Apapun komentarnya...
Kita tetap bersaudara.
 
Salam,
 
 
-----Original Message-----
From: Infra, Morry [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 29, 2004 6:37 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [sma1bks] Pintar dan Bodoh dalam menanggapi issue?

Wah menarik juga yang ditulis Oxta nich,

Menurut saya, kalau orang banyak yang makin pintar, isu seperti itu
justru tak termakan.
Hanya orang bodoh yang percaya dan makan isu tersebut, kenapa?
Karena nalarnya 'nggak sampai pada background ditulisnya/disebarkan
issue tersebut melainkan hanya muatan/bodi isu tersebut yang menurut
nalar mereka sangat make sense. Apalagi sesuai dengan keinginan mereka.

Waktu saya di OS dulu, hal-hal kayak begini di bahas.
Panitia OS bacain cerita mengenai sesuatu yang seolah-olah sangat benar
diperkuat dengan angka-angka dan persentase dsb.
Mostly mahasiswa baru langsung terbuka dan jadi percaya....
Setelah dijelaskan beberapa kejanggalan dan tujuan dari simulasi
tersebut... baru dech mereka sadar bahwa mereka telah makan umpan.... di
sini yang di bilang belum pintar... kata halus dari bodoh.

Siapa bilang orang bodoh langsung ignore isue?
Coba sebarin isu sara di desa yang penduduknya banyak yang bodoh...
langsung dech perang antar desa, agama dsb.
Tapi coba di lingkungan yang banyak orang pintarnya... kalau pun ribut,
yaitu... orang bodohnya aja yang perang.
Kalaupun orang bodoh mudah lupa masa lalu.... jelas sekali.... makanya
SBY dan Wiranto tetap dapat tempat di sebagian besar bangsa ini.

Contoh lain.
Mungkin masih ingat Sept. 11, 2001.
Saya saat ini di Norman, OK.
Masyarakat yang pernah dulu nuduh orang ngebom di gedung (?) OK, 'nggak
berani nuduh yang ngebom WTC orang Islam dan muslim bertanggung jawab...
buktinya, pimpinan Sinagoge, Gereja, Konghuchu pada datang ke Masjid
Norman buat memberikan dukungan dan menjaga jika ada pihak-pihak yang
tak bertanggung jawab bertindak seenaknya.
Memang sich masih ada kejadian muslim/muslimah diganggu, tapi jumlahnya
kecil....
Tapi sebaliknya di Australia.... muslim dan muslimah di-sweeping....
Di Indonesia, orang Amerika di-sweeping....
Ini yang membedakan pintar dan tak pintarnya....
Walau sebenarnya bukan pintar sekolahan saja, tapi pintar dalam EQ dan
SQ lho yang saya maksud....
Pendidikan, Linkungan, pengalaman bikin jadi beda tanggapannya dalam
menyikapi issues.

OK 'Ta, mungkin bisa didiskusikan lebih lanjut kalo sampeyan belum
ngantuk...

Salam,
Infra

-----Original Message-----
From: Oxtalevanus Siallagan [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, April 28, 2004 10:43 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [sma1bks] Re: Pemilihan Presiden



--- ronne_h2001 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> gua setuju sama Morry, kalo surat nya no name gua
> udah gak percaya
> sama isinya, kalaupun dibaca juga cuma buat hiburan
> aja. dari dulu
> surat model ginian banyak sekali, dan ceritanya lucu
> lucu, selalu
> memakai teori konspirasi, segalanya terlihat serba
> logis .isu agama
> yang paling menonjol.
Kebanyakan berita yang dimuat adalah teori2 konspirasi
yang sedikit mungkin terjadi, akan tetapi ini bagus
juga untuk menambah informasi.
Men'jelek'an seorang lawan (untuk capres) menurut saya
sah-sah asal bukan mengada-ada (ini yang penting).
Saya sih lebih suka kalo capres membeberkan
programnya. Seperti yang sudah2, siapa yang terpilih
jadi DPR dan Presiden, dari dia kita bisa lihat siapa
sebenarnya rakyat Indonesia (yang memilih). Kalo calon
anda kalah, siap kah anda menerima? Apa hanya karna
keterpaksaan (kalo menerima)?

>
> sasarannya biasanya 70 % pemilih bodoh yg mudah
> ditarik kesana sini.
> karena komposisi pemilih bangsa kita itu, 10 %
> pemilih rasional, 20 %
> pemilih emosional, dan sisanya yg 70 % pemilih
> tradisional yg masih
> bodoh bodoh, porsi besar inilah yg direbutin bapak
> bapak kita.

Kalo saya melihat 85% pemilih akan memilih berdasarkan
figur dan hubungan dekatnya dengan capres. Jadi bukan
berdasarkan kesiapan seseorang capres menjadi
presiden, bukan berdasarkan program kerja yang akan
dilaksanakan.

>
> biasanya isu/surat kaleng semacam ini, makin efektif
> bila rakyatnya
> bodoh, dan makin tidak efektif kalo rakyatnya makin
> pandai.

Saya tidak setuju dengan hal ini. Malah sebaliknya,
kalo rakyatnya semakin pandai, malah dengan isu-isu
surat kaleng lah makan semakin efektif. Menurut saya
sih isu2 seperti ini bukan merupakan pembodohan
rakyat, malah sebaliknya, malah
mencerdaskan...artinya: kita di ajak untuk kristis
pada seorang figur calon presiden. Masalah percaya
atau tidak sih, gak perlu dibahas. Dan saya lihat
semua tulisan awal tsb, bukan merupakan suatu hal yang
memberikan kebohongan, akan tetapi (benar seperti
telah diberikan) hanya sekedar analisa. Kalo rakyat
nya bodoh, isu-isu surat kaleng gak akan pernah mereka
gubris. Bukan begitu???

