisar tujuh hari. "Dua atau paling lama tiga hari setelah Cap Go
Meh, biasanya tamu sudah pulang semua," kata dia.

Mulyadi
menegaskan, Singkawang selama ini sudah menjadi salah satu daerah
tujuan wisata di Kalbar.  "Masyarakat dari kabupaten atau kota lain di
Kalbar menjadikan Singkawang sebagai tempat wisata," katanya.

Pengunjung
yang tidak mendapat kamar di hotel atau penginapan, diarahkan untuk
menginap di rumah penduduk.  "Sudah banyak rumah penduduk di Singkawang
yang disewakan untuk menampung pengunjung yang tidak mendapat kamar di
hotel atau penginapan," katanya.

Perayaan Cap Go Meh di
Singkawang juga menjadi bentuk akulturasi dengan budaya masyarakat
lokal.  Menurut sejarah, ketika pertambangan emas di Monterado,
Kabupaten Bengkayang yang terletak di sebelah timur Singkawang, terkena
wabah penyakit, masyarakat meyakini penyebabnya adalah roh atau mahluk
jahat.

Untuk mengatasi itu, "Tatung" atau "Louya" turun ke jalan
lalu keluar masuk kampung diiringi genderang dan pembakaran gaharu yang
tidak putus-putusnya, sehingga serangan roh atau mahluk jahat dapat
dilawan dan perkampungan menjadi tenteram.  

Saat ini, perayaan
Cap Go Meh berupa parade Tatung atau Louya pada hari ke-14 turun ke
jalan-jalan seputar kota Singkawang yang bermakna melakukan pembersihan
kampung. Sedangkan puncak perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15 dimana
ratusan Tatung atau Louya dari seputar Singkawang melakukan parade
sepanjang jalan utama.

Selama parade, Tatung atau Louya
menunjukkan kemampuannya dengan berbagai atraksi seperti berdiri diatas
senjata tajam, wajah maupun badan yang kebal ditusuk dengan senjata
tajam. Nuansa magis menjadi sangat terasa pada perayaan Cap Go Meh di
Kota Singkawang seperti pada peringatan-peringatan sebelumnya.
AC        

                        Sumber : Antara

--- On Tue, 1/20/09, Ricky Rionardy <[email protected]> wrote:
From: Ricky Rionardy <[email protected]>
Subject: [Singkawang] Hotel Singkawang Penuh Jelang Cap Go Meh ( kompas.com )
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 20, 2009, 8:41 PM

/Home/Regional/Kalimantan   
Hotel Singkawang Penuh Jelang Cap Go Meh 
 
Banjarmasin Post/Kaspul Anwar
Umat
Tiong Hoa melaksanakan ibadah di Kelenteng Tri Darma Soetji Nurani,
Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada malam perayaan Cap Go Me, Rabu
(20/2). Meski sempat diguyur hujan deras, namun perayaan yang diisi
dengan hiburan parade barongsai di halaman keleteng tetap berlangsung
meriah.
/
Artikel Terkait: 
        * Krisis, Perayaan Imlek Tetap Meriah
        * Hotel Di Bandung Sajikan Makanan Khas Imlek 
        * Jelang Imlek, Kelenteng dan Rupang Mulai Dibersihkan 
        * Olga Lydia: Imlek Makin Meriah Setelah Reformasi
        * Imlek Identik dengan Pesta Pora?  
Rabu, 21 Januari 2009 | 11:15 WIB
SINGKAWANG, RABU - Wakil
Ketua Perhimpungan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Singkawang,
Mulyadi Qamal menyatakan tingkat hunian hotel dan penginapan di kota
tersebut mencapai 100 persen mulai lima hari menjelang Cap Go Meh 2560
yang bertepatan dengan 9 Februari 2009.

"Pemesanan sudah
dilakukan satu bulan sebelumnya terutama oleh tamu-tamu dari Jakarta,"
kata Mulyadi di Singkawang, Rabu (21/1) seraya menambahkan di
Singkawang terdapat 14 hotel dan penginapan. 

Ia mengatakan,
minat warga keturunan Tionghoa maupun masyarakat lainnya untuk
menyaksikan kegiatan Cap Go Meh di Singkawang lebih tinggi dibanding
perayaan Tahun Baru Imlek. Salah satunya adalah atraksi tatung yang
mendemonstrasikan kemampuan kebal terhadap senjata tajam sambil
menyusuri jalan-jalan utama di kota berjuluk "Seribu Kelenteng" itu.

Menurut
dia, meski krisis keuangan tengah melanda seluruh dunia, namun hal itu
tidak mengurangi minat warga keturunan Tionghoa untuk merayakan Imlek
dan Cap Go Meh.

"Antusiasme warga tidak berkurang bahkan
kegiatan Cap Go Meh tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu," kata
Mulyadi Qamal yang juga mengelola Hotel Khatulistiwa Singkawang.

Lama
hunian di hotel maupun penginapan pada perayaan Cap Go Meh umumnya
berkisar tujuh hari. "Dua atau paling lama tiga hari setelah Cap Go
Meh, biasanya tamu sudah pulang semua," kata dia.

Mulyadi
menegaskan, Singkawang selama ini sudah menjadi salah satu daerah
tujuan wisata di Kalbar.  "Masyarakat dari kabupaten atau kota lain di
Kalbar menjadikan Singkawang sebagai tempat wisata," katanya.

Pengunjung
yang tidak mendapat kamar di hotel atau penginapan, diarahkan untuk
menginap di rumah penduduk.  "Sudah banyak rumah penduduk di Singkawang
yang disewakan untuk menampung pengunjung yang tidak mendapat kamar di
hotel atau penginapan," katanya.

Perayaan Cap Go Meh di
Singkawang juga menjadi bentuk akulturasi dengan budaya masyarakat
lokal.  Menurut sejarah, ketika pertambangan emas di Monterado,
Kabupaten Bengkayang yang terletak di sebelah timur Singkawang, terkena
wabah penyakit, masyarakat meyakini penyebabnya adalah roh atau mahluk
jahat.

Untuk mengatasi itu, "Tatung" atau "Louya" turun ke jalan
lalu keluar masuk kampung diiringi genderang dan pembakaran gaharu yang
tidak putus-putusnya, sehingga serangan roh atau mahluk jahat dapat
dilawan dan perkampungan menjadi tenteram.  

Saat ini, perayaan
Cap Go Meh berupa parade Tatung atau Louya pada hari ke-14 turun ke
jalan-jalan seputar kota Singkawang yang bermakna melakukan pembersihan
kampung. Sedangkan puncak perayaan Cap Go Meh pada hari ke-15 dimana
ratusan Tatung atau Louya dari seputar Singkawang melakukan parade
sepanjang jalan utama.

Selama parade, Tatung atau Louya
menunjukkan kemampuannya dengan berbagai atraksi seperti berdiri diatas
senjata tajam, wajah maupun badan yang kebal ditusuk dengan senjata
tajam. Nuansa magis menjadi sangat terasa pada perayaan Cap Go Meh di
Kota Singkawang seperti pada peringatan-peringatan sebelumnya.
AC 
Sumber : Antara


      

------------------------------------

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
  Selamat Tahun Baru Imlek 2560. Gong Xi Fa Cai!!!!                      
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yahoo! Groups Links






      

Kirim email ke