dapat info ni, terlepas siapa pencerita, mari ambil hikmahnya
__________________________________________________ _______
Guys… saya ingin menceritakan kejadian yang menimpa keluarga saya 
pada hari minggu kemarin (18 Januari 2008). 
Saya sekeluarga hendak makan di Muara Karang restoran Gembira, saat 
hendak parkir di restoran tersebut, seorang tukang parkir men yu ruh 
mobil saya untuk masuk ke tempat yang kebetulan kosong di depan 
restoran tersebut, tapi tiba – tiba saat mobil saya selesai parkir 
dan belum sempat mesin dimatikan, ada seorang pemuda berperawakan 
tinggi, kulit putih, berusia sekitar akhir 30-an at au awal 40-an, 
kepala sedikit botak dibagian depan mengedor – ngedor jendela mobil, 
akhirnya papa saya pun membuka kaca jendela dan bertanya ada apa, 
tanpa penjelasan apa – apa, orang tersebut langsung melayangkan tinju 
kepada papa saya . Untung saja, kakak saya sempat menahan tinju orang 
tersebut dan langsung turun dari mobil sehingga terjadi adu mulut. 
Mama saya pun jadi panik dan segera turun mobil. Saat mama saya turun 
mobil, terdapat kakek yang sudah tua
menghalangi mama saya dan ingin menamparnya. 

Untung saja yang kena hanya kacamata mama saya yang patah. Kemudian 
orang – orang ramai berkumpul di tempat kami. Papa ssaya pun karena 
paniknya hanya sempat mengunci pintu TANPA MENUTUP jendela depan yang 
sudah dibukanya. Dari adu mulut tersebut, kami dituduh merebut tempat 
parkir orang tersebut. Saat kami berkata agar bertanya lebih lanjut 
kepada tukang parkir, orang tersebut (Perawakan cukup tinggi) malah 
marah dan hendak memukul papa saya lagi, tapi untung juga kacamata yg 
jadi sasaran, kakak saya hendak menarik orang tersebut menj au h dari 
papa saya tapi yang tertarik hanya bajunya sehingga merobek baju 
orang tersebut. Saat papa, mama dan kakak saya diamankan dari orang – 
orang yang menurut saya cukup GILA tersebut, orang yang berperawakan 
tinggi tersebut tiba – tiba berjalan menuju mobil kami dan hendak 
mengambil kunci mobil, mungkin orang tersebut melihat jendela tidak 
dikunci dan berpikiran
bahwa kunci mobil juga di tinggal oleh papa saya karena panik 
sehingga m au mengambil kunci mobil kami. 


S yu kurlah…. Kunci mobil tidak tertinggal, karena kesal tidak 
mendapat apa pun, wiper mobil belakang kami menjadi sasaran, 
dipatahkan oleh orang yang berperawakan tinggi, sedangkan kakek tua 
tersebut sudah masuk ke dalam mobil. Saya yang melihat kejadian 
tersebut marah, dan memukul mobil orang tersebut, tapi ada warga yang 
menarik saya karena warga yang ikut melihat kejadian tersebut melihat 
bahwa orang yang duduk di mobil belakang mengacung –acungkan kunci 
pembuka ban mobil yang tersebut dari besi untuk dipukul ke saya. 
Akhirnya mobil tersebut melesat pergi dan sempat mengeluarkan ancaman 
ke tuakng parkir bahwa dia akan kembali lagi. Kami sempat bingung 
dengan apa yang terjadi dan akhirnya kami dan warga pun bertanya apa 
sebenarnya yang terjadi pada tukang parkir karena kami yang tidak t 
au apa – apa menjadi sasaran dan dituduh merebut tempat
parkir orang tersebut.

Dari keterangan tukang parkir tersebut didapat kronologi tersebut:
1. Mobil tersebut sudah cukup lama menepi di pinggir jalan 
2. Tukang parkir bertanya, apakah ingin parkir, orang yang 
berperawakan tinggi tersebut menjawab tidak sehingga tukang parkir 
berpikiran bahwa mobil hanya ingin menunggu at au menepi saja
3. Mobil saya datang dan kemudian tukang parkir memberikan tempat 
tersebut kepada mobil saya
4. selanjutnya mobil saya masuk dan orang tersebut mulai melaksanakan 
aksinya.

Dari keterangan tersebut, warga – warga serta satpam setempat (yang 
akhirnya datang) berpendapat bahwa hal tersebut sengaja mereka 
lakukan, jika papa saya melawan dan melukai kakek renta itu (itu yang 
menjadi tujuan mereka), maka mereka akan meminta ganti rugi. S yu 
kurlah, papa , mama dan kakak saya hanya marah – marah tanpa main 
tangan wal au pun sudah dipancing – pancing oleh mereka.

Saya tidak sempat melihat nomor polisi mobil tersebut tapi salah satu 
warga sempat mencatatnya. B 3989 MR, Nissan Serena, karena sudah 
malam, saya kurang jelas melihat warna mobil, mungkin bewarna emas 
muda metalik. 
HATI – HATI !!! Jika teman – teman mengalami nasib serupa, mohon 
tenang dan jangan panik. Jangan melawan kakek yang sudah tua (apalagi 
sampai main tangan) karena itu tujuan utama mereka. Modus kali ini 
justru sengaja mencari tempat yang ramai dengan tujuan jika kita main 
tangan dan melukai kakek tersebut akan ada saksi mata.

MOHON SEBAR LUASKAN KEPADA TEMAN –TEMAN DAN ORANG YANG KALIAN 
SAYANGI. JANGAN SAMPAI KEJADIAN BURUK INI MENIMPA MEREKA.

Best Regards,
Shirley
__________________________________________________ ___

so hati hati aja,
ingat ingat kejahatan dapat terjadi di mana aja,
mencegahnya adalah hal yang paling utama.
kenali modus operandinya dan hindari hal2 tersebut


sumber : http://kalbar.us/showthread.php?t=3244

Kirim email ke