>
>
> Ronne

Salam. Oxta. Fis 3. '92.
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Infra, Morry"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Haa.a.a.a.a..a
> > It's wine you up.... Maafkan saya....
> > 
> > Pak Budi Santoso yang baik.
> > FYI, saya bukan pihak pendukung SBY or militer.
> > 
> > Analisa yang pernah Bapak Budi kirim tidak pernah
> ada di media
> umum... dan biasanya noname. Alias lempar batu
> sembunyi tangan....
> > Soal kebenaran.... bisa benar dan amat benar bagi
> yang kontra...
> amat salah dan nyebelin bagi yang pro...
> > Dan ini bukan kebenaran yang legal sebenarnya...
> siapa yang mau
> bertanggungjawab jika ada yang nuntut.....
> > Kalau berita kebaikan.... orangnya malah seneng
> ketimbang
> nuntut..... hee.e.e..e
> > 
> > Anyway, yang saya maksud adalah, kalo mau
> kampanye, tonjolin dan
> cerita aja kehebatan sang calon... jangan jelekin
> calon lain.
> > 
> > Kalau email Pak Budi jadi contoh, mohon maaf.... 1
> contoh bagus dan
> yang 1 contoh yang kurang baik....
> > 
> > Salam,
> > Infra
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Budi Santoso [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Tuesday, April 27, 2004 12:02 PM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: RE: [sma1bks] Pemilihan Presiden
> >
> >
> > Sebenarnya kalau mau dicermati,
> > apa yg sudah gua kirim adalah hasil analisa dari
> beberapa fakta yg
> ada.
> > Seperti layaknya lembaga pemantau pemilu yg
> melakukan analisa atas
> > data hasil survey mereka.
> > 
> > Umumnya sebuah analisa adalah untuk memberi
> penjelasan dan gambaran
> > tentang fakta yang ada, sehingga...lepas dari
> benar/tidaknya,
> > terkesan menjelekan/tidaknya hasil analisa itu,
> > yang patut dicermati adalah obyektifitas dan
> akurasi dari hasil
> analisa itu.
> > 
> > Jadi, bukan untuk memburuk2-an capres lain lho,
> kalaupun arahnya ke
> sana...
> > wajar karena faktanya yg mengarahkan itu ke sana,
> gua cuma
> menyampaikan
> > ulang dalam bentuk tertulis dan terstruktur.
> > 
> > Silahkan dinilai...
> > 
> > Militer berkuasa, jaman kegelapan eyang soeharto
> akan terjadi
> lagi...dimana
> > babinsa bisa masuk ke kampung2...ngejar2 orang yg
> lagi pada
> pengajian.
> > 
> > "Power tends to corrupt, and absolute power
> corrupts absolutely"
> > (Lord Acton)
> > 
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Infra, Morry [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Tuesday, April 27, 2004 11:38 AM
> > To: [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: [sma1bks] Pemilihan Presiden
> >
> >
> > Opini hari ini:
> >
> > Suatu kebiasaan buruk di saat kampanye, bukannya
> menceritakan
> program atau alasan kenapa harus milih yang
> bersangkutan untuk jadi
> Anggota legislatif atau presiden adalah
> memburuk-burukkan caleg atau
> capres lain....
> > Baik lewat kampanye terbuka ataupun perang opini
> di media cetak
> ataupun elektronik... termasuk email, SMS dan surat
> berantai.
> >
> > Kalau saja Kampanye Calon Presiden RI dilaksanakan
> dengan cara yang
> benar dan Etis... bagus sekali yach...
> >
> > Sebagai contoh:
> > Kalau kita ingin mengkampanyekan Amin Rais, bilang
> dong kehebatan
> Amien Rais... seperti Pak Budi Santoso pernah
> posting.
> > Jangan forwar berita jeleknya calon lain....
> seperti yang Pak Budi
> Santoso juga pernah posting.
> >
> > Janganlah jadi agen surat berantai yang
> kebenarannya juga masih
> diragukan.... jutaan yang seperti ini.... soal
> kebenaran?
> > Bukankan memfitnah itu dilarang....
> >
> > Kalau kebaikan, kehebatan, alasan sebaiknya milih
> beliau, mungkin
> jadi bahan pertimbangan orang banyak ketimbang
> menampilkan sisi buruk
> lawan politik....kampanye yang menjelekkan orang
> lain merupakan
> kampanye dari para team success yang buruk...
> > Padahal mereka (Para Caleg dan Capres) pun
> berangkulan di keadaan
> sebenarnya.
> >
> > So, please stop dech jelekin orang lain......
> >
> > I know, some of you doesn't want "junta militer"
> kembali
> berkuasa... so, please tell us a bunch of good
> things about non
> militer...
> >
> > Salam,
> > Infra
> >
> >
> > --------------------------------------------------
> > Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> > menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
> >
> > Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> > kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
> > --------------------------------------------------
> > Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
> > menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
> >
> > Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
> > kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
> >
> > Yahoo! Groups Sponsor     
> >
> > ADVERTISEMENT
> > 
>
<http://rd.yahoo.com/SIG=129nuup3o/M=291630.4786521.5933964.1261774/D=
>
groups/S=1705077624:HM/EXP=1083128505/A=2072415/R=0/SIG=11thh7ako/*htt
>
=== message truncated ===



     
           
__________________________________
Do you Yahoo!?
Win a $20,000 Career Makeover at Yahoo! HotJobs 
http://hotjobs.sweepstakes.yahoo.com/careermakeover



--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links







--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke