*Masyarakat Juga Minta PETI
Ditertibkan*<http://www.singkawangkota.go.id/spektakuler2012/index.php/component/content/article/1-berita-terbaru/378-masyarakat-juga-minta-peti-ditertibkan.html>

Masalah Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sepertinya  tidak saja membuat
gerah pemerintah, masyarakat yang ikut merasakan dampak negatif dari ulah
segelintir orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri juga ikut gerah.

Dampak negatif yang dirasakan masyarakat akibat maraknya PETI adalah sumber
air yang menjadi kebutuhan masyarakat menjadi tercemar baik oleh lumpur
maupun kandungan mercury.

“Karena PETI, sumber-sumber air tercemar. Karenanya masyarakat sulit untuk
mendapatkannya,” kata Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) PUBLIK, Uray
Albert, Minggu (31/5).

Karena PETI, percemaran dan berkurangnya sumber air di Kota Singkawang juga
sangat dipengaruhi perusakan lingkungan seperti pembabatan hutan yang
dilakukan pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Karena itu, kami mewakili masyarakat meminta kepada pemerintah untuk
bertindak,” pinta Albert.

Sebagai Contoh, Albert mengomentari maraknya PETI di Kawasan Danau
Serantangan yang terletak di daerah paling ujung Kecamatan Singkawang
Selatan. Kini air danau itu telah tercemari dan keruh.

“Kalau sudah seperti ini, masyarakat sekitar akan kesulitan untuk
mendapatkan air bersih,” jelas Albert.

Menyikapi maraknya PETI yang menimbulkan keresahan tersebut, Walikota
Singkawang Hasan Karman, S.H, M.M beberapa waktu yang lalu menegaskan pihak
pemerintah akan menindak para pelakunya. Pasalnya, bukan hanya merugikan
masyarakat, PETI juga merusak lingkungan.

“Kita ingin membangun kota Singkawang yang tidak terlepas dari analisis
lingkungan,” katanya.(PDE)

Kirim email ke