Langit Singkawang Penuh Bunga Api SINGKAWANG-Begitu matahari masuk ke peraduannya, 25/1 sontak langit kota Singkawang menjadi penuh warna plus riuh akibat dentuman kembang api ke udara yang memercikkan bunga api warna-warni. Menyambut kehadiran tahun Kerbau Tanah, Imlek 2560 kembang api bersahut-sahutan di jantung maupun di sudut-sudut kota Singkawang.''Kami perkirakan belanja untuk kembang api bisa mencapai miliaran rupiah. Apalagi pesta kembang api baru menyurut ketika lepas jam 00.00 WIB. Jadi bayangkan saja, sejak pukul 18.00 hingga 00.00 tanpa henti kembang api ditembakkan,'' ujar salah seorang warga, Lim Khuang Cing, seorang warga yang juga asyik membakar kembang api. Petasan atau kembang api dibakar, dimaksudkan untuk mengusir roh-roh jahat yang ada di dalam kota.
''Dari dulu juga begitu. Konon roh-roh jahat paling takut dengan adanya ledakan-ledakan. Karena mereka tak bisa hidup dengan tenang,'' katanya merunut sejarah lamau warga Tionghoa. Pukul 23.50 WIB, satu demi satu warga mulai mendatangi vihara untuk memanjatkan doa. Tepat pukul 24.00 WIB warga mulai melaksanakan ritual sembahyang memanjatkan doa kepada sang pencipta, agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan kehidupan di tahun kerbau ini. Momentum ini pula, dimanfaatkan para pengemis mengais rezki. Puluhan pengemis berjejer didepan Vihara Bumi Raya Tengah Kota. Usai melaksanakan sembahyang terlihat warga memberikan uang recehan. Di Jalan Sejahtera, ada panggung hiburan bagi masyarakat. Hadir Wali Kota Singkawang, Hasan Karman bersama pejabat lainnya. Di panggung itu pula ada tarian tiga etnis. Wali kota menyalakan kembang api. Menurut saksi mata, ada dua kembang api yang tidak menyala di atas, melainkan menyala di bawah. "Usai wali kota beranjak dari tempat duduk, kembang api dinyala lagi, tapi tak menyala di atas melainkan dibawah," kata penonton. Hujan gerimis tak mempengaruhi orang untuk berbondong-bondong melihat hiburan rakyat tersebut. Disana sini kembang api dinyalakan. Saling sahut menyahut. Kembang api tak henti-hentinya terdengar, walaupun sudah larut malam. Kapolres Singkawang pun mengintruksikan kepada anggotanya untuk menghimbau kepada warga hendaknya menghentikan permainan kembang api tersebut, sebab sudah dini hari. Sembahyang yang dilaksanakan ribuan warga Tionghoa ini hingga subuh hari. Bahkan, pagi hari pun masih terlihat warga melaksanakan sembahyang tersebut. Polisi harus menutup jalur untuk menuju Jalan Sejahtera, agar warga yang melaksanakan sembahyang tidak terganggu. Anggota polisi dari berbagai kesatuan pun terlihat memantau jalannya sembahyang tersebut. Pagi harinya, suasana kota tampak lenggang. Sejumlah ruko tutup dan hanya membuka sedikit pintunya untuk mereka yang ingin bertamu. Sementara itu, di rumah dinas wali kota digelar open house oleh Hasan Karman. Satu tenda besar sengaja dipasang untuk menerima tamu yang ingin mengucapkan selama imlek tersebut. Terlihat sejumlah pejabat Pemkot Singkawang dan warga umum datang untuk memberikan ucapan selamat bagi wali kota. Di jalan-jalan, terlihat juga permainan naga setelah sehari sebelumnya membuka mata. (zrf)
