Selasa, 20 Januari 2009 , 07:57:00 *Perayaan Imlek yang Semakin Membaur di Masyarakat Berkunjung untuk Memaafkan, Tumbuhkan Rasa Kebersamaan<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=13269#> *
Tahun Baru Imlek 2560 yang menandakan datangnya tahun Kerbau, disambut meriah mayoritas warga Tionghoa di seluruh Indonesia. Tak terkecuali di Kota Pontianak yang menyambutnya dengan penuh suka cita. Kota Pontianak berubah menjadi merah seketika menjelang perayaan festival musim semi tersebut. MENJELANG pelaksanaan Imlek yang jatuh pada 26 Januari 2009, sejumlah kawasan di Kota Pontianak sudah terlihat semarak. Ornamen Imlek dengan warna merahnya yang begitu khas sudah terlihat menghiasi berbagai sudut kota. Di ruas-ruas jalan, terutama di kawasan bisnis Jalan Gajah Mada, Patimura, Tanjungpura, Diponegoro berbagai makanan dan ornamen khas untuk Imlek sudah terlihat dijual. Begitu pula di beberapa tempat keramaian, seperti mal. Suasana Imlek sudah terasa sejak satu minggu lalu. Saat memasuki A Yani Mega Mal misalnya, lagu bernuansa Imlek langsung terdengar. Di beberapa sudut ruangan mal, terutama di atrium ornamen Imlek berwarna merah juga sudah terlihat. Begitu juga dengan Matahari Mal Jalan Jendral Urip. Ucapan menyambut hari raya Imlek menyambut kedatangan para pengunjung mal tersebut. Tak hanya itu, geliat shoping masyarakat Tionghoa di mal-mal Kota Pontianak juga meningkat drastis. Hampir 80 persen, warga yang berbelanja di mal adalah keturunan Tionghoa. Begitu juga dengan Pasar Sudirman. Kondisi pasar yang terletak di Jalan Nusa Indah itu, juga lebih ramai. Sejak satu minggu lalu, pasar tersebut dikerubuti warga keturuan. Begitu juga dengan komplek pertokoan Khatulistiwa Plaza. Pada hari libur, Minggu kemarin, komplek pertokoan tersebut juga ramai. Rata-rata yang berbelanja adalah warga Tionghoa. Selain di pasar, pertokoan dan mal, di rumah-rumah warga Tionghoa Pontianak juga mulai banyak dipasangi lampion dan hiasan lainnya dengan didominasi warna merah. Yang paling terasa adalah saat mengunjungi beberapa Vihara di Kota Pontianak. Beberapa Vihara tampak berkemas menyambut kedatangan Imlek. Seperti yang terlihat di Vihara Paticca Samuppada di Jalan WR Supratman Pontianak. Para pengurus dan pembantu vihara terlihat sedang sibuk mengecat dan mengemasi Vihara itu. Beberapa pekerja juga tengah sibuk mengecat bangunan dan beberapa barang pendukung untuk pelaksanaan kegiatan ritual yakni sembahyang Imlek. Aang, seorang pembantu di vihara mengaku kegiatan mengemasi Vihara memang dilakukannya secara rutinitas. Namun menjelang Imlek porsi kerjannya meningkat hingga dua kali lipat dari hari biasa. "Menjelang Imlek kami memang agak sibuk," kata dia singkat. Aang juga mengatakan, hari tersibuk akan dilakoninya pada sekitar lima hari menjelang hari H pelaksanaan Imlek. "Sekitar tanggal 21 dan 22 Januari kami akan sibuk sekali. Sebab, banyak barang yang akan kami kemasi dan kami ganti," katanya. Aang mengaku, di Vihara Paticca Samuppada banyak warga Tionghoa yang akan berkunjung. Salah satu Vihara tertua di Kota Pontianak ini memang setiap tahunnya mendapat kunjungan dari ribuan jemaatnya, termasuk pada Imlek kali ini. Vihara Tri Dharma Dwi Bhakti di Jalan Tanjungpura dan Vihara Budhisatwa Karaniya Metta di kawasan perdagangan Kapuas Indah juga tampak berbenah. Di kedua tempat yang juga memiliki ribuan jemaat ini terlihat cukup sibuk. Puluhan warga dan jemaat di vihara tersebut tampak bahu membahu membersihkan segala perabotan dan patung, sekaligus memasang pernak-pernik berbau Imlek di vihara itu. Selain membersihkan, vihara-vihara itu juga mulai dipasangi lampion-lampion berukuran besar. Juga disiapkan beberapa meja untuk tempat penyalaan lilin atau dupa untuk menyambut warga Tionghoa yang beribadah pada hari raya tersebut."Merayakan Tahun Baru Imlek bermakna kita masih mempunyai harapan. Perayaan ini di China dilakukan setelah musim dingin memasuki musim semi. Di musim semi itulah kita memiliki pengharapan," kata XF Asali salah satu tokoh masyarakat Tionghoa Kalbar.Andreas Acui Simanjaya, beberapa waktu lalu juga mengatakan, warga Tionghoa Kalbar kini merayakan Hari Raya Imlek sudah seperti warga muslim ketika merayakan Lebaran. Mereka memanfaatkan perayaan itu untuk saling mengunjungi atau berkumpul dengan keluarga untuk saling memaafkan dan menumbuhkan rasa saling kekeluargaan. Sama seperti Lebaran dan Natal, kata Acui, warga Tionghoa akan memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya tersebut kepada warga Tionghoa di daerah ini. "Kalbar adalah salah satu provinsi yang memiliki jumlah penduduk Tionghoa terbesar di Indonesia, maka dari itu perayaan Imlek pasti semarak setiap tahunnya," tandasnya. (*)
