Xin Nien Khuai Le, tks ya atas sharingnya, soalnya saya juga
penasaran seperti apakah Naga yang kabarnya nongol dilangit Singkawang,
tahun kemarin nongol dihari Cap Go meh, tahun ini nongol di Imlek hari
Pertama :)
Dan menurut peramal-peramal disini (peramal Chinese), katanya
gerhana matahari yang terjadi pada imlek hari pertama akan membawakan
dampak yang tidak baik kepada dunia ini :). 
Semoga ramalannya tidak benar :)

 Apa bener ada awan berbentuk naga . . . Pa' Dhe . . . ?
 Sebaiknya thole melihat dari sisi positipnya saja.
 Maksudnya Pa' Dhe . . . ?
 Awan bisa berbetuk apa saja . . . sesuai dengan tinggi rendahnya awan itu 
terbentuk
 Tapi ini ada warna merah Pa' Dhe yang membentuk seperti kepala naga . . .
 Uap air diawan mengembun pada debu2 di atmosfer, membentuk titik2 air yang 
tentunya akan membiaskan cayaha matahari.

Demikian juga dengan awan yang membentuk tulisan Allah & Muhammad

 


Bagaimana Awan Terbentuk ?

Jika langit sedang
cerah, kita bisa melihat awan di langit. Awan tersebut terlihat seperti
kapas-kapas yang sedang terbang di langit. Jika langit sedang cerah, maka awan
akan terlihat berwarna putih. Sering kali kita lihat awan putih dengan berbagai
bentuk. Kadang-kadang bergumpal-gumpal, kadang tersebar tipis, berbentuk
seperti sisik ikan, atau bergaris-garis seperti serat. Sebentar terlihat
bergumpal, tak lama kemudian berubah bentuk, bertebaran dibawa angin. 
Memang, bentuk awan
selalu berubah-ubah mengikuti keadaan cuaca. Sering kali awan berbentuk indah
bagaikan lukisan di langit. Lihatlah di puncak gunung yang tinggi, akan
terlihat awan yang memayungi gunung itu. Sungguh indah bukan ? Itulah salah
satu dari kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya
ini. Lalu, kira-kira bagaimana ya awan itu terbentuk ? 
Jika matahari bersinar, cahayanya sampai di
permukaan bumi, lantas diserap bumi, tumbuhan, tanah, sungai, danau dan laut,
sehingga menyebabkan air menguap. Uap air naik ke udara atau atmosfer. Uap air
naik semakin lama semakin tinggi karena tekanan udara di dekat permukaan bumi
lebih besar dibandingkan di atmosfer bagian atas. Semakin ke atas, suhu
atmosfer juga semakin dingin, maka uap air mengembun pada debu-debu atmosfer,
membentuk titik air yang sangat halus berukuran 2 - 100 mm (1 mm = 1 /
1.000.000 meter). Tanpa adanya debu atmosfer, yang disebut aerosol,
pengembunan tidak mudah terjadi. Miliaran titik-titik air tersebut kemudian
berkumpul membentuk awan.Sewaktu
naik ke atmosfer atas, udara hangat menyebar dan menjadi dingin.Karena sekarang
lebih dingin, udara itu tak dapat lagi menahan uap airnya.Sebagian uap air itu
mengembun pada butir-butir debu dalam atmosfer dan membentuk titk-titik air.
Titik air kelewat kecil ini melayang di udara. Gerakan udara naik atau arus
udara juga menahannya hingga tidak jatuh. Jutaan titik air semacam itu melayang
bersama dan membentuk awan.Sewaktu naik ke atmosfer atas, udara pun menjadi
dingin dan terbentuklah awan.Ketika turun dari ketinggian, udara pun menjadi 
lebih
hangat dan awan menghilang. 


 
Bentuk awan bermacam macam tergantung dari keadaan
cuaca dan ketinggiannya. Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu, yang
berlapis-lapis dalam bahasa latin disebut stratus, yang bentuknya
berserat-serat disebut cirrus, dan yang bergumpal-gumpal disebut cumulus (ejaan 
Indonesia :
stratus, sirus, dan kumulus). 
Di daerah rendah (kurang dari 3.000 m) yang
terendah, awan stratus menutupi puncak gunung yang tidak terlalu tinggi. Di
daerah rendah tengah, awan berbentuk strato-kumulus, dan yang dekat
ketinggian 3.000 m awan berbentuk kumulus. Awan besar dan tebal di
daerah rendah disebut kumulo-nimbus berpotensi menjadi hujan, menyebabkan
terjadinya guruh dan petir. 
Awan pada ketinggian menengah dapat terbentuk di
atas gunung yang tingginya lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas 
puncaknya.
Misalnya di atas Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegunungan Jaya
Wijaya di Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi
salju. Demikian juga Gunung Fuji 
(3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju putih cemerlang sangat indah. Pada
ketinggian menengah ini dapat terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret,
alto kumulus, dan alto-sirus. 
Bagaimana dengan awan di daerah tinggi (di atas
6.000 m)? Di sana 
terbentuk awan siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau
bulan. Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping
terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar seperti
asap. 


Sirokumulus ialah awan tinggi dan kelihatan berkeping-keping


Sirus adalah awan tinggi, lembut dan mirip asap


Altokumulus ialah awan tengah yang nampak dalam deretan ombak.


Altostratus ialah awan tengah, tembus cahaya hingga matahari tetap tampak


Nimbostratus adalah awan rendah, tebal dan tanpa bentuk tertentu.


Sratokumulus ialah awan rendah, abu-abu dan nampak berbaris teratur


Ada berbagai bentuk awan. Bentuk
awan sesuai dengan tinggi atau rendahnya tempat awan itu terbentuk. Di tempat
paling tinggi terbentuklah awan sirus. Bentuk awan ini mirip benang putih
berbulu. Di tempat agak rendah ada awan yang bentuknya mirip kapas. Tetapi
bentuk awan tidak hanya disebabkan oleh tinggi atau rendahnya tempat. Angin pun
menyebabkan awan beraneka macam bentuknya.Ada awan tipis dan ada pula awan 
tebal. Cahaya
matahari mudah melewati awan tipis. Oleh sebab itu awan tipis tampak cerah atau
putih. Awan yang tebal sulit ditembus cahaya. Bagian-bagian awan yang tertembus
cahaya akan berwarna putih. Bagian-bagian yang tidak tertembus cahaya akan
berwarna gelap atau hitam.

Pa' Dhe.
Yogyakarta.


      Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman 
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke