*Heboh Cahaya Kuning Muncul dari Balik Awan* SINGKAWANG-Masyarakat Kota Singkawang Senin (16/1) pukul 13.00 WIB heboh. Khususnya di Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan dan sekitar Taman Pasir Panjang Indah. Pasalnya, tiba-tiba cahaya kuning muncul dari balik awan putih di sebelah selatan. Sinar matahari kala itu sedang panas menyengat. Dan bertepatan dengan Hari Raya Imlek tahun 2560. Pemandangan yang tak lazim itu, tak pelak membuat masyarakat tidak mau kehilangan momen. Di sepanjang jalan, banyak warga yang berkerumun menyaksikan hal tersebut. Bahkan, para pengendara sepeda motor menghentikan laju kendaraannya, hanya untuk melihat cahaya kuning itu.
Baik yang dari arah Pontianak maupun Singkawang. Laki-laki maupun perempuan. Tak sedikit warga mengabadikannya dengan kamera handphone. Cahaya kuning itu memang indah. Warnanya cerah sekali. Sesekali awan putih yang tertiup angin menyelimutinya. Namun,tidak membuat cahaya kuning itu hilang. Cukup lama ia berada di langit Kota Singkawang. Di pinggiran jalan, warga asyik memperhatikan cahaya yang memanjang itu. "Saya tidak tahu cahaya apa. Tapi seumur hidup baru kali ini melihat ada awan berwarna kuning. Saya kira pertama pelangi. Tapi kenapa tidak ada warna lain dan muncul di balik awan putih," kata Andi, salah seorang warga yang turut mengabadikan momen tersebut kemarin. Menurut dia, cahaya kuning memanjang itu tiba-tiba saja muncul dari balik awan putih, dan bentuk mirip sebuah binatang, yakni naga. Akan tetapi, kata dia, hal itu tidak berlangsung lama. Sebab, dalam hitungan detik, sambung dia, ketika angin kencang meniup awan putih, cahaya kuning itu tertutup. "Akan tetapi tak lama kemudian, ada lagi," katanya. Sementara itu, tak sedikit masyarakat yang terkagum-kagum. Bahkan, banyak dari mereka merasa heran dengan menunjuk arah cahaya di langit tersebut. Hal itu membuat masyarakat pinggiran, mendapatkan hiburan di siang yang panas terik itu. Bahkan, salah seorang pemuda ketika turun dari sepeda motor, sempat mengeluarkan ucapan yang menggelitik. "Nah, tunggulah sebentar lagi akan ada kejadian besar di Singkawang. Tanda-tandanya sudah ada. Tak pernah-pernah ada cahaya kuning di awan selain matahari," kata pemuda itu. Memang bulu kuduk sedikit merinding mendengar ucapan pria yang mungkin dengan maksud bercanda tersebut. Akan tetapi, hal itu setidaknya masih menjadi pertanyaan, tentang cahaya apa , dan kenapa bisa muncul dan adakah hubungannya dengan Hari Raya Imlek. Sementara itu, di sepanjang jalan, semakin banyak saja masyarakat yang menyaksikan. Bahkan beberapa orang Etnis Tionghoa yang sedang merayakan imlek, juga turut mengabadikan momen langka itu. Belum diketahui, cahaya apa yang tidak pernah diduga kehadirannya siang itu. "Pertama kali kelihatan terang. Bentuknya seperi naga yang memanjang," kata Evi, seorang wanita yang hendak pulang ke Pontianak melintasi jalan tersebut. "Awalnya cahaya itu menyatu dan memanjang. Tapi, kena tiup angin lalu putus-putus," tambahnya. Pantauan koran ini, sekitar pukul 13.15 WIB, cahaya kuning tersebut hilang dibalik awan putih yang berjalan akibat tiupan angin di siang yang sangat panas tersebut. Beberapa orang lain mengatakan bahwa selarik sinar kekuningan tersebut berasal dari gerhana matahari yang terjadi saat Imlek. ''Kalimantan adalah salah satu kawasan yang dilalui oleh gerhana matahari cincin yang terjadi setiap 11 tahun sekali itu,'' ujar Boy, salah seorang warga yang tak terlalu menganggap aneh kejadian tersebut. (ody)
