http://www.sinarharapan.co.id/berita/0901/27/nus03.html* *
*Patung Naga di Singkawang Tidak Terkait Agama * Singkawang–Pemerintah Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, menegaskan, pembangunan Patung Naga di jantung kota Singkawang, sama sekali tidak terkait pada aqidah agama tertentu atau bukti fisik penyebaran agama tertentu. Wali Kota Pontianak, Hasan Karman, Senin (26/1), menjelaskan kepada SH, patung naga yang dilanjutkan pembangunanya oleh pihak swasta, bertujuan mendukung program pembangunan pemerintah di bidang pariwisata. Menurut Hasan, setiap perayaan Imlek dan Cap Goh Meh di Indonesia, Singkawang, selalu mendapat perhatian khusus, sehingga mesti ada dukungan rasa seni dan estetika yang bisa dilihat secara fisik. "Warga Tionghoa yang merayakan Imlek dan Cap Goh Meh setiap tahun, hanya merayakan tradisi budaya leluhur, dan bukan bentuk dari kegiatan penyebaran atau ekspansi agama tertentu. Patung naga merupakan salah satu ekspresi budaya leluhur itu," ujar Hasan. Hasan mengungkapkan, rencana pembangunan patung naga di Singkawang sudah direncanakan Wali Kota Singkawang terdahulu, Awang Ishak, yang kebetulan beragama Islam. Dengan demikian, Hasan Karman merasa bahwa pembangunan patung naga hanya melanjutkan program pendahulunya. Hasan mengatakan, sebagai Pamong Praja, pihaknya tetap sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Sejauh ini kegiatan dialog terus dilakukan, dan pihak yang pro dan kontra, akan terus dieliminasi. "Pemerintah Kota Singkawang juga telah memberikan bantuan pembangunan rumah ibadat semua agama yang diakui di Indonesia. Jumlah cukup banyak, tapi tidak etis jika saya kemukakan secara detail," ungkap Hasan. *(aju) *
