http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=47819
*Keindahan Jelang Imlek di Kota Singkawang, Kalbar * *Pasang 3.888 Buah Lampion di Jalan Utama* *BILA* Anda ke Kota Singkawang, Kalbar, saat ini pada malam hari, Anda akan merasakan kemeriahan hari raya. Ada keindahan yang begitu menawan. Sejumlah lokasi di jalan raya, gang-gang, dan rumah warga dihiasi dengan berbagai ornamen Imlek. Warga rela menghiasi rumah mereka hingga larut malam dan merogoh kocek mereka hingga jutaan rupiah. Di Gang Harmonis, Jalan G.M. Situt, sejumlah warga memasang ornamen Imlek. Misalnya, lampu lampion dan nanas yang terbuat dari kertas dan sebagainya. "Bisanya malam hari memasang ini semua. Kalau pagi dan siang, kami kerja. Pulang kerja, kami baru bisa memasangnya," kata Su Fa Min, 37, dan Fui Men, 34, warga Pontianak yang tinggal di Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat. Menurut suami istri tersebut, sejak satu pekan lalu mereka menghiasi rumah. Mulai mengecat hingga menata ruangan tamu dan teras. "Kalau mengecat, kami serahkan kepada tukang. Tapi, kalau masang ini semua, kami lakukan berdua," tutur Amin. Dekorasi di rumah mereka sudah beres. Di ruang tamu, ada miniatur naga dua ekor yang dihiasi lampu yang sangat indah. Di dinding rumah, ada gambar Dewa Keberuntungan. "Gambar Dewa Keberuntungan tahun lalu kecil dan sekarang disimpan di belakang. Sekarang kami beli yang besar dan disimpan di ruang tamu," tutur Susi. Amin yang bekerja sebagai pemasang kaca film mobil tersebut tak tahu persis berapa jumlah uang yang sudah dikeluarkannya untuk membeli berbagai perhiasan menjelang Imlek itu. "Ada saya yang beli, ada juga istri. Jadi, * ndak* tahu lagi berapa jumlahnya. Kalau dikalkulasi, bisa mencapai tiga jutaan rupiah," kata Amin. Selain menghiasi rumah, ternyata mereka juga memasang lampion di jalan gang. Menurut Chim Miaw Fuk, ketua harian panitia Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, memasang lampu lampion di jalan utama di Kota Singkawang. Lampion yang bakal dipasang 3.888 buah. Menurut Afuk, ada makna sendiri pada angka 3.888 tersebut. "Angka tiga berarti hidup. Sedangkan angka delapan itu berkembang. Jadi, tahun depan harus berkembang dan menjadi 8.888," kata Afuk. Afuk mengakui, ribuan lampion itu baru akan dinyalakan Senin nanti (26/1), tepat tahun baru Imlek. "Kami berencana memasangnya mulai pintu gerbang Sekkok, Jalan Diponegoro, Jalan Sejahtera, Jalan Niaga, Budi Utomo, dan dan Setia Budi. Mudah-mudahan itu cukup," ujarnya. Lampion tersebut adalah bantuan dari pengusaha di Jakarta kelahiran Kalimantan. *(end) *